Suami Kontrak

Suami Kontrak
Memaksa menginap kembali


__ADS_3

Ding ....dong....ding dong ...ding dong...


"Ya Allah siapa sih malam-malam gini bertamu ke rumah orang! " Gerutu Yumna.


Ding...dong...ding...dong ding dong......


Dan sekali lagi bel pintu berbunyi "Ya sebentar! " Yumna sampai berteriak agar orang yang bertamu itu tidak memencet belnya lagi.


Yumna pun segera mempercepat langkah kakinya. Rasanya ia ingin sekali memukul kepala orang yang sudah bertamu kerumahnya tengah malam. Sudah tidak tahu waktu, juga tidak sabaran.


Padahal Yumna sangat mengantuk sekali. Tadi ia baru selesai menelpon Pamannya sampai jam 11 malam. Dan baru saja ia akan memejamkan matanya, tiba- tiba bel rumahnya berbunyi.


Mana bunyinya kaya orang dikejar maling lagi. Eh, tunggu dulu ding. Bukan dikejar maling, yang ada kaya maling dikejar masa 😂😂😂😂😂...


Dan saat Yumna sudah di depan pintu, ia tidak langsung membuka pintunya melainkan mengintip dahulu dikaca jendela untuk berjaga-jaga. Ia takut jika yang datang bukan orang baik. terlebih lagi, ia seorang perempuan dan tinggal seorang diri.


Namun saat ia sudah melihat siapa yang bertamu malam-makam, betapa terkejutnya Yumna karena ternyata orang yang sudah mengganggunya malam-malam adalah Keenan.


Dengan wajah yang penuh dengan emosi, Yumna pun membuka pintunya, namun sebelum ia mengeluarkan kata-kata, Keenan malah langsung memeluk dan mencium keningnya hingga membuat Yumna seakan membeku ditempat karena terkejut. Dan setelah mekakukan itu, Keenan langsung nyelonong masuk begitu saja.


Yumna langsung tersadar seketika. Ia dengan segera menarik kerah baju Keenan.


"Eeeeeeeee ...... Mau kemana Tuan Muda?'' Yumna mendelik sinis menatap wajah Keenan.


"Eh, mau masuklah.'' ( Ucapnya dengan tampang tak berdosanya sambil cengir kuda.) ''Maaf kan Aku karena telat pulangnya. Soalnya tadi aku masih ada rapat dengan klienku,'' ucap Keenan dengan santainya.


Dengan emosi Yumna pun berkata "Aku gak tanya soal itu. Dan aku gak peduli kamu mau pulang kapan. Sekarang yang jadi pertanyaan ku ngapain kamu kerumah ku lagi? Dan tadi, Berani-beraninya kamu memelukku dan mencium keningku! Kamu pikir aku ini istrimu apa?"

__ADS_1


"Kalau kamu bersedia, aku juga tidak akan keberatan. Lagian, semua orang juga sudah tahu kalau kita ini pasangan bukan?''


''Kau! Aku gak mau tahu. Pokoknya malam ini dan malam-malam seterusnya kamu tidak boleh lagi menginap di sini! Sekarang keluar kamu dari rumahku. Dan pulanglah ke rumahmu sendiri,''


''Lo kan aku dari kemaren sudah menginep di sini. Jadi, tentu saja aku pulang lagi ke sini," ucap Keenan. Terlihat ia tersenyum tipis bahkan Yumna saja tidak mengetahui kalau ia sedang di permainkan olehnya.


"Pokoknya tidak bisa! Kan aku sudah bilang dari kemaren, kamu boleh menginep cuma satu hari doang. Lagian, tempat tinggalmu kan deket, sana pulang!" Usir Yumna sambil berusaha mendorong Tubuh Keenan.


Karena tubuh Keenan yang lumayan tinggi dan kuat, tentu saja Yumna tidak kuat mendorongnya hingga ke pintu keluar. Sungguh, rasanya tenaganya seakan terkuras habis saat ia berusaha mengusir Keenan.


Melihat itu, Keenan menghela nafasnya. Namun tiba-tiba Yumna ia pojokkan di tembok hingga tubuh Yumna berada di tengah-tengah antara kedua tangannya. "Hai Peri kecil. Aku juga kemaren sudah bilang kalau tempat tinggal ku sedang direnovasi. Maka dari itu, untuk sementara aku akan menginep di tempat di rumahmu,''


Akal Keenan memang gak ada habisnya. Dia pintar sekali membuat alasan. Ia sengaja datang malam-malam agar ia tidak diusir. Keenan sengaja memanfaatkan perasaan Yumna.


