
Satu tahun berlalu hubungan Yumna dan Keenan masih berstatus tunangan. Yang tadinya hanya sekedar Suami Kontrak atau bayaran, sekarang malah menjadi kenyataan.
Pertunangan mereka pun sudah diresmikan oleh semua pihak keluarga. Nyonya Eni sangat bahagia saat Keenan akhirnya meminta restu darinya. Bahkan ia sangat menyayangi Yumna dengan sepenuh hati. Ia juga sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri.
Sedangkan Sania, ia masih saja berusaha keras untuk mendekati Fajar. Namun anehnya ia juga sangat tidak rela kalau Yumna menjadi istri Keenan. Karena baginya, Yumna tidak ada apa-apanya. Bahkan Sania yang lebih dulu mengenal Keenan dan Fajar, lalu kenapa malah Yumna yang gadis rendahan dan kampungan yang mendapatkan hati mereka berdua.
Sudah berbagai cara ia lakukan, bahkan Sania pernah memberi obat perangsang pada minuman Fajar. Namun yang terjadi malah dia yang meminum minuman itu sendiri. Sampai-sampai ia kehilangan mahkotanya karna berhubungan dengan Dion yang saat itu tak sengaja melihat Sania seperti orang kesakitan dan terjadilah hal yang tak diinginkan itu.
Hari demi hari tlah berlalu. Keenan sudah merencanakan berbagai persiapan untuk melamar gadis pujaanya itu. Kini semua orang sudah hadir dipesta pembukaan cabang perusahaannya, disana sudah ada juga Fajar, Dion, dan Sania juga. Termasuk Anita dan Arumi.
Keenan mengajak Yumna untuk mendampinginya dipesta itu. Dan saat mereka tengah asik menikmati makanan yang dihidangkan, tiba-tiba lampu padam sehingaa membuat semua orang terkejut. Bahkan Yumna hampir saja menginjak kaki Keenan.
Lalu tiba-tiba salah satu lampu menyoroti ke arah seseorang yang saat ini berlutut di hadapan Yumna.
Yumna sendiri yang belum sadar dengan apa yang dilakukan oleh Keenan, ia masih bingung kenapa semua orang menatapnya?
Namun saat ia menoleh tepat di hadapannya, Yumna pun sontak langsung menutup mulutnya. Ia sungguh di buat terkejut oleh perbuatan sang Kekasih.
Di lihatnya Keenan kini sudah berlutut dengan bertumpu satu kaki setengah berdiri. Ya seperti yang di dalam Drama-dramalah. Bayangin aja gimana romantisnya mereka berdua ๐๐๐๐.
Ayumna Mikaila Pradibyo .......
Aku di sini bukanlah untuk diriku sendiri
Melainkan untuk dirimu
Yang suatu saat nanti akan menjadi prioritas dalam hidupku setelah Tuhan dan Ibuku
__ADS_1
Aku ingin Kau menjadi perhiasan terindahku
Yang kelak kan bersama mengarungi titian menuju Surga
Izinkan aku dengan segala perasaan yang dititipkan Tuhan ini membuat pengakuan.
Sudah sejak lama diri ini menyimpan rasa suka dan cinta terhadapmu
Aku hanya ingin menjagamu hingga halal bagiku menyentuhmu. Dan malam ini, aku ingin mengatakan dengan segenap kerinduanku. โDengan nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Jadilah pendamping hidupku.โ
Keenan pun mengutarakan seluruh isi hatinya dan meminta Yumna untuk menjadi pendamping hidupnya sampai maut memisahkan.
Yumna tak dapat berkata-kata lagi. Air matanya langsung lolos begitu saja membasahi pipinya. Dan dengan mantap ia menganggukan kepalanya dan berkata.
Lamaran ini merupakan bukti dari keinginan kuatmu dalam menjadikan saya sebagai seorang istri
Terima kasih telah memantapkan hati untuk melamar saya
Mereka pun berpelukan dan tepuk tangan yang meriah dari keluarga, teman-teman dan rekan bisnis Keenan.
