
''Lepas?'' Hahahahahhaa......''
Gadis itu bergidik ngeri mendengar Sania tertawa. Bahkan ekpresi wajahnya seperti seorang sikopat. Kini rasa takut mulai menjalar di sekujur tubuh gadis itu.
''Sania benar-benar sudah gila! Aku tidak mungkin kan mati ditangannya malam ini?'' Batin gadis itu didalam ketakutannya.
Sania masih tertawa keras hingga tawanya seakan menggema memenuhi ruang toilet tersebut. Rupanya Sania sudah meminta seseorang untuk menaruh tanda toilet rusak di lorong yang menuju ke toilet tersebut. Dan lebih parahnya lagi toilet itu berada jauh di belakang sekolah.
''Aku tidak akan mendekati Fajar lagi. Kumohon Sania, lepaskan aku,'' rintih gadis itu yang masih menahan tali yang mengikat erat di lehernya sedangkan rambut saja juga di jambak oleh Sania.
''Anak pintar....'' Plak...plak plak.... Sania menampar pipi gadis itu hingga tiga kali sampai-sampai pipinya memerah dan ujung bibirnya mengeluarkan sepercik darah.
Gadis itu akan berlari namun karena sudah merasa lemas ia pun dengan mudah di tarik kembali rambutnya oleh Sania.
''San... Kumohon lepaskan aku. Aku berjanji, aku bersumpah tidak akan mendekati Fajar lagi. Kumohon.'' Gadis itu mengatupkan kedua tangannya memohon dan mengiba. Tampilan gadis itu sudah tidak karuan lagi namun ia tetap bersaha untuk menyelamatkan diri dari Sania.
''Baiklah, aku akan melepaskanmu tapi, ingat satu hal!'' ( Mendengar itu gadis itu pun memgangguk dengan cepat.) ''Jika sampai aku mendengar lagi atau melihat kau mendekati suamiku, aku tidak akan segan-segan membunuhmu dan juga........ Adikmu tercinta,'' Hahahahahahha...
''Kumohon Sania. Jangan kau sentuh adikku! Aku berjanji bahkan aku sudah bersumpah tidak akan mendekati Fajar. Kumohon percayalah San, jangan apa-apakan adikku,'' rintih gadis itu.
''Baiklah aku percaya padamu. Sekarang pergilah! Ingat saja janji dan sumpahmu itu.''
Sania pun pergi begitu saja meninggalkan gadis itu yang langsung luruh ke lantai. Pandangannya tidak karuan dan ia mulai menangis sejadi-jadinya.
...Flashback selesai...
...----------------...
Di sisi lain
Saat Yumna sedang asik bersenda gurau dengan para sahabatnya, ia tak sengaja melihat Fajar yang berada direstoran yang sama. Bahkan pandangan mereka sempat bertemu. Namun Yumna langsung mengalihkan pandangannya.
"Hei Nana, kamu sedang melihat siapa?" Anita menoleh ke arah Yumna memandang. Namun ia tak melihat orang yang dirasa mereka kenal.
Yumna yang tidak ingin sahabatnya tahu karena Anita yang super kepo itu, ia pun dengan segera menjawab
"Oh, aku tidak melihat apa-apa."
__ADS_1
Arumi yang juga ikut merasa penasaran, ia pun menoleh kebelakang dan benar saja! Arumi dengan cepat melihat ada seorang cowok yang sedang melihat ke arah mejanya terus.
Arumi pun bertanya pada Yumna
"Nana sayang, apa kamu mengenal pria itu?''
Anita yang mendengar Arumi menyebut seorang pria ia juga melihat ke arah pria yang terus melihat kearah mereka.
Yumna sebenarnya tidak ingin menceritakan hal tersebut karena tidak ingin Anita dan Arumi khawatir.
"Sebenarnya tidak terlalu kenal si, hanya saja kemaren aku sempat terlibat kecelakaan dengannya."
Mendengar ucapan Ayumna Arumi dan Anita sontak terkejut.
"Apa!'' Kecelakaan? Bagaimana bisa? apa ada yang terluka sayangku?'' Anita memeriksa dari atas kepala sampai ujung kaki Yumna.
Ya...karena diantara mereka bertiga, Anita dan Arumi memang sedikit konyol, cerewet, dan suka heboh sendiri. Tapi sangat menyayangi sahabat-sahabatnya.Dan sudah dianggap seperti saudara sendiri.
