Suami Kontrak

Suami Kontrak
Meminta Maaf


__ADS_3

Keenan yang masih belum percaya, lama kelamaan merasa aneh. Biasanya bayangan Yumna akan cepat menghilang, namun kali ini terasa nyata dan pelukannya pun lumayan cukup lama.


''Sungguh? Apakah benar ini kamu?'' Ucap Keenan yang masih belum mempercai dengan penglihatannya sendiri.


Hingga akhirnya Yumna mengajak Keenan untuk masuk ke ruangannya. Karena para pengunjung banyak yang melihatnya mereka. Karena kebetulan Cafe dan butik sedang ramai-ramainya.


Sampai di ruangan, ternyata Fajar sudah bangun dan terkejut melihat Yumna yang masuk sambil menarik tangan Keenan.


"Kak?''


"Eh, Fajar. Kamu sudah bangun?''


"Iya kak. Apa kakak menemui kak Keenan?"


Fajar dan Keenan saling pandang. Fajar terkejut melihat kakaknya sudah bersama dengan Yumna. Begitupun dengan Keenan. Ia sendiri masih ada perasaan kesal terhadap Fajar karena sudah berani membawa pergi Yumna.


Yumna tersenyum lalu menjawab ''Iya, kebetulan aku melihatnya di bawah tadi. Oh iya Fajar, bolehkah aku berbicara sebentar dengannya?''


Meskipun ada perasaan sesak yang menyeruak di dada, namun ia bisa apa? ''Tentu. Tentu saja boleh kak. Kalau begitu aku keluar dulu untuk melihat Tere dan Marisa. Kalian bicara dulu," Fajar kemudian berlalu pergi keluar meninggalkan ruangan Yumna.


Keenan masih saja memandangi Yumna hingga Yumna memanggilnya berulang kali memintanya untuk duduk.


"Ekhem... Keen, duduklah!" Ucap Yumna.


"Apa aku boleh meletakkan kepalaku di pangkuanmu?" Tanya Keenan yang masih menatap lekat wajah orang yang selama ini ia rindukan.


Sungguh ia masih tak percaya setelah sekian lama akhirnya ia bisa bertemu dengan orang yang selalu ia rindukan selama ini.


Awalnya Yumna ragu-ragu, namun saat melihat ekpresi wajah Keenan, ia pun mengangguk. Keenan dengan senang hati langsung tiduran di pangkuan Yumna sambil menanyakan kabarnya.


"Bagaimana kabarmu?''


"Emmm.... baik.''


"Peri keci,''


"Emm..''

__ADS_1


''Aku minta maaf atas kesalahan dan kebodohanku yang dulu. Sungguh aku sangat menyesal sekali. Kau boleh memukulku boleh mengataiku tapi kumohon jangan lagi tinggalkan aku lagi. Selama ini hidupku terasa hampa, kebahagiaanku hilang lenyap bersama kepergian mu,''


Namun Yumna masih enggan berbicara. Ia masih diam mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Keenan selanjutnya. Dan tanpa tangannya masih membelai lembut rambut Keenan.


"Rasanya aku sangat mengantuk sekali. Bolehkah aku tidur sebentar saja di pangkuanmu?" Ucap Keenan yang sudah mulai memejamkan matanya.


"Tidurlah,'' jawab Yumna.


Kemudian tak berapa lama sudah terdengar nafas Keenan yang teratur.


Yumna masih setia membelai lembut kepala Keenan. Sesekali ia memandangi pria itu, pria yang sudah membuat hatinya kacau balau. Ia tau ini bukan sepenuhnya kesalahan Keenan, dan mungkin benar kata Fajar. Bahwa ini semua adalah kesalah pahaman.


Tak berapa lama Keenan mulai terbangun. Ia terkejut saat mendapati dirinya telah tertidur di sofa di ruangan pribadinya Yumna. Namun senyumnya masih menghiasi wajah tampannya. ''Apakah tadi hanya sebuah mimpi? Tapi mengapa tampak seperti nyata?" batin Keenan.


Namun tak lama kemudian, datanglah Yumna dengan membawa nampan yang berisi makanan untuk makan siangnya.


"Kau sudah bangun?''


Mendengar pertanyaan dari Yumna langsung menyadarkan Keenan yang tengan melamun menatap Yumna sejak tadi. Dihatinya masih belum mempercayai penglihatannya sendiri. Berulang kali ia mengucek-ngucek kedua matanya.


