
''Kak, apa kakak mengenal mereka? Mengapa sepertinya mereka sangat membenci kakak Senior,'' ucap Marisa.
''Dia adalah mantan calon mertuaku dan gadis menyebalkan itu adalah mantan sahabatku Sa,'' Yumna malas menceritakannya namun jika ia tidak menjelaskan pasti Marisa akan terus bertanya padanya.
''Biar aku tebak.'' Pasti mantan Tunangannya kakak berselingkuh ya dengan sahabat kakak itu? Iya kan kak? Pasti iya,''
Yumna hanya memutarkan kedua bola matanya dengan malas mendengar Marisa yang mulai menjadi detektif conan.
Hari yang melelahkan akhirnya akan berakhir. Yumna sudah membereskan barang-barangnya dan bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Namun sebelum itu ia membeli makanan dahulu untuk makan malam karena malam ini ia sedang malas untuk memasak.
Baru saja ia melangkahkan kakinya di pintu, tiba-tiba ponselnya berdering. ''Kak Alana? Tumben kak Alana menelponku. Ada apa ya?'' Ucap Yumna lalu jarinya menggeser tombol warna hijau.
''Hallo kak Alana,''
"Hei cantik, bagaimana kabarmu hari ini?''
"Selalu baik kok kak. Bagaimna kabar kakak dan Rio? Sepertinya kita sudah lama ya tidak saling menelpon,'' ucap Yumna.
"Kami juga baik Na. Bukannya aku gak mau menelponmu Na, kan kamu tahu sendiri aku jarang pegang ponsel Na. Na, Rio sekarang tambah gendut lo, Na,''
"Hehe iya ya kak, lupa Nana. Waah Rio tambah gendut ya kak? Nana jadi kangen sama Si baby Rio, kapan kira-kira kakak nyusul kakak ipar Riko?''
"Emm...'' Rencananya besok Na. Sekalian aku mau kasih kejutan buat suamiku, dan kamu tau kabar baiknya apa coba tebak?''
"What?'' Besok kak?''
''Iya Nana ku sayang. Besok kakak sama Rio bakal menyusul kakak iparmu. Dan selanjutnya kami mulai besok akan pindah dan menetap di kota bersama kakakmu Riko. Aku sudah dapat ijin dari mama," kata kak Alana.
"Waah, benarkah? Bagus dong kalau begitu. Besok kakak berangkat jam berapa? Biar Nana yang akan menjemput kakak,''
"Apa gak ngrepotin kamu Na?''
"Nggaklah kak. Nana malah udah nggak sabar buat ketemu kakak dan Rio.''
__ADS_1
"Ok kalau begitu. Hemm, besok sekitar jam 9 pagi mungkin sudah sampai bandara. Na, kakak mau siap-siap dulu ya. Besok kakak telpon lagi sebelum berangkat,''
''Baiklah kak, sampai jumpa besok. Dan hati- hati ya kak, salam buat Bibi dan si kecil Rio,''
''Ok Na, nanti kakak sampaikan salam darimu. Kalau begitu kakak pamit dulu ya Nana. Papay Nana?''
''Papay kak,''
Setelah telepon selesai Yumna pun masuk kamar mandi untuk berbersih diri dan istirahat.
Kak Alana itu anak dari kakaknya papanya Yumna. Sedangkan Anita anak dari kakak mamanya Yumna. Selama ini kak Alana tinggal bersama orang tuanya. Namun karena pekerjaan suaminya yang berbeda kota, jadi tinggalnya berpisah sementara. Hingga akhirnya kak Alana pun menyusul suaminya agar mereka bisa tinggal satu rumah kembali .
Paginya seperti biasa rutinitas yang biasa lagi bagi Yumna.
Tapi tidak untuk Keenan. Hari ini ia ingin menyatakan perasaanya pada Yumna. Bahkan Keenan sudah menyiapkan segalanya. Ia akan membuat sebuah kejutan di butik milik Yumna agar para rekan serta karyawan Yumna menjadi saksi ketulusan cintanya.
