
''Aaaah...... Rumahku!''
Mata Yumna melotot seketika melihat atas dapurnya yang terbakar. Rupanya Keenan sedang menggoreng mendoan. Tapi karena terkejut mendengar barang-barang yang jatuh, ia pun melupakan wajan penggorengannya. Alhasil sekarang api naik ke dalam minyak dan membakar barang-barang di sekitarnya.
Keenan segera menelpon pemadam kebakaran namun lama sekali belum juga tersambung.
''Apa yang kau lakukan ha! Cepat cari tabung pemadam!'' Yumna sangat kesal sekali dengan pria itu. Bagaimana bisa ia terlihat santai setelah membakar dapur rumahnya. Sedangkan ia sendiri sibuk membasahi handuk dan melemparkannya ke dalam api agar bisa padam.
''Aku sedang menelpon pemadam kebakaran,'' jawab Keenan yang belum juga menyerah dan masih terus menelpon.
''Bodoh! Kalau menunggu mereka yang ada rumahku tinggal abu nanti. Cepat segera ambil tabung pemadam! Jika tidak, aku yang akan melemparmu ke dalam api!''
Mendengar ucapan yumna, Keenan pun melotot dan ketakutan. Ia segera mengambil tabung pemadam lalu memadamkan apinya.
Setelah sekian lama bertarung dengan api, kini akhirnya semua apinya telah padam. Terlihat Yumna dan Keenan duduk bersandar di lantai karena kelelahan. Yumna menghela nafasnya melihat dapurnya menghitam. Lalu dengan cepat pandangannya ia arahkan ke wajah Keenan.
Sing......( Anggap suara tatapan Yumna )
''Ei! Kenapa kau memandangku seperti itu? Seakan ingin memakanku saja,'' Keenan tampak bergidik melihat tatapan tajam Yumna.
''Kau sudah membakar dapurku, tapi kau sama sekali tidak merasa bersalah bahkan tidak ada ucapan kata minta maaf sama sekali. Menurutmu memakanmu bukankah hal yang wajar jika kulakukan sekarang ha!''
''Kan aku juga tidak sengaja Na, tadi aku kan mau menolongmu saat barang-barang mu jatuh di tangga. Aku hanya takut kamu kenapa-kenapa,'' ucap Keenan yang mulai merasa bersalah.
''Sudahlah! Lebih baik kau bereskan barang-barang mu dan segera pergi dari rumahku. Aku tidak ingin saat aku pergi kau menghancurkan rumahku,'' ucap Yumna. Ia pun berdiri lalu pergi meninggalkan Keenan yang masih mengipasi dirinya karena kepanasan.
Keenan membuang nafasnya. Ia sungguh tidak mengira kalau niat baiknya malah berakhir sebuah bencana.
...----------------...
Yumna lebih memilih pergi ke butik barunya itu. Setelah sampai di sana, Yumna pun segera bergegas masuk karna hari ini adalah pembukaan pertama Butiknya. Ia telat dua jam lebih karna habis memadamkan api tadi.
Dilihatnya Tere dan Marisa sudah sibuk membereskan barang-barang dan mulai menata segala keperluan yang ada. Ada juga beberapa adik-adik juniornya dan beberapa teman relasinya yang akan ikut memeriahkan pembukaan butiknya itu.
__ADS_1
...''MINATA"...
("Yang artinya Arumi, Yumna dan Anita. Yumna sengaja mengambil nama panggilan mereka untuk ia jadikan sebagai nama butiknya. Karena ia bisa membuka butik itu juga tak luput dari campur tangan kedua sahabatnya itu.)
Hingga sore harinya Yumna pun berpamitan dengan rekan dan para karyawanya, namun saat ia akan menaiki mobilnya untuk pulang kepalanya mendadak sakit lagi .
Dan bahkan lebih sakit dari yang tadi pagi.
Yumna pun masih diam di dalam mobil sambil memejamkan kedua matanya berharap rasa sakitnya akan segera menghilang.
"Mama Papa," guman Yumna.
hingga sebuah ketukan dari luar kaca mobilnya terdengar.
Setelah ia membuka kaca mobilnya, ia terkejut bagaimana pria itu bisa tau tempat kerjanya.
"Kamu kenapa Na?"Terlihat jelas sekali betapa khawatirnya Keenan.
Yumna segera membenarkan ekpresi wajahnya. ''Aku gak papa kok. Cuma mau istirahat sebentar, ngapain kamu disini?" Tanya Yumna.
