
"Oh, kamu tolong jagain Rio tu dia lagi tidur. Kamu bisa sambil menonton tv sambil menjaganya. Sedangkan aku dan Yumna akan memasak makanan dulu.'' Ucap Alana sambil menyerahkan dot susu kepada Keenan.
Keenan menautkan kedua alisnya. Bagaimana bisa dia mendapatkan tugas menjaga anak kecil? ''Untung Rio masih tidur,'' batin Keenan.
"Ok kak, aku akan menjaganya dengan sepenuh hati dan jiwa ragaku,'' ucap Keenan.
''Astaga Na! Calonmu ini lebay sekali. Hahahahaa..... ( Alana tertawa mendengar ucapan Keenan ) ''Tapi tidak apa-apa. Hitung-hitung kau belajar agar kelak saat kalian mempunyai anak, kalian tidak akan terkejut,''
''Kakak!'' Yumna mencubit lengan kakaknya karena menahan malu. Pipinya sudah merah merona. Keen yang melihatnya pun sampai dibuat gemas olehnya.
Akhirnya para perempuan pun mulai sibuk memasak. Yumna dan kak Alana mulai membuat kue dan memasak makanan kesukaan kak Riko .
''Kak, apa kak Riko akan datang tepat waktu malam ini?" Tanya Yumna.
''Seharusnya ya Na, soalnya tadi kakak sudah memintanya pulang cepat.'' Alana pun mengambil ponselnya lalu mengirimi beberapa pesan kepada suaminya itu.
Akhirnya semua sudah selesai dan masakannya pun sudah rapi tertata dimeja makan, lalu mereka pun mulai bersiap-siap untuk memberi kejutan untuk kak Riko.
Tinggal menunggunya pulang saja tapi yang ditunggu-tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Kak, jam berapa biasanya kak Riko pulang?" Tanya Yumna.
"Entahlah Na, biasanya jam segini sudah pulang tapi juga nggak pasti Na. Soalnya kadang ia dapat lembur dari bosnya yang galak itu," ucap Alana.
"Galak kak?" Keenan mengulang pertanyaan Alana.
"Iya. Katanya Mas Riko, bosnya itu kadang nyebelin. Suka seenaknya merintah. Dan sering dibuat pulang telat.'' Alana menggerutu sebab itulah yang selalu suaminya katakan setiap Riko pulang terlalu malam.
"Kenapa nggak pindah aja kak kalau bosnya nyebelin? " timpal Yumna.
"Katanya gak bisa Na, selain itu dia juga masih temannya mas Riko. Padalah seringnya dikantor, dan jarang ada waktu untuk keluarga , kalau aku sebelnya itu Ry." kata kak Mueza.
Tiba-tiba ada perasaan tidak enak di hati Keenan.
__ADS_1
"Apa cuma perasaan aku ya? Kalau mungkin yang mereka maksud itu aku? π€π€π€ Tapi aku merasa aku kayaknya tidak senyebelin itu," guman Keenan.
Tak lama kemudian akhirnya yang tunggu-tunggu datang juga, dan taraaaaaaaaaa......
Bukan hanya kejutan untuk Riko saja. Karena Keenan maupun Riko mereka sama-sama sangat terkejut.
Dan benar saja dugaan Keenan.
"Oh gitu Ko, awas saja kamu. Berani-beraninya jelek-jelekin aku didepan sepupu calon istriku, " guman Keenan dengan tatapan tajam ke arah Riko.
"Habislah kau Riko," begitulah artinya karna Riko sudah lama berteman dengan Keenan jadi maklum tau semua gerak-gerik Keenan.
"Matilah aku," batin Riko. Bagaimana bisa Keenan ada di rumahnya? "Katanya lagi sibuk ngerawat tunangannya yang sedang sakit,"
"Eh, tapi tunggu dulu. Tunangannya yang sedang sakit? Apa tunangan pak bos adalah Nana?'' π£π£π£π£batin Riko.
Setelah acara tiup lilin dan makan-makan bersama. Kini mereka tengah berkumpul dihalaman sambil mengobrol.
"Ah enggak kok Yang. Hanya beberapa pekerjaan yang kemaren tertunda saja," jawab Riko yang harap-harap cemas.
