
Flashback On
"Tante saya bersungguh-sungguh akan bertanggung jawab atas kehamilan Sania tante, karna ini bukan sepenuhnya salah Sania. Akan tetapi salah saya juga yang tidak bisa mengontrol diri saya," ucap Dion yang mencoba menjelaskan dan sekaligus meminta restu dari ibunya Sania.
Namun Sania masih bersikeras menolak. Ia masih bersikeras bahwa ia tidak akan pernah menikah dengan Dion karna yang ia cintai adalah Fajar.
Ibu Sania sudah merestui Dion untuk bertanggung jawab atas anak yang dikandung oleh putrinya, Sania. Dan menasehati Sania untuk mengubur dalam-dalam rasa cintanya terhadap Fajar. Mengingat Fajar tidak pernah memiliki rasa apapun terhadap Sania kecuali hanya sebatas teman.
Namun Sania tetap pada pendiriannya dan akan membuat Fajar menikahinya dengan cara apapun.
Sontak malam itu terjadilah pertengkaran yang sangat hebat hingga menyebabkan Ibu Sania terkena serangan jantung dan meninggal.
Namun, bukannya bersedih, Sania malah dengan sengaja memanfaatkan kematian Ibunya demi menarik simpatinya Fajar. Tapi alhasil malah Keenan yang di minta Fajar untuk menemani Sania, sebab Keenan sedang menjaga mamanya.
Hingga malam sebelum pernikahannya, Keenan datang kembali ke rumah Sania. Karena Sania terus menelponya dan mengatakan, Kalau dia tak dapat tidur karna biasanya ia selalu tidur bersama Ibunya.
Sontak Fajar meminta tolong kepada Keenan untuk datang dulu kerumahnya. Awalnya Sania sangat kecewa terhadap Fajar, Namun Sania malah ingin memanfaatkan Keenan dan memberinya minuman yang sudah ia campurkan dengan obat. Alhasil kepalanya Keenan menjadi pusing dan mengatuk.
Setelah itu ia sudah tidak mengingat apapun lagi hingga terdengar suara keributan. Dan ia melihat Yumna menampar Sania dan memakinya.
Sebelumnya Keen tidak mendengar seluruh perkataan Yumna hingga tragedi penamparan itu. Dan pada akhirnya Keen malah memarahi Yumna dan mendorongnya hingga Yumna jatuh tersungkur di bawah meja. Bahkan kepalanya tergores oleh pinggiran meja.
Flashback off
Keenan mencoba mengingat kembali kejadian yang sebenarnya. Ia juga mendengarkan penjelasan yang sebenarnya dari Dion. Keenan benar-benar sangat menyesali perbuatannya sudah bertahun-tahun ia mencari peri kecilnya itu. Baru saja ia akan menuai buah kesabarannya, namun dia sendiri pula yang menghancurkannya.
Keenan bergegas mencari Yumna. Bahkan ia kini sudah berada di depan rumah Yumna. Namun langkahnya terhenti saat melihat rumah Yumna yang terlihat sepi. Keen pun masuk ke dalam. Kebetulan rumah tidak terkunci. Namun saat ia masuk, didapatinya sahabat Yumna Anita dan Arumi, juga sepupu Yumna yaitu kak Alana dan Riko.
Saat Keen akan melangkah masuk, ia langsung mendapatkan pukulan telak dari Riko. Riko yang sudah menganggap Yumna seperti adik kandungnya sendiri malah dilukai hatinya. Terlebih dilukai oleh sahabatnya sendiri.
Mereka sangat marah terhadap Keenan.
__ADS_1
Bahkan Anita tak segan menamparnya.
...Plaak.........
"Jika terjadi sesuatu pada Yumna, Kau! Kau akan mati ditanganku!" Ucap Anita lalu ia pun pergi meninggalkan rumah itu.
Kemudian disusul oleh Alana dan Riko.
Kini Keenan memasuki kamar Yumna. Dipandanginya potret dirinya dan Yumna yang tercetak besar berbingkai warna biru yang terpasang tepat diatas tempat tidur yang akan mereka jadikan sebagai kamar pengantin mereka berdua.
Namun semuanya telah hancur berantakan. Tangan Keenan mengepal kuat. "Sania, awas kau! Akan kubalas berlipat-lipat karena sudah membuat orang yang kucintai menangis dan terluka," ucap Keenan.
