
Satu Minggu sudah Yumna menempati rumah baru nya. Ya walaupun tak sebesar rumahnya yang dulu. Hanya rumah yang sederhana namun terlihat sejuk karena ada taman kecil di depan rumahnya. Karna Yumna memang sangat menyukai tanaman. Ada beberapa jenis bunga dan beberapa sayuran yang ia tanam di samping rumah.
Rumah seperti itu adalah rumah impian Yumna, sederhana dan tidak terlalu mewah.
Hari ini, Yumna berencana akan pergi bersama sahabat-sahabatnya melihat-lihat tempat yang akan ia jadikan sebagai tempat butik kecilnya.
Sebenarnya, walau perusahan bangkrut dan rumahnya disita, Yumna masih memiliki beberapa properti dan sejumblah tabungan yang sudah di atas namakan dirinya sendiri. Termasuk apartemen yang pernah ditinggali oleh Alan.
Itu semua adalah peninggalan orang tua Yumna yang sudah mereka persiapkan sejak masih didalam kandungan. Orang tua Yumna sengaja sedikit demi sedikit mengumpulkan tabungan itu semua agar kelak bisa membantu putri mereka.
Ketiga gadis itu mengendarai mobil milik Arumi untuk menemui orang-orang yang menawarkan tempat yang akan Yumna beli nantinya. Namun hingga sore hari mereka belum juga menemukan tempat yang cocok untuk dijadikan sebagai butiknya Yumna.
Karena rasa lelah dan lapar ketiga gadis itu pun akhirnya istirahat dan makan ditempat biasa mereka berkumpul untuk meredakan rasa lelah dan lapar mereka.
"Oooo...capeknya haduuuh!"Arumi sampai berdiri di bawah kipas angin untuk menghilangkan keringatnya.
"Hedeeeh bocah satu ini. Mi, kamu dari tadi cuma duduk dibelakang sambil nyemil, sedangkan aku sudah nyetir seharian tapi gak ngeluh pun,''
''Kan di antara kita bertiga yang bisa nyetir kan kamu dan Nana, Ta. Nana melihat map, ya kamulah yang nyetir,'' protes Arumi.
''Kadang aku heran sama kamu Mi, anak orang kaya punya mobil sendiri tapi kok gak bisa nyetir. Lalu yang menjadi pertanyaanku tu mobil pungsinyq buat apa kalau kamu saja sukanya naik Bis dan Taxi kalau berpergian,''
''Yeee.... itu kan mobil hadiah kelulusan Ku Ta, jadi soal bisa nyetir atau tidaknya ya bukan salahku lah,''
''Hedeeh.'' Punya teman kok gini amat Ya Allah... Ya Allah. Lalu dari Mana kamu mendapatkan sim mu itu?''
''Dari Pamanku lah. Waktu itu aku minta kado untuk dibuatkan Sim setelah ulang tahunku yang ke 18. Nah waktu itu aku membuatnya dengan uji coba memakai sepeda listrik,''
__ADS_1
''Hedeeeh...'' Yumna dan Anita kompak menepuk jidat mereka mendengar penjelasan Arumi.
Meskipun Arumi sedikit lola, tapi kalau soal kesetiaan beeh jangan di ragukan lagi. Bahkan ia tidak peduli jika harus mengeluarkan banyak uang hanya untuk menyenangkan teman-temannya. Arumi sering di manfaatkan oleh teman-teman sekelasnya dulu. Untung saja ada Anita dan Yumna yang selalu menjaganya.
Yumna hanya tersenyum, melihat tingkah konyol sahabat-sabatnya itu.
"Baiklah, karna kalian udah mau nemenin aku seharian ini, kali ini aku yang traktir," ucap Yumna.
"Serius Na? Waaaaaah bahagianya," ucap Arumi dengan girangnya.
"Hei bodoh! Kan Nana baru mau mulai buka usahanya, masa kita dah minta traktiran si Mi. Lagian di antara kita bertiga yang dompetnya paling tebel kan kamu Mi,''
''Tapi sekarang dompetku tipis Ta,''
''Haah? Kok bisa?'' Ucap Yumna dan Anita dengan Kompak. Karena selama ini yang mereka tahu Arumi selau mendapatkan uang jajan yang lumayan dari kedua orang tuanya.
