Suami Kontrak

Suami Kontrak
Calon Tunangan Keenan


__ADS_3

"Iya ..iya deh, aku akan segera ke sana. Kalian tunggu saja.'' Ucap Yumna sebelum mengakhiri sambungan telefonnya.


Setelah menutup telepon, Yumna berniat untuk berpamitan dulu kepada Keenan untuk menemui sahabat-sahabatnya.


Yumna pun mencari keberadaan Keenan dikamarnya.


''Akhirnya ketemu," guman Yumna.


...Tok...tok..tok.....


''Masuk!'' Ucap Keenan yang saat ini masih berkutat dengan beberapa dokumen yang berisi pekerjaannya itu.


Keenan menegakkan pandangannya dan melihat Yumna sudah berdiri di ambang pintu. ''Ada apa? Apa kau membutuhkan sesuatu?'' Tanya Keenan lalu menaruh dokumennya di atas meja.


"( Ekheeem ) "Aku ada janji mau ketemuan dengan sahabat aku, jadi aku mau pamitan denganmu," ucap Yumna.


"Di mana tempat kalian bertemu nanti? Biar aku saja yang mengantarkanmu," ucap Keenan.


Namun belum juga Yumna menjawab Keenan langsung membereskan beberapa pekerjaanya dan meraih kunci mobilnya.


"Aku bisa pergi sendiri kok. Kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu saja. Lagi pula tempatnya juga tidak terlalu jauh. Aku tidak ingin mengganggu pekerjaanmu," ucap Yumna.


Keenan. menghela nafasnya sejenak. ''Pekerjaanku sudah selesai. Tadi aku hanya memeriksa ulang saja. Ayo kita berangkat, kasihan teman-temanmu nanti kalau kamu terlambat datangnya,'' ucap Keenan. Yumna pun hanya diam pasrah mengikuti langkah kaki Keenan yang sudah menggenggam tangannya.


Setelah melajukan mobilnya akhirnya mereka sampai di toko roti milik Anita. Mereka asik bercanda ria sampai-sampai mereka lupa kalau bukan hanya mereka bertiga saja yang ada di tempat itu.


Hingga Arumi terkejut dan baru menyadari keberadaan Keenan. Karena seingatnya Yumna yang datang bersama pria itu, ia pun bertanya pada Yumna.

__ADS_1


''Hei Na, siapa cowok tampan ini," ucap Arumi sambil menyubit pipi Keenan dengan gemas.


Arumi memang gampang gemas apa bila melihat orang tampan dan imut seperti Keenan.


"Aduh Mi, lepasin cubitanmu Mi! Kasian anak orang itu. Bagaimana jika pipinya copot nanti? tidak jadi ganteng deh," kata Anita sambil terkekeh melihat Keenan yang berusaha melepaskan pipinya dari tangan Arumi yang gemas.


Disaat Yumna dan sahabat-sahabatnya sedang bercanda, di sisi lain ada seorang wanita yang sangat menahan amarah kecemburuannya itu. Tangannya mengepal erat hingga kuku-kuku tajamnya melukai telapak tangannya. Bahkan sejak datang ia terus mengutuk Yumna sedari tadi.


Ya, selain bertemu dengan sahabat Yumna, Keenan juga meminta adik yang kebetulan sedang bersama dengan kedua sahabatnya untuk datang juga ke tempat itu.


Rencananya ia ingin memperkenalkan tunangannya kepada Adiknya Fajar.


Namun Fajar dan Dion telat datang karna masih ada urusan. Jadi Sania yang dulu sampai, namun ia berhenti seketika saat ia melihat Keenan sedang memeluk seorang wanita yang tak lain adalah wanita yang pernah ia lihat saat dulu Fajar yang terus memandangi ke arah wanita itu.


''Dasar wanita murahan! Wanita ******, wanita tak tahu diri. Selain mendekati Fajar, bisa-bisanya ia juga mendekati kakaknya. Lihat saja, bagaimana aku akan memberimu pelajaran,'' batin Sania. Sebisa mungkin Sania langsung menutupi kecemburuannya, dan menghampiri Keenan.


"Hai Kak Keen, maafkan aku yang datang terlambat. Kebetulan jalanan hari ini macet sekali.'' Ucapnya Sania sambil bercipika-cipiki. Namun matanya terus melirik ke arah Yumna dan tersenyum licik. Ia ingin membuktikan bahwa baik Keenan maupun Fajar, ia lah yang lebih dekat dengan mereka dari pada Yumna.