Satu bulan kemudian....
Hingga hari yang sangat dinanti-nantikan bagi pasangan yang sedang dimabuk asmara ini. Tiga hari lagi Yumna dan Keenan akan melangsungkan pernikahan mereka.
Namun tiba-tiba hari ini ada kabar duka dari keluarga Sania. Ibunya meninggal dunia dan itu membuat Keenan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah Sania demi untuk memberi dukungan agar Sania diberi ketabahan atas meninggalnya ibunya. Bagaimanapun bagi Keenan, Sania sudah lama menjadi sekertarisnya.
"Kau akan pergi lagi?" tanya Yumna. Ya hari ini hari kedua setelah meninggalnya ibunya Sania dan besok adalah hari pernikahan Yumna dan Keenan.
__ADS_1
"Iya sayang. Maafkan aku ya?'' ( Keenan mencium kening Yumna ) Aku dan Fajar harus menemani Sania. Kasian dia masih dalam keadaan berduka dan Dion juga sibuk hari ini. Aku janji besok aku akan datang pagi-pagi sebelum ijab kobul ok sayang,'' ucap Keenan lalu mencium lagi kening Yumna.
Yumna pun hanya bisa pasrah meski hatinya sedikit cemburu dan tidak rela. Namun mau bagaimana lagi mereka bertiga sudah lama berteman. Apa lagi Sania juga sudah banyak berjasa bagi perusahaan Keenan.
Apalah arti dirinya? Meski besok akaรฑ menikah, tapi Sania jauh lebih lama mengenal Keenan dibandingkan dengan dirinya.
"Huuuuh.... ''sendiri lagi deh," gerutu Yumna sambil merebahkan diri di kasur dan melihat langit-langit kamarnya.
Dan keesokan harinya, semua sudah berkumpul sanak saudara Yumna juga Nyonya Eni dan Fajar juga sudah hadir.
Namun Keenan belum juga menampakkan batang hidungnya. Yumna dari pagi sudah sangat gelisah. Sebentar lagi acaranya akan dimulai, namun sang calon mempelai laki-laki tak kunjung tiba.
Yumna tak dapat berkata-kata hingga semua tamu yang hadir pergi meninggalkan gedung pernikahannya. Ia masih menangis dalam diam hingga tepukan dibahunya menyadarkannya .
"Nak, maaf kan putra Mama ya Nak. Mama sungguh sangat menyesal atas kelakuannya, Mama tidak tau kenapa dia bisa berbuat demikian. Apa lagi ini adalah hari pernikahannya," kata nyonya Eni lalu memeluk Yumna.
Yumna pun tak kuasa lagi membendung air mataku dan menangis dipelukan Nyonya Eni.
Fajar yang saat ini berdiri di samping Yumna pun tak kuasa menahan emosinya. Tangannya mengepal erat. Bahkan wajahnya sudah bersemu kemerahan akibat menahan emosi.
Yumna pun langsung berdiri dan mengambil kunci mobilnya lalu bergegas pergi ke rumah Sania. Bahkan ia masih dalam balutan busana kebaya pernikahannya dan melajukan mobilnya hingga kecepatan diatas rata-rata.
"Apa salahku padamu Ken? Hingga kau tega menyakiti hatiku seperti ini. Ini adalah hari pernikahan kita, hari yang slalu kita tunggu-tunggu dan kau! Kau malah lebih memilih sekertarismu daripada pernikahan kita!" Yumna menangis memukul-mukul setir kemudinya.
Hingga mobil yang dikendarainya sampai dirumah Sania. Rumah itu terlihat sepi dan tak berselang lama Dion pun juga tiba ditempat Sania.
''Terkejut''
__ADS_1
Itulah yang ada dipikiran Dion.
''Bagainana bisa Yumna ada di rumah Sania? Bahkan masih menggunakan baju pengantin. Dan bukankah ini hari pernikahannya?" batin Dion.