Yumna sudah jengah dengan kelakuan Keenan, akhirnya dia mengalah. Mendengar alasan Keenan, ia juga tidak tega jika harus mengusir pria itu. Apa lagi ini sudah sangat malam lagi .


Sedangkan Keenan, setelah membersihkan diri ia pun membaringkan tubuhnya dan terlelap ke alam mimpinya.


Ke esokan harinya keenan juga sudah bangun pagi-pagi sekali. Ia pun juga sudah selesai menunaikan kewajibannya. Hari ini Keenan berinisiatif memasakan sesuatu untuk Yumna. Karena hari ini ia tidak ada rapat dadakan. Tapi mungkin sorenya ia mungkin masih ada rapat penting .


Sedangkan Yumna, gadis itu sedang asik dengan dunianya yaitu sedang menghias beberapa aksesoris untuk wanita. Mungkin ia akan memasukkannya dalam daftar barang dagangannya nanti.


Rencananya semua barang hasil karyanya akan dipajang di butiknya nanti dan juga ia membuka jualan online juga.


Setelah selesai membereskan semua barangnya Yumna bersiap untuk berangkat ke butiknya.


''Hari pertama ya Allah semoga berkah, Mama Papa doa in Nana ya, Ma Pa. Semoga apa yang Nana lakukan dan usahain ini bisa sukses dan sesukses bisnis Papa dulu.

__ADS_1


''Nana punya keinginan untuk membeli kembali rumah kita Ma Pa. Doa in Nana ya." Kata Yumna sambil memandangi poto kedua orang tuanya lalu menciumnya sebelum ia meletakkannya kembali di nakas.


Namun saat ia menuruni anak tangga kepalanya terasa sakit sekali seperti ribuan jarum menusuki kepalanya. Alhasil semua barang yang ia bawa pun jatuh berserakan kemana-mana hingga mengagetkan Keenan yang sedang menata makanan di meja makan.


Keenan segera berlari mencari suara itu. Hingga matanya tertuju pada Yumna yang saat ini masih memegangi kepalanya sambil berpegang erat di pegangan tangga.


"Peri kecil!"


''Apa yang terjadi? Apa kau sedang tidak enak badan," ucapnya sambil membantu Yumna untuk duduk di sofa dulu.


"Oh, Aku tidak papa kok, mungkin hanya sedikit lelah dan kurang berstirahat," ucap Yumna.


"Ya sudah kalau begitu kau di rumah saja istirahat. Dan jangan kemana-mana dulu," Keenan terlihat khawatir melihat wajah Yumna yang pucat.


"Aku beneran nggak papa kok. Istirahat sebentar juga pasti akan hilang sakitnya. Setelah itu aku akan pergi. Soalnya aku sedang banyak kerjaan,'' Yumna tidak ingin menunda pekerjaannya. Apa lagi hari ini adalah pembukaan butiknya. Dan pasti kedua karyawannya itu sudah menunggunya.


''Apa tidak bisa di tunda dulu? Kau sedang tidak enak badan. Mengapa kau memaksakannya?''


''Tuan Muda, aku tidak sedang dalam mode baik ya! Jadi jangan ikut campur dalam urusan pribadiku. Ok!''


"Ya sudah. Terserahlah saja tapi aku yang akan mengantarmu, Ok!"Keenan ikut menekankan kata-kata seperti yang Yumna ucapkan.


"Itu tidak perlu. Aku bisa berangkat sendiri. Kau bisa melanjutkan kegiatanmu sendiri. Aku beneran gak papa kok, " ucap Yumna sambil dia memikirkan untuk mengalihkan perhatian Keenan supaya gak maksa buat nganterin dia ketempat kerja.


''Eh, aku seperti mencium bau wangi masakan. Apa kau sedang memasak?''


''Iya aku ta........'' Belum selesai Keenan mengucapkan kata-katanya ia langsung berlari kembali ke dapurnya. Yumna hanya menaikkan kedua alisnya melihat Keenan berlari seperti di kejar anjing.

__ADS_1


__ADS_2