Arumi paling tua umurnya di antara Yumna dan Anita. Ia anak tunggal, ia juga dari keluarga yang berada. Tapi ia sering kesepian, karna tidak mempunyai teman ngobrol saat dirumah. Karena kedua orang tuanya sering perjalanan bisnis keluar kota bahkan keluar Negeri.
"Sudahlah jangan dibahas lagi. Mending sekarang bantu aku untuk cari rumah." Kata Yumna.
"Ok baby kita bakal bantu kok. Tapi ngemeng-ngemeng pria tadi tampan juga lo!'' Kaya oppa-oppa korea." Arumi menggerlingkan sebelah matanya menggoda Yumna. Apa lagi Arumi adalah penggemar berat drama korea juga musik-musiknya.
Terutama EXO!'' Wah dia bisa heboh sendiri saat melihat vidio mereka. Ommo apa lagi lihat secara langsung ya πππbisa- bisa dah kaya orgil deh alias ( orang gila).
"Iuuuh... apanya yang kaya oppa korea, orang kaya bocah gitu!" Ucap Anita.
"Good, betul sekali." Timpal Yumna.
"Ciuuuus ... memang kaya oppa-oppa korea ok. Tapi sayang kayanya dah punya pacar, lihat deh tu sebelahnya ada cewek kan? Mungkin saja itu pacarnya." Arumi mulai turun moodnya ketika pandangannya bertemu dengan tatapan Sania.
"Hedeeh πππ ni Mimi kumat deh kayanya. Apa dia lupa minum obat?" Canda Yumna.
"Iya sepertinya dia lupa minum obat." Timpal Anita.
"Hei kalian! Haaaaa ... kalian pikir aku gila apa,? obat apa coba yang dimaksud kalian hem?'' Ucap Arumi yang tidak terima. Ia pun mulai cemberut.
__ADS_1
Melihat ekpresi Arumi, Yumna dan Anita pun tertawa terbahak- bahak, melihat tingkah konyol sahabatnya itu.
...****************...
Untuk sementara Yumna tinggal dirumah Arumi. Ya itung-itung untuk menemani Arumi. Karena orang tuanya belum bisa ikut pulang kembali dari london. Karena urusan bisnis mereka belum selesai.
Padahal Yumna sudah diminta untuk tinggal bersama Anita oleh paman dan bibinya. Tapi memang Yumna itu, gadis yang mandiri, ia tidak ingin merepotkan paman dan bibinya. Karena mereka sudah banyak membantu Yumna.
Termasuk pembatalan pernikahan Yumna dan Alan. Dan cowok brengsek itu entahlah bagaimana kabar dia sekarang! Yumna pun sudah tidak peduli. Karena terakhir Yumna bertemu dengannya saat ia mengetahui hubungan Alan dan sahabatnya itu.
Dan minggu depan, rencananya Yumna akan mulai menempati rumah barunya. Kini ia sedang sibuk membereskan barang-barangnya.
"Nana, apa rencanamu setelah pindah?'' Tanya Arumi.
"Iya Na, apa kamu mau lanjutin kuliah lagi buat wujutin cita-cita kamu atau bekerja?'' Tanya Anita juga.
"Em.... apa ya, aku juga masih bingung nih. Pengennya kuliah lagi, tapi untuk sekarang aku pengennya buat usaha gimana menurut kalian?'' Jawab Yumna.
"Memangnya kamu mau usaha apa Na?'' Tanya Anita.
"Gimana kalau toko roti, biar sama kaya Anita Jadi aku bisa bandingin mana yang lebih enak rotinya." Kata Arumi yang doyan banget makan.
"Hedeh!" Anita dan Yumna menepuk kepalanya karena gemas dengan tingkah Arumi.
"Gimana kalau aku membuka butik kecil-kecilan? Bagaimana menurut kalian?" Tanya Yumna. Karena memang Yumna sangat suka mendisain baju.
"Setuju!'' Seru Anita dan Arumi hingga akhirnya mereka tertawa bersama.
-
-
-
Terimakasih untuk teman-teman yang sudah mau mampir dan membaca karya acak adul Mala. Sambil menunggu up selanjutnya teman-teman bisa mampir dulu di karya Mala lainnya yang sudah tamat
__ADS_1