''Ya karena semua uangnya disimpan di kartu ATM. lihatlah! Tipis kan sekarang dompetku,''
''Baiklah.... baiklah! Kau simpan saja dompetmu itu. Hari ini biar aku yang traktir. Nanti kalau Nana udah buka kafenya dan sudah berjalan baik, baru deh bisa traktir kita-kita," ucap Anita sambil meninju pelan lengan Arumi.
''Auuukh,'' Sakit tahu Ta!'' Arumi cemberut sambil mengelus-elus lengannya yang tadi habis di tinju oleh Anita.
"Gak papa kok Ta, lagi pula aku sudah senang sekali karena kalian masih mau nyempetin waktu untuk menemaniku. Padahal kalian kan punya kesibukan sendiri. Aku sangat bersyukur tahu, kalian selalu ada tiap aku sedang kesusahan,'' ucap Yumna yang terharu dengan para sahabatnya.
"Oh Nana ku sayang. Ayolah, kami ini sahabatmu yang akan selalu ada saat kamu susah ataupun senang,'' Anita memeluk Yumna.
''Betul sekali. Bukan cuma saat senangnya aja,'' timpal Arumi.
__ADS_1
"Hei nona besar! Apa kamu hari ini salah minum obat? Tumben otak kamu jalan kali ini." Anita meledek Arumi karena terkadang pemikirannya bisa masuk akal juga.
"Kamu ini, aku ma selalu bener! Kamu aja yang gak pernah perhatiin dan slalu salahin aku," Kata Arumi yang pura-pura cemberut.
"Sudah-sudah, kok jadi ribut malahan! pokoknya kalian itu my best friend forever deh,'' Yumna langsung memeluk kedua sahabatnya itu.
Di saat mereka tengah mengharu biru di dalam pelukan tiba-tiba ''Bukannya Anita itu ibumu ya Na? Kok jadi sahabatmu selamanya?'' ucap Arumi dan langsung mendapatkan jitakan keras dari Anita.''Kau ini bisa tidak lolanya di pending dulu? Lagi momen bagus malah kumat,''
...----------------...
Setelah itu, Yumna langsung di antarkan pulang kerumah. Sedangkan Anita, malam ini ia akan menginap di rumah Arumi.
Baru juga ia masuki rumah dan akan menutup pintu gerbangnya, Yumna melihat seseorang yang tidak asing baginya.
"Bukankah itu laki-laki yang waktu itu ada di hotel?'' Batin Yumna yang tak sengaja melihat Keenan sedang asik mengobrol bersama seorang wanita. Dan wanita itu adalah wanita yang sama yang bersama dengan Fajar di restoran waktu itu.
"Ah biarlah, lagi pula itu bukan urusanku. Lebih baik aku bersih-bersih dan istirahat, besok adalah awal dari segalanya, dan aku harus semangat!'' Ucapnya.
"Semangat Yumna!" Ucapnya memberi semangat untuk dirinya sendiri.
Dan, di waktu yang sama Keenan pun tidak sengaja melihatnya juga. Ia sangat bahagia. Karna ternyata perempuan yang sudah membuatnya jatuh cinta tinggal di sebrang apartemennya.
Keenan tinggal di apartemen lantai 19. Tepatnya disebrang rumah Yumna, dan tadi dia pulang bareng dengan Sania, Karna mobil Keenan mogok. Jadi Sania mengantarkannya sampai di rumah. Karna selain kerja bersama di satu kantor, rumah mereka pun satu arah.
Malam hari pukul 21.00, Yumna merasa sangat lapar ia pun memutuskan untuk memasak mie saja. Lah maklum Yumna kan masih tinggal sendirian jadi ia masak pun sesukannya.
Setelah selesai memasak ia pun bersiap-siap untuk segera melahap mie buatannya itu. Namun saat ia sedang menikmati makam malamnya, tiba-tiba bel rumahnya berbunyi.
__ADS_1
"Siapa yang bertamu malam- malam" Batin Yumna
Namun saat ia membuka pintu rumahnya, ia dibuat kaget oleh sosok seorang pria yang sedang berdiri didepan pintu rumahnya. Dan dalam keadaan basah kuyup.