
''Kemana sih Nita? Katanya jam 07.00 ia akan datang mengantarkan pria bayarannya. Tapi ini sudah hampir jam 08.00 tapi dia belum datang juga.''
Yumna melihat jam yang melingkar cantik ditangannya sambil mondar-mandir di depan pintu sebuah hotel dimana mantan Tunangannya itu sedang mengadakan resepsi pernikahannya dengan selingkuhannya. Tak lama kemudian seorang pria berjalan dengan terburu-buru melewati Yumna.
Yumna dengan sigap menangkap lengan pria tersebut dan tanpa bertanya Yumna langsung manariknya karena ia pikir pria itu adalah pria yang Anita sewa malam ini.
''Oh, apa kau pria bayaran yang akan menjadi suamiku malam ini? Kenapa datang terlambat,'' Yumna mengomel kesal. Sedangkan pria itu malah menatapnya sambil tersenyum.
''Kenapa malah senyum-senyum seperti orang gila saja. Nita tidak salah pilih orang kan? Aaaah.... Ya sudahlah! Lebih baik kita masuk dulu sebelum acara mereka berakhir.''
Yumna langsung menarik kembali lengan pria itu dan membawanya masuk ke sebuah ruangan yang sudah mendiang papanya sewa untul resepsinya saat menikah. Namum sayang, kini malah Alan menggunakannya dengan perempuan lain. Yang tak lain adalah sahabat Ayumna sendiri_ Silvana.
Terdengar bisik-bisik para tamu saat melihat Yumna menyeret lengan pria tersebut.
"Yumna!" Semua tamu yang hadir pun terkejut dengan kedatangan Yumna. Tak terkecuali Alan dan Silvana.
Yumna berjalan ke arah pasangan pengantin Alan dan Silvana dengan menggandeng seorang pria tampan bayarannya.
''Kaaau.....'' Alan tergagap melihat mantan tunangannya berdiri di hadapannya. Silvana yang melihat keraguan di hati Alan, ia pun langsung mengaitkan lengannya di tangan Alan.
Yumna tersenyum sinis melihat tingkah mantan sahabatnya itu. Tergambar jelas sekali ketakutan dari raut wajahnya.
''Untuk apa kau datang ke sini?'' Silvana menatap sinis Yumna.
''Ck...''
Namun Yumna sama sekali tidak menanggapi pertanyaan Silvana hingga membuat Silvana menggeram kesal.
''Hei! Apa kau tidak punya mata dan telinga ha! Apa gara-gara Alan tidak mau menikahimu sehingga membuatmu gila Yumna!'' Ucap Silvana dengan senyum liciknya. Ia mengira dengan berucap demikian orang-orang akan memandang Yumna sebagai seorang gadis yang depresi akibat ditinggal sang tunangan.
__ADS_1
''Apa kau tidak menyikat gigimu lagi Van? Sampai-sampai baunya memyengat sekali. Uuuh....'' Yumna mengibas-ngibaskan tangannya seakan menghalau bau yang tidak sedap.
''Kauuuu!''
''Sudah...sudah. Jangan ribut lagi! Lihatlah para tamu undangan yang melihat ke arah kita dengan tatapan yang aneh,'' bisik Alan di telinga Silvana.
''Cih....! Apa kau pikir bisikanmu itu tidak terdengar sampai ke luar hotel ha!''
''Yumna! Aku tahu kau masih tidak rela dengan keputusanku. Tapi aku sudah mengatakannya padamu kalau aku sudah tidak mencintaimu lagi. Aku mencintai Silvana, Na. Jadi, ( Alan mengatupkan kedua tanganya seakan memohon ) Jadi, aku mohon padamu tolong jangan membuat keributan di pesta pernikahanku,'' ucap Alan.
''Waah... Apakah benar putrinya Tuan besar Sulaiman sampai depresi hanya karena diputusin oleh pacarnya? Kukira ia adalah wanita yang terpelajar, tenyata hanya karena tidak terima diputuskan, sampai-sampai mau mengacaukan pernikahan mantannya,'' bisik para tamu.
Mendengar para tamu yang mulai berpihak pada dirinya, Silvana pun tersenyum penuh kebanggaan dan menatap Yumna dengan tatapan mengejek dan merendahkan.
Namun Yumna malah tersenyum. Ia kemudian berjalan ke arah sang pembawa acara.