"Hei! Sampai kapan kamu akan menatapku seperti itu terus? Apa kau tidak lapar?'' Ucap Yumna namun Keenan tidak menjawabnya.


"Ya sudah kalau tidak lapar. Aku akan makan sendiri.'' Ucap Yumna dengan nada kesal. Namun tak membuat Keenan bergeming. Ia masih saja menatap wajah yang sangat ia rindukan dengan senyumannya itu.


Yumna yang merasa terabaikan pun merasa kesal lalu pergi begitu saja hingga bantingan pintu yang keras menyadarkan lamunan Keenan. Ia pun langsung berlari menyusul Yumna.


Keena langsung menghampiri Yumna yang tengah membuat minuman.


"Yumna,''


"Emmm!''


"Yumna!'' Keenna memanggilnya sekali lagi dengan nada agak meninggi.


" apa?'' Tanya Yumna dengan santainya. Namun kemudian tanpa di duga Keenan malah memeluknya dari belakang, sampai-sampai membuat Yumna terlonjak kaget.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Bisik Yumna yang mencoba melepaskan pelukan Keenan.

__ADS_1


"Apa kau tahu? Aku sangat merindukanmu," jawab Keenan tanpa melepaskan pelukannya.


"Apa kau gila? Apa yang kau lakukan! Lepaskan pelukanmu. Lihatlah! Kita sedang ada di mana?'' Sentak Yumna yang berusaha melepaskan pelukan Keenan.


"Ekhemmm.... Suara serentak dari Fajar, Tere dan Marisa dan para karyawan lainnya.


Keenan yang mulai menyadari perbuatannya menjadi tontonan banyak orang, membuatnya tersenyum menahan malu. Lalu dengan segera menarik tangan Yumna keluar dari tempat tersebut menuju taman yang tak jauh dari butik Yumna.


"Ada apa? Kenapa malah membawaku ke taman ini? Di butik aku masih banyak kerjaan," ucap Yumna sambil beranjak duduk dari kursi taman.


"Kumohon, aku ingin berbicara serius denganmu,''


"Ya sudah bicara saja. Kenapa malah membawaku ke mari?''


"Aku tau aku banyak salah slama ini, dan aku juga sudah membuatmu banyak menderita. Nana, apakah kau mau memaafkanku dan memberikanku satu kesempatan lagi?'' tanya Keenan serius sambil menggenggam kedua tangan Yumna.


"Emmm.... Aku sudah memaafkanmu,''


''Benarkah?'' Tanya sekali lagi Keenan. Matanya mulai berbinar-binar.


"Iya," jawab Yumna.


"Lalu, apakah kau bersedia memberiku satu kesempatan lagi agar kita bisa tetap bersama dan memulai semuanya dari awal lagi?'' Ucap Keenan.


"Kalau itu, aku minta maaf. Untuk saat ini, aku belum bisa melupakan rasa sakit hatiku. Aku memang sudah memaafkanmu, tapi aku belum bisa kembali padamu seperti dulu lagi,'' jawab Yumna.


"Baiklah, aku memgerti. Tapi aku berjanji, aku akan membuat mu jatuh cinta kembali kepadaku. Dan aku mohon, jangan tinggalkan aku lagi,'' kata Keenan sambil memeluk Yumna .


Ia tau, ini salahnya. Jika itu terjadi pada orang lain, mungkin Keenan tidak akan pernah mendapatkan maaf. Namun Yumna gadis yang baik. Bahkan ia memberi kesempatan untuk Keenan agar membuktikan seberapa besarnya cintanya.


Hari menjelang sore, Yumna kini sudah pulang di rumahnya. Ternyata setelah Yumns pergi, Keenan_lah yang lebih sering ke rumah Yumna dan membersihkannya sendiri.


Kini Keenan dan Yumna tengah makan bersama. Hanya dentingan sendok yang saling beradu dengan piring tanpa ada kata-kata dari penghuni rumahnya itu.


Setelah semua selesai dan berberes dapur, Yumna berniat mempertanyakan sampai kapan Keenan akan tinggal dirumahnya? Karena kan gak baik, dua orang yang tak punya status tinggal bersama. Namun saat ia akan bertanya, dilihatnya kini Keenan malah tertidur di Sofa depan tv.


"Ya sudahlah. Besok baru dibicarakan lagi," ucap Yumna.

__ADS_1


__ADS_2