
pagi- pagi sekali Keenan sudah jemput oleh Sania karena ia harus segera datang kekantornya. Hari ini ia harus menghadiri sebuah rapat penting dan siangnya ia harus segera terbang ke Jerman untuk memenangkan sebuah proyek kerja sama.
Bahkan Keenan tidak sempat berpamitan dengan Yumna, karena ia juga takut menggangu tidurnya.
Padahal Yumna sendiri sudah bangun pukul empat pagi untuk mengaji dan menunaikan solat subuh. Yumna memang tidak langsung turun karna selain ia ingin membuka butik, Yumna juga juga mempunyai hobi lain yaitu membuat prakarya - parkarya kecil seperti hiasan rambut, bros dan aneka kerajinan tangan lainya.
Baru sekitar jam 7_an, Yumna baru turun ke lantai bawah untuk membeli sarapan. Namun saat sampai di lantai bawah, terlihat sepi sekali. Ia sudah tidak melihat siapapun. Pintu kamar ruang tamu juga sudah terbuka.
"Kemana pria itu? Ah, biarkan saja. Mungkin ia sedang olahraga," batin Yumna, lalu ia pun memutuskan pergi dulu untuk membeli sarapannya. Setelah selesai ia akan berangkat kembali untuk menemui pemilik tempat yang akan ia beli untuk butiknya nanti.
Namun saat ia kembali ke rumah lagi, ia masih tidak melihat Keenan. ''Apa dia sudah pergi? Dasar laki-laki yang tidak tau sopan santun sudah datang malam-malam, maksa nginep dan paginya pergi tanpa pamit!'' Gerutu Yumna.
"Eh, tapi baguslah kalau dia sudah pergi. Semoga gak balik-balik lagi ke sini dan gak gangguin aku lagi,'' ucap Yumna dengan senang.
Setelah selesai sarapan dan membersihkan diri, ia pun segera mengendarai dan melajukan mobil kesayanganya.
''Bagaimana Nak Yumna? Apakah tempat ini cocok untuk Nak Yumna?''
Yumna sedang berdiskusi dengan Ibu Xia sang pemilik tempat yang akan Yumna beli. Yumna tersenyum senang. Selain tempatnya yang strategis karena di dekat sebuah jalan raya, tempat itu pun tak jauh dari pasar dan sebuah Universitas ternama. Bahkan di sebrang jalan pun terdapat sebuah kantor besar DZ Group.
''Eh, tunggu dulu! DZ group? Bukankah itu perusahaan milik Keenan?'' 🤔.
''Iya Bu, saya sangat suka sekali. Lihatlah bu, di jalan depan banyak ibu-ibu dan para mahasiswa yang berlalu lalang melewati jalan depan. Jika saya tidak mengambil tempat ini, pasti nanti saya yang akan menyesal.''
Akhirnya Yumna dan Ibu Xia mengambil kesepakatan jual beli. Setelah selesai dengan urusannya Yumna berencana akan pergi ke toko roti Anita dulu. Setelah itu baru ia akan pulang ke rumahnya. Untuk mempersiapkan semua kebutuhan butiknya nanti. Kebetulan ia juga sudah mendapatkan dua karyawan yang akan membantunya nanti.
Setelah sampai di toko roti milik Anita, ternyata Arumi juga sudah ada disana.
"Hei kalian! Mengapa kalian jahat sekali. Tidak mau menungguku dulu. Tapi kalian malah sudah asik mengobrol bareng,"rengek Yumna.
__ADS_1
Melihat Yumna yang cemberut, Arumi pun menghampirinya. "Haduuuh Nanaku sayang sudah datang toh, sini ..sini cantik. Kemarilah sayang ku. Lagian aku juga barusan sampainya kok,"
Anita tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya itu. Ia pun pergi ke,dalam untuk mengambilkan coklat panas dan coffe dan beberapa kue untuk para sahabatnya itu.
Arumi sangat suka coklat panas, sedangkan Yumna dan Anita sangat menyukai coffe.
Setelah selesai menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang bersama sahabat-sahabatnya, Yumna pun pamit untuk pulang. Karena ia juga ada janji dengan dua karyawannya itu.