Tes....tes.... tuk tuk tuk
( Yumna melirik ke arah pria yang ia gandeng sedari tadi. Karena Yumna belum mengetahui namanya sama sekali sejak pertemuan mereka di luar tadi. )
''Keenan Alvaro Aldiansyah,'' ucap pria tersebut.
(''Keenan? Bukankah ia Tuan muda Keenan Aldiansyah putra pertama mendiang Tuan Rudi Aldiansyah yang saat ini memegang perusahaan DZ group.''
''Ya, kau benar. Tuan Keenan menjadi pebisnis termuda dan tersukses saat ini. Bahkan kini sahamnya merambah di dunia para artis. Banyak dari merek mereka yang dipakai oleh artis-artis terkenal dan bahkan model international,'' bisik para tamu yang hadir di pesta itu. )
Yumna menggaruk tengkuk kepalanya. Ia menaikkan alisnya merasa bingung dengan keadaan di sekitarnya. Karena Yumna sendiri tidak mengenal Keenan jadi ia tidak tahu asal usulnya.
(''Waah Anita hebat sekali mencari orang yang pandai berbohong. Bahkan ia mengaku sebagai Tuan muda Keenan yang kata orang ia adalah pebisnis termuda saat ini,'' batin Yumna.)
__ADS_1
Pikir Yumna Keenan sangat ahli melihat situasi sehingga kebohongannya langsung dipercaya oleh orang yang hadir di pestanya itu. Yumna pun memberikan dua jempolnya ke arah Keenan.
''Kau pandai sekali berakting Tuan,'' ucap Yumna.
Keenan hanya tersenyum melihat ekpresi wajah Yumna yang terlihat sangat polos sekali pemikirannya. Bahkan mengira Keenan sudah berbohong.
''Eeeh..... Tunggu dulu! Jangan dengarkan ucapan mereka Tuan-tuan. Mana mungkin dia itu Tuan Muda Keenan Aldiansyah. Karena setahu saya Tuan muda Keenan itu sangatlah sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan sangat sulit untuk menemuinya. Jangan mudah percaya dengan ucapan mereka. Pasti dia itu hanya pria bayaran yang Yumna bayar untuk mengacaukan pesta pernikahan kami,'' ucap Silvana.
Para tamu pun mulai berbisik kembali dan membenarkan ucapan Silvana.
''Benar sekali, Tuan Keenan itu sangatlah sulit untuk di temui. Bahkan membahas bisnis penting saja diwakilkan oleh asistennya. Bagaimana mungkin ia hadir di pesta yang bahkan tidak ada hubungan bisnis dengan mereka.'' ucap salah seorang tamu.
Keenan tersenyum lalu mendekat ke arah Yumna.
''Oooh... Benarkah aku sesibuk itu?'' Ucapnya.
''Jangan berpura-pura lagi! Kau dibayar berapa oleh Yumna? Aku bisa membayarmu lebih jika kau mau mengatakan yang sebenarnya! Lagi pula Papaku itu salah satu manager di perusahaan cabang DZ group. Jadi kami tahu persis rupa Tuan Keenan,'' ucap Silvana dengan bangganya.
''Ooh benarkah kau sangat mengenalku? Tapi mengapa aku tidak mengenal kalian?'' Ucap Keenan dengan santai.
Yumna tersenyum mendengar ucapan Keenan. Ia tidak mengira Keenan bakal bisa sesantai itu menghadapi masalah yang ada di hadapannya. Padahal jelas sekali kalau ia bukanlah Tuan Keenan yang asli pikir Yumna.
''CK... tidak sadar diri! Satpam! Tolong usir mereka. Mereka telah mengacaukan pernikahan saya!'' Teriak Silvana.
''Tunggu dulu!'' Yumna menghadang kedua satpam itu.
''Yumna apa lagi? Apa kau tidak malu membuat keributan ini?'' Ucap Alan.
''Keributan? Ketibutan mana yang kau maksud ha? Hotel ini papaku yang menyewanya bukan kau ataupun keluargamu. Jadi yang harusnya pergi itu adalah kalian bukan kami,'' ucap Yumna dengan lantang.
__ADS_1
''Kauuuu!'' Silvana menujuk ke arah Yumna namun dengan segera ditepis oleh Keenan.
''Turunkan jarimu Nona! Atau kau akan tahu akibatnya nanti!'' Ucap Keenan dengan penuh tekanan sehingga membuat nyali Silvana tiba-tiba menciut.