Keenan juga sudah meminta restu dari sang mama dan yang lebih membuat Keenan semangat ternyata sang mama pun menyetujuinya karena sudah menyukai Yumna dari pertama kali bertemu bertemu.
Flashback
''Mah, Sania itu menyukai Fajar. Lagi pula aku sama sekali tidak mempunyai perasan apa-apa pada Sania. Dan sebenarnya Keen sudah bertemu dengan peri kecil Keen Mah,''
Nyonya Eni tersenyum gembira saat mendengar penjelasan putranya. Selama ini ia berpikir kalau Keen tidak akan menikah karena selalu memikirkan peri khayalannya itu. Namun ternyata peri kecilnya itu bukan sekedar khayalan Keen semata. Namun nyata.
Flashback berakhir.
Kini Keenan sudah rapi dan duduk menunggu Yumna di meja makan.
Yumna seperti biasa tersenyum saat melihat Keenan dan menyapanya.
''Wah pagi-pagi sudah rapi sekali. Apa mau berangkat ke kantor?''
''Em.. Hari ini aku nggak ke kantor. Tapi hari ini aku putuskan untuk ikut kamu,'' ucapnya.
__ADS_1
"Lo? Kenapa malah mau ikut aku? Lagi pula hari ini aku sedang sibuk jadi lakukanlah kegiatanmu sendiri,''
"Terserah. Pokoknya aku mau ikut saja. Kan aku cuma bilang bukan minta ijin kakak...😝😝😝.
Yumna memicingkan matanya melihat Keenan dengan sebal. ''Kau benar-benar menyebalkan.'' Gerutunya.
Setelah selesai sarapan dan bersih-bersih rumah. Dan untungnya hari ini dibantuin oleh Keenan juga. Jadi kerjaan rumah Yumna pun cepat selesai. Sekitar pukul setengah 09.00 Yumna cepat-cepat bersiap-siap untuk pergi ke bandara menjemput kak Alana.
Setelah selesai saat ia akan pergi tiba-tiba ponselnya berdering dan kak Alana yang menelpon.
"Halo kak, ini aku sudah mau otw ke bandara,''
"Na! Sepertinya kamu tidak perlu datang menjemputku Na,''
"Loo kenapa Kak? Apa kakak gak jadi datang ke sini?''
"Bukan, bukan itu maksud kakak, kakak jadi pindah kevkota hanya saja kakak sudah di jemput sama papanya Rio.''
"Lah, katanya kemaren mau buat kejutan buat kak Riko. Kok jadi kak Rikonya tau kak?''
"Heem, ini semua gara-gara Rio. Rio bilang sama papanya. Jadi ketauan deh dan gak jadi kasih kejutan,''
"Oooh, ya sudah kalau begitu kak. Nanti aja aku main ke rumah kakak. Jangan lupa kalau sudah sampai kabarin ya kak?''
"Ok Na, see you 😚😚😚''
"Hehhe iya kak,'' Yumna pun mematikan sambung teleponnya. Dan saat ia akan berbalik, ia sangat terkejut karena Keenan tiba-tiba sudah berdiri dibelakangnya.''
"Kau ini apa-apaan si? Ngagetin orang saja! Ngapain berdiri dibelakang orang seperti itu?" Gerutu Yumna.
"Aku sudah berdiri di sini kok sejak tadi. Kamu sendiri saja yang gak sadar malah ngomel ke aku. Kalau sering ngomel nanti cantiknya ilang loo. Jadi keriput bagaimana?''
"Apa! Kau berani mengataiku keriput,'' Yumna langsung melempar sandal dan mendarat mulus di badan Fajar yang yang baru mulai berlari. Mereka tampak konyol setiap hari hanya ribut terus. Padahal kadang hanya masalah sepele.
__ADS_1