Saat mobilnya baru terparkir di halamannya, Yumna melihat dua karyawannya itu sudah datang dan menunggunya di teras. ''Waah kalian sudah datang. Maafkan aku ya karena terlambat pulangnya,'' ucap Yumna penuh sesal.
''Kami juga baru sampai kok kak,'' ucap salah satu dari mereka.
Dua orang karyawan Yumna adalah adik kelasnya. Tere dan Marisa. Mereka sengaja mendaftarkan diri setelah tahu kalau seniornya itu akan membuka sebuah butik saat beberapa hari yang lalu tak sengaja bertemu di kampus. Saat itu Yumna di undang oleh dosennya untuk memberikan inspirasi kepada adik-adik kelasnya.
''Ayo masuk dulu.'' Yumna segera membuka pintu rumahnya untuk mempersilahkan mereka masuk.
''Waah rumah kakak rapi sekali,'' Tere terlihat kagum karena dengan rumah Yumna yang terlihat rapi dan nyaman.
''Kalian tinggal di asrama?''
Tere pun dengan bersemangat bercerita. ''Iya kak. Dan apa kakak tahu, di asrama kami ada seorang teman perempuan lagi. Tapi dia sangat jorok sekali kak. Menaruh baju sembarangan, bungkus makanan asal dibuang. Dan yang lebih parahnya lagi, ia juga sering menyelundupkan pacarnya untuk masuk ke kamar kita kak,''
''Benar itu kak,'' Marisa juga ikut membenarkan ucapan Tere.
''Aaah...'' Pasti itu membuat kalian tidak nyaman sekali ya,''
''Yah mau bagaimana lagi kak. Mau ngekos tapi kami belum bekerja. Tapi untungnya kami bertemu orang baik seperti kakak yang mau menerima kami sebagai karyawan. Padahal kami belum mempunya pengalaman bekerja,'' ucap Marisa.
''Aku yang merasa beruntung malahan. Karena kalian bersedia untuk ikut bersamaku. Padahal kan aku juga baru mau memulainya,''
__ADS_1
''Kita sama-sama beruntung kak,''
Yumna tersenyum melihat semangat yang terpancar dari kedua gadis yang ada di hadapannya itu. Ia pun segera menjelaskan apa saja yang akan mereka lakukan kedepannya nanti karena hari mulai malam.
"Ok, berhubung hari sudah mulai malam dan juga pembicaraan masalah butik kita juga sudah usai. Kalian boleh pulang dulu. Mulai besok kita akan mulai bekerja. Nanti kalian bisa datang setelah kuliah kalian selesai. Dan ini, kuncinya kalian bisa pegang satu,''
Yumna menyerahkan kunci duplikatnya untuk di pegang oleh Tere dan Marisa.
Setelah kedua adik kelasnya pergi, Yumna pun naik ke atas untuk membersihkan diri. Jam di dinding sudah menunjukan pukul 9 malam.
namun saat ia akan duduk disofa ponselnya pun berdering ia melihat siapa yang gerangan yang menelponnya? ''Ternyata Anita,''
"Halo Ta," sapa Yumna.
"Na, ayah dan ibuku ingin berbicara denganmu,'' ucap Anita. Ia pun menyerahkan ponselnya kepada ayahnya.
''Halo Na, bagaimana kabarmu Nak?''
"Alhamdulilah Nana baik- baik aja kok Paman.
Bagaimana kabar Paman dan bibi di sana? " Yumna pun kembali bertanya.
"Alhamdulillah semua baik dan sehat Nak,
bagaimana rumah baru kamu? Dan kapan kamu akan main ke ruman paman? Karena Bibimu sungguh sudah rindu sekali sama padamu,''
"Iya, nanti jika kerjaan Yumna disini sudah berjalan lancar, Nana akan main kerumah paman,''
"Oooh... memangnya kamu bekerja dimana Nak?''
__ADS_1
"Nana tidak bekerja dimana-mana kok Paman, hanya saja Nana berencana akan membuka butik kecil-kecilan," ucap Yumna
mereka asik berbincang- bincang karna sudah lama juga mereka tidak ngobrol karna baik maupun Pamannya atau Yumna mereka punya kesibukan dengan kerjaan masing- masing.