Lalu tubuhnya pun luruh ke lantai. Ia menangis sejadi-jadinya mengingat karena dirinya pulalah yang membuat wanita yang ia cintai terluka.
Di sisi lain...
Kini Yumna tengah menangis di taman. Ternyata ia tidak sendirian, namun ada Fajar yang kebetulan melihatnya lalu ikut duduk di samping Yumna. Setelah Yumna meninggalkan rumah Sania, ia menghentikan mobilnya di taman kota.
Fajar yang saat itu sedang mencari-cari juga keberadaan Yumna, tak sengaja melihatnya sedang duduk lesu dengan air mata yang membasahi pipinya.
''Aku akan mengantarkan kakak pulang. Ayo kak,'' Fajar memberikan tangannya agar Yumna meraihnya. Namun belum sempat ia berdiri sempurna, Fajar dikagetkan dengan jatuhnya Yumna yang tak sadarkan diri.
''Kakak!'' Dengan cepat ia membawa Yumna kerumah sakit.
"Apa! Penyakit kak Yumna kambuh lagi? Bukannya ini sudah sangat lama ya Dok? Dan bukannya kak Yumna sudah melakukan oprasi untuk pengangkatan tumor otaknya?'' Ucap Fajar.
Namun Dokter belum bisa menjawabnya.
"Lalu bagaimana keadaannya saat ini Dok? " tanya Fajar.
"Maaf Tuan, apa anda keluarga dari pasien ini?" tanya sang Dokter.
__ADS_1
''Tidak Dok, karena orang tuanya sudah meninggal, jadi kalau ada yang harus disampaikan katakan saja pada saya," ucap Fajar.
"Baiklah kalau begitu mari ikut keruangan saya. Saya akan menjelaskan semuanya tentang kondisi pasien saat ini," ucap Dokter.
"Baiklah Dok " Fajar pun mengikuti langkah Dokter menuju ruangannya.
Setelah sampai diruangan, Dokter kemudian mulai menjelaskan bahwa kemungkinan penyakitnya yang dideritanya dulu telah kambuh lagi.
''Apa lagi jika dilihat dari kondisi pasien, sepertinya dalam keadaan depresi.''
Penjelasan dari Dokter membuat Fajar lemah seketika. Hatinya terasa hancur saat melihat kondisi gadis yang dicintainya yang kini berbaring tak berdaya.
Sudah gagal dua kali saat akan menikah, bahkan orang tuanya pun sudah meninggal. Memikirkan semua itu, membuat Fajar tak dapat lagi membendung kesedihannya. ''Mengapa takdir sangat senang memainkan gadis yang dicintainya itu?''
Fajar pun bertekad akan membawa Yumna pergi ke London. Selain berobat, Yumna juga bisa menenangkan pikirannya untuk sementara waktu," pikir Fajar.
Soal Mamanya, ia akan menitipkan dulu kepada asistennya. Lagipula masih ada kakaknya juga yang akan menjaga Mamanya.
Dan hari ini ia pun sudah mengatur segalanya sekaligus berpamitan kepada Mamanya. Yumna yang masih dalam keadaan lemah, ia pun hanya bisa menurut pada Fajar.
...----------------...
Di sisi lain....
Kini Keenan tengah menangis sejadi-jadinya sambil memeluk foto Yumna, dan berulang kali hanya kata maaf yang terus ia ucapkan. Namun apalah artinya sebuah penyesalan yang sudah terlambat.
Sudah seminggu sejak kepergian Yumna, tapi Keenan masih saja merutuki kebodohannya dan terus mengumpati dirinya.Setiap harinya ia sering mabuk dan menjadi tak terurus. Bahkan urusan kantor pun Dion yang membantunya.
Meski kini ia sudah tinggal bersama Mamanya, namun Keenan selalu mengunci dirinya di kamar. Bahkan setiap makanan yang di antarkan tidak pernah ia sentuh kecuali Mamanya yang berusaha membujuknya.
Kamarnya pun sudah tak berbentuk hanya mendapat pencahayaan dari lampu kecil dan penuh dengan barang berserakan.
__ADS_1
Mamanya menjadi khawatir dengan kondisi Keenan saat ini. Hingga Riko dan Alana berkunjung kerumah Nyonya Eni.
Mendengar kabar Keenan yang sedang tidak baik-baik saja, Riko memutuskan untuk menjenguknya.