''Aku mohon Yang, jangan tanya aneh-aneh lagi soal bosku. Atau kau akan melihat suamimu ini ada di afrika nanti,'' batin Riko.
Bulu kuduk merinding. Itulah yang kini dirasakan oleh Riko. Ia berharap istrinya tidak banyak bicara lagi.
"Oh ya kak, tapi ngomong-ngomong. Aku juga punya sekertaris yang namanya Riko juga." Ucap Keenan yang terus tersenyum misterius dan melirik ke arah Riko.
"Habis lah aku. Pasti malam ini aku akan tidur diluar," batin Riko yang harap-harap cemas mendengar perkataan Keenan.
"Oh yaa? Wah bisa kebetulan gitu ya namanya bisa sama?'' ucap Alan.
''Iya kak, cuma bedanya, Riko teman aku itu sangat takut sama istrinya.''
''Benarkah? Wah jarang sekali laki-laki zaman sekarang yang masih takut sama istrinya.''
__ADS_1
"Iya kak, apa lagi sekarang mungkin dia lagi merapalkan doa agar dia malam ini tidak tidur diluar," Keenan berkata dengan entengnya ia tersenyum melirik ke arah Riko.
Yumna pun seperti mengerti sesuatu.
"Apa kak Riko yang dimaksud teman sekaligus sekertaris Keenan di kantor ya?" batin Yumna
''Sialan si Keenan. Bisa tau aja kalau aku lagi mikir gitu," batin Riko.
"Looo...memangnya kenapa? Kok dia disuruh tidur diluar?" Ucap Alana yang belum faham kalau yang dibicarakan sebenarnya adalah suaminya sendiri.
"Dobllekill.... hahahha rasain kamu Riko. Siapa suruh tadi jelek-jelekin aku," batin Keenan yang tersenyum licik.
"Itu kak, katanya sih istrinya itu ribet, crewet, suka ngomel dan cemburuan gak jelas. Padahal katanya dia itu bekerja dikantor bukan selingkuh," Keenan memulai aksi jahilnya.
Yumna mencubit lengan Keenan. ''Keenan ini, dia nggak tau aja gimana kak Alana kalau ngamuk. Sepertinya bisa habis kak Riko malam ini," batin Yumna.
"Oh ya? Kenapa teman kamu itu gak ngejelasin aja kalau dia banyak kerjaan di kantornya. Kan gak perlu bilang-bilang kalau istrinya itu crewet," Alana mulai sedikit kesal. Tiba-tiba....
Mata Alana melotot sempurna. ''Sepertinya aku menyadari sesuatu," Alana langsung berdiri dan menghadap ke arah Riko.
Uhuk...uhuk..uhuk.... Riko terbatuk-batuk saat tatapan tajam istrinya mengarah padanya.
''Mas Riko, apa teman sekaligus bos kamu itu namanya Keenan?"Tanya Alana yang sudah bertolak pinggang. Karena ia sedikit ingat pernah beberapa kali bertemu dengan Keenan. Hanya saja karena terkadang ia sibuk dengan Rio putranya, jadi hanya sekilas-sekilas saja melihat wajah bos sekaligus teman suaminya itu.
Mau tidak mau Riko pun harus menjawab jujur pertanyaan istrinya. "Eh.. iya sayang. Dan bos aku sekarang ada didepan kita," jawab Riko sambil menunduk.
"Ooooo....'' Jadi yang tadi dibilang cerewet suka ngomel dan cemburuan itu aku! Ok fine. Mulai malam ini kamu tidur diluar," dan braaak kak Alana langsung pergi kemarnya dan menutup pintunya sedikit keras.
Keenan tertawa puas bahkan hampir saja ia terjungkal dari tempat duduknya. ''Hahahahahahahaha... Wah, roman-roman_nya ada yang bakal gak dapat jatah nih malam ini,'' ledek Keenan.
Riko memutar tubuhnya berbalik melotot ke arah Keenan. ''Awas kau ya,'' teriak Riko sambil yaaa bergelut ala lelaki. Tapi cuma bercanda ok gak serius-serius yang kaya pukul-pukulan beneran.
Dan mereka pun bercanda ria semalaman. Bahkan sampai rumah juga Keenan dan Yumna masih tertawa mengingat kejadian tadi di rumah Alana.
__ADS_1