"Oh, la trus kenapa gak langsung pulang saja?"
"Kan mobil ku masih dibengkel. Bagaimana kalau aku ikut kamu saja. Lagian, kan kita satu rumah,'' ucap Keenan dengan santainya.
"Oh iya, aku lupa aku juga harus bicara dengan pria ini. Kapan dia akan kembali kerumahnya sendiri?" Batin Yumna.
"Ya sudah, masuklah! Kebetulan aku juga ada yang ingin kubicarakan denganmu," kata Yumna.
"Ooh..'' Dengan senang hati kalau begitu," kata Keenan. Padahal dalam hatinya sudah berteriak kegirangan, bisa semobil dengan gadis peri kecilnya itu.
"Eh tunggu dulu! Bukannya kamu ke sini tadi naik mobil ya?" tanya Yumna dalam hati. Karena dia juga sempat melihat Keenan keluar dari mobil berwarna merah mungil khas mobil cewek "Ah, mungkin mobil ceweknya," batin Yumna.
Setelah melajukan kendaraannya, Yumna pun memulai pembicaraannya.
__ADS_1
"Ekhrm, Tuan muda Keenan. Boleh aku tanya sesuatu," ucap Yumna.
"Tentu saja boleh. Apa saja yang ingin kamu tahu, tanyakan saja. Aku akan menjawabnya dengan senang hati," kata Keenan.
"Eh, tunggu dulu. Jangan-jangan dia mau nanyain tentang sania karna kan setiap dia lihat aku pasti ada sania," batin Keenan.
"Tunggu dulu, sebelum bertanya aku mau menjelaskan dulu sesuatu. Sebenarnya aku punya adik laki-laki satu. Dan dia mempunya tiga sahabat Dion, Sania dan Riko. Sania dan Riko sekertaris aku di kantor,'' ucap Keenan yang menjelaskan panjang kali lebar dah kaya rumus matematika saja.
Dan Yumna hanya ber O ria saja karena ia bingung, belum juga ia bertanya tapi Keenan sudah berbicara terus. "Dasar pria nyebelin!'' Gerutu Yumna.
"Bukan itu yang ingin aku tanyakan dan aku tidak peduli siapa saja yang menjadi sekertarismu itu. Makanya toh kalau orang ngomong itu didengerin dulu," Yumna benar-benar kesal karena dikiranya Keenan, ia sedang cemburu dengan gadis yang bernama Sania itu.
"Oh, bukan itu yang ingin kamu tanyakan? Maaf deh kalau begitu. Baiklah, sekarang aku bakal dengerin dan gak akan lagi memotong pembicaraan mu," ucap Keenan dengan senyum konyolnya itu 😑😑
"Kapan tempat tinggalmu selesai direnovasi?" Tanya Yumna.
"Entahlah. Aku juga kurang tau," jawab Keenan. Padahal renovasinya sudah selesai. Kan cuma mengganti pintu doang.
''Memangnya kenapa kamu bertanya tentang renovasi tempat tinggalku? Apa rumah mu juga akan direnovasi?''
''Renovasi gundulmu! Kenapa kamu cerewet sekali. Padahal aku hanya menanyakan satu pertanyaan saja,''
Padahal Keenan itu sangat irit sekali bicaranya tapi saat dirinya bersama Yumna cerewetnya minta ampun dah kaya emak- emak.
Karena memang Keenan tau kalau Yumna itu sangat sulit untuk diajak ngobrol. Makanya Keenan sangat gembira saat Yumna mau berbicara padanya.
"Sebenarnya aku tu mau tanya kapan kamu pindah dari rumahku? Aku gak enak jika dilihat tetangga karna kita tidak ada ikatan apapun dah tinggal satu rumah," kata Yumna mencoba menjelaskan namun ia juga berusaha berhati-hati agar tidak dikira mengusir Keenn. Padahal dalam hati iya benar-benar rasanya ingin Keenan cepat pergi dari rumahnya.
"O....'' Kalau begitu bagaimana kalau ditanya orang, bilang saja aku ngekos di rumah mu atau bilang saja kalau aku suamimu juga boleh,'' ucap Keenan sambil menggerlingkan matanya.
Yumna yang jengkel pun langsung menendang kaki Keenan.
"Apaan sih kamu? Jangan aneh-aneh deh.''
__ADS_1
setelah sampai di rumah Yumna maupun Keenan langsung masuk ke dalam kamar masing-masing.