''Jangan berperasangka negatif Mi, kupukul lo kepalamu nanti,'' balas bisik Yumna. Meskipun perasaannya sendiri juga berkata hal yang sama seperti yang sahabatnya itu katakan.


"Oh, kau sudah sampai dimana Dion dan Fajar?" Tanya Keenan yang tidak membalas sapaan Sania.


Keenan sejak dulu memang kurang suka dengan Sania. Entah mengapa perasaanya mengakatan kalau Sania punya maksud tertentu dengan keluarganya. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa saat adiknya memintanya untuk menjadikan Sania sebagai sekertarisnya di kantor.


Keenan masih menunggu adiknya sambil menoleh ke pintu masuk namun belum juga ada tanda-tanda kedatangan adiknya itu.


"Fajar masih di jalan kak, mungkin sebentar lagi sampai,'' kata Sania sambil menarik kursi dan duduk di dekat Keenan. Sejenak ia memperhatikan penampilan Yumna yang terlihat sederhana dan biasa-biasa saja.

__ADS_1


Dari atas sampai bawah "Tidak ada yang istimewa dari cewek ini malah terlihat lebih tua, pucat tidak secantik diriku. Kenapa kak Ken dan Fajar bisa menyukai gadis ****** ini," batin Sania sambil berdecih mengejek Yumna.


Yumna yang merasa dipandang seperti itu, menjadi risih. Sebenarnya ia tau kalau Sania dari tadi memandanginya namun ia sengaja cuek karna baginya gak penting juga.


''ABG jaman sekarang. Mudah sekali merendahkan orang lain tapi tidak bercermin pada diri sendiri," guman Yumna


''Oh iya San, kenalin ini calon Tunanganku_ Sania,'' ucap Keenan.


Melihat Fajar dan Dion tergesa-gesa Keenan bernafas lega. ''Dan ini Adik aku_ Fajar dan sahabatnya Dion,'' ucap Keenan.


Fajar terlihat bahagia saat mendapat telepon dari kakaknya kalau kakaknya itu telah menemukan peri kecilnya dan akan memperkenalkannya padanya. Ia pun sampai tergesa-gesa datang walau masih terlambat juga.


Yumna merasa tidak asing dengan nama yang di sebutkan oleh Keenan. Karena ia kebetulan duduk membelakangi Fajar. Yumna pun membalikkan badannya.


Betapa terkejutnya Fajar saat melihat siapa gadis yang akan diperkenalkan oleh kakaknya itu. Hatinya luluh lantah seketika. Ada perasan sesak di dada yang tak dapat ia jelaskan. Pandangannya yang bahagia kini memudar menjadi suram seketika.


Sania mendengar itu langsung syok "Bagaimana bisa tiba- tiba kak Ken bertunangan dengan perempuan itu?" batin Sania yang tangannya sudah mengepal hingga kuku- kuku panjangnya memutih menahan emosinya.


Dion yang tau kalau saat ini Fajar sedang menahan kesedihannya, ia pun langsung reflek merangkul pundak Fajar.


Keenan merasa ada yang aneh dengan sikap adiknya. Sedang Yumna ia masih mengingat-ingat di mana ia pernah bertemu dengan Fajar. ''Maklum, Yumna itu orangnya pelupa. Jika tidak terlalu akrab ia tidak akan mengingatnya.''


''Apa kalain sudah saling kenal?'' Tanya Keenan saat melihat keduanya terdiam dan saling memandangi.


Yumna menggelengkan kepalanya karen ia tidak berhasil mengingatnya.


''Bodoh! Bukankah cowok ini yang memandangimu di cafe waktu itu Na?'' Arumi ternyata masih mengingatnya. Dan itu membuat Yumna juga mengingatnya kembali.

__ADS_1


''Ah iya, aku pernah terlibat kecelakaan dengan adikmu,'' ucap Yumna.


Mendengar itu Keenan jadi ikut diam. Karena ia ingat kalau adiknya pernah bercerita tentang cinta pertamanya itu. ''Apa yang di maksud Fajar, adalah Yumna?'' Hingga kini ketiganya saling pandang dengan pemikirannya masing-masing.


__ADS_2