Suami Kontrak

Suami Kontrak
Kehidupan Yumna selama Di Negeri Orang


__ADS_3

"Sore Tante?" Sapa Riko.


"Selamat sore juga... Eh nak Riko. Kebetulan kamu datang ke sini. Kamu tolong bantu Tante buat bujukin Keenan supaya bangkit dari keterpurukannya ini ya nak? Tante sudah tidak tahu harus bagaimana. Melihat kondisi Ken yang saat ini sungguh membuat Tante sedih.''


Nyonya Eni sampai menyandarkan kepalanya di daun pintu. Air matanya kembali lolos membasahi pipinya.


"Iya Tante, kami datang ke mari juga bermaksud untuk menemuinya. Kami juga sangat mengkhawatirkan keadaan Keenan, Tante,'' ucap Riko.


"Terima kasih ya nak, Tante bahagia karena kalian masih peduli dengan putra Tante yang sudah banyak menyakiti hati sepupu kamu. Kalian naiklah ke atas. Biar Rio Tante yang gendong,'' ucap Nyonya Eni yang mengambil Rio dari gendongan Alana.


''Kalau begitu Riko naik dulu ya Tan,'' ucap Riko lalu bergegas pergi ke kamar Keenan. Sedangkan Alana, ia ikut duduk di sofa dan mengobrol dengan Nyonya Eni.


''Wah Alana, Rio semakin gembul saja ni," ucap nyonya Eni yang menciumi pipi Rio yang cabi dan menggemaskan itu.


"Iya Tan, Rio makin hari semakin aktif. Dan juga makannya mulai lebih banyak. Lihatlah Tan! Sampai-sampai pipinya seperti bakpau.'' Timpal Alana.


"Kamu ini ada-ada saja Al. Al, apa kamu tidak mau ikut naik ke atas? biar Rio sama tante saja. Tante mohon, kamu tolong ikut bantu membujuk Keenan ya nak? "


Melihat Nyonya Eni yang seperti itu membuat Alana tidak tega melihatnya. Ia pun memutuskan untuk ikut naik ke atas. ''Baiklah Tante, Alana akan ke atas dulu. Kami titip Rio dulu ya Tan permisi," ucap Alana sebelum meninggalkan nyonya Eni dan putranya.


Kamar itu tidak terkunci. Riko pun mengetuk pintunya namun tiada sahutan meski sudah berulang kali Riko mengetuknya.


''Apa Keenan tidak ada di dalam sayang?'' Tanya Alana yang melihat suaminya masih berdiri di depan pintu kamar Keenan.


''Entahlah. Tapi kata Tante tadi Ken ada di kamar.'' Ucap Riko.


Hingga akhirnya mereka pun memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar Keenan. Dan alangkah terkejutnya Riko dan Alana, saat mendapati Keenan sudah tergeletak dilantai sambil memeluk foto Yumna dalam keadaan tak sadarkan diri.


''Keenan!'' Teriak Riko dan menghampiri Keenan.


Mereka panik. Lalu Riko menyuruh istrinya untuk mengabari Nyonya Eni.

__ADS_1


Riko dan Alana segera membawa Keenan kerumah sakit. Sedangkan Nyonya Eni untuk sementara yang menjaga Rio. Semua orang pun menjadi cemas melihat kondisi Keenan yang semakin parah saja.


Tanpa terasa sudah satu minggu Keenan dirawat di rumah sakit. Dan syukurnya sekarang kondisinya mulai lebih baik dari sebelumnya. Walau ia masih saja diam dan kadang menangis memeluk foto Yumna.


Dokter mengatakan saat itu, Keenan mengalami kelelahan dan banyak pikiran. Sehingga mengakibatkan ia depresi. Apa lagi dalam kondisi mabuk dan jarang makan. Dan itu sangat mempengaruhi kesehatan tubuhnya.


...----------------...


Seorang gadis cantik tersenyum manis menghirup aroma harum bunga yang bermekaran di halaman rumah sakit.


Sudah satu tahun gadis itu tinggal di Negeri orang. Ia tinggal di rumah sakit dan menjalani perawatan demi kesembuhan penyakitnya itu.


Dan betapa senangnya ia karena kini gadis itu sudah diperbolehkan pulang setelah sekian lama berada di tempat yang penuh dengan obat-obatan itu. Meskipun ia sempat koma selama dua bulan lamanya setelah menjalani operasi.


Rasa sakit yang ia derita mungkin sudah sembuh. Akan tetapi rasa sakit di hatinya mungkin tak akan pernah sembuh, mengingat dua kali ia memgalami penghiyanatan.


Akankah cinta itu masih ada?


Nana, ya nama ini yang selalu ia pakai semenjak ia tinggal di london.


"Kabarku selalu baik Dok. Lalu, bagaimana kabarnya dokter sendiri?'' tanya Yumna.


"Seperti biasa Na, jadwal yang padat huhhh... ( Dokter muda itu membuang nafas lelahnya ) membuatku tidak punya waktu untuk berlibur." kata Dokter itu.


Dokter Samuel. Atau orang-orang lebih sering memanggilnya dengan sebutan Dokter Sam. Dokter Sam adalah Dokter muda berusia satu tahun lebih tua dari Yumna. Selama ini ialah yang menangi Yumna selama di rawat di rumah sakit ini. Sebenarnya Dokter Sam Dokter pribadi keluarga Arumi sahabat Yumna.


Namun karena permintaan Arumi akhirnya Sam_ lah yang menangi dan menjadi Dokter pribadi Yumna.


Yumna dan Dokter Sam pun berbincang-bincang sesekali perbincangan mereka membuat Yumna tertawa lepas.


Fajar yang melihat itupun menjadi lega, hatinya sedikit lebih tenang. Namun ada rasa sesak di dada yang entah mengapa setiap Yumna bercengkrama dengan lawan jenis membuat Fajar merasakan kesakitan di hatinya.

__ADS_1


Ia harus menyampaijan pesan dari kak Alana dan pesan itu tentang keadaan Keenan.


Fajar sebenarnya masih ragu untuk menyampaikan pesan itu. Ia takut, jika nantinya Yumna bersedih dan terluka lagi. Akan tetapi ia sudah berjanji untuk menyampaikannya pada Yumna.


"Semua keputusan ada ditangan Kak Yumna," batin Fajar.


Saat sedang asik mengobrol tiba-tiba Yumna dikejutkan seseorang yang dengan sengaja menutup kedua matanya menggunakan kedua tangannya.


"Tebak siapa aku?" Ucap Fajar.


Yumna mengerucutkan bibirnya yang membuat Fajar menahan gemas melihatnya.


''Tentu saja si cowok tengil pecinta balap," jawab Yumna.


"Ah, gak seru deh kak. Kenapa langsung tau? Harusnya kakak pura-pura menebaknya dahulu," kata Fajar. Dan akhirnya mereka semua pun tertawa bersama.


Hari sudah larut dan Yumna pun kini tinggal di rumah milik keluarga Fajar. Mereka sangat menyayangi Yumna. Fajar pun dengan telaten menjaga dan merawat Yumna selama ini.


Siang ini Fajar yang memasak makanan kesukaan Yumna. Bahkan ia meminta kokinya untuk tidak membantunya. Ia ingin spesial yang menyiapkannya sendiri.


Kini semua makanan sudah tertata rapi di meja makan. Fajar sedang membantu Yumna mendorong kursi rodanya.


''Waah, apa hari ini ada peringatan hari kusus?'' Tanya Yumna karena melihat banyak hidangan yang tersaji di atas meja.


''Tidak ada hari peringatan kusus. Aku hanya sedang ingin memasak banyak menu saja,'' jawab Fajar.


Di sela-sela makan Fajar bertanya dengan hati-hati. ''Kak, apa kau tidak merindukan kota kita?'' tanya Fajar.


Yumna segera menghabiskan kunyahan yang ada di mulutnya. ''Emm... Sejujurnya aku juga sangat merindukan kota kita, Fajar. Aku juga sangat merindukan kak Alan dan kedua sahabatku itu. Hanya saja, aku masih belum siap jika harus bertemu dengan kakakmu," ucap Yumna dengan pandangan sendu. Ia terlihat masih enggan menyebut nama seseorang yang pernah bertahta dihatinya .


"Kak, sampai kapan kamu akan begini? Ini sudah satu tahun lebih. Bahkan butikmu saja kini sudah sukses dan banyak cabang dimana-mana. Kak, apa kau sangat membencinya?''

__ADS_1


__ADS_2