
Keenan tiba-tiba langsung menarik tangan Fajar ke luar. Yumna dan yang lainnya pun masih terdiam bingung dengan situasi yang tiba-tiba berubah suram.
''Ada apa dengan Ken_mu, Na?'' Arumi berbisik saat melihat ekpresi Keenan tadi yang tidak seperti saat beberapa jam sebelumnya.
Namun Yumna hanyak menggedikkan bahunya. Karena memang dia sendiri juga tidak tahu apa-apa. Tapi tiba-tiba Sania berkata ''Jika sampai kakak beradik itu berantem, aku tidak akan membiarkanmu bahagia!'' Ucap Sania sambil mengacungkan jarinya ke arah Yumna.
''Apa-apaan sih San? Jangan membuat kekacauan deh. Mereka hanya sedang membicarakan sesuatu mungkin. Jangan berpikiran yang macam-macam,'' Dion mencoba melerai emosi Sania yang siap meledak-ledak.
''Oi ABG labil! Apa-apaan kamu ini? Baru juga kenal udah mau menjalin musuh. Apa mau kupukul kepalamu!'' Arumi sejak tadi memang sudah kesal dengan ekpresi Sania. Hatinya berpikir ''Wanita ini bukanlah wanita yang baik-baik,''
''Udahlah Mi, jangan ikut membuat keributan. Kita tunggu saja Keen dan adiknya datang,'' Anita menarik tangan Arumi yang siap pasang badan di depan Yumna.
''Di, bagaimana kalau sampai mereka berantem?'' Sania masih tidak terima.
''Tunggu dulu? Sebenarnya apa maksud kamu? Mengapa mereka harus berantem? Bukankah tadi baik-baik saja?'' Yumna pun merasa penasaran dengan ucapan Sania. Yumna belum tahu jika kakak beradik itu sudah benar-benar jatuh cinta kepadanya.
...----------------...
''Kak!'' Fajar melepaskan tangannya dari cengkraman kakaknya.
''Fajar,'' Keenan mengambil nafasnya dalam-dalam.
''Apa wanita yang kau maksud itu adalah Yumna?'' Tanya Keenan tanpa basa-basi lagi. Ia sungguh tidak tahu harus berbuat apa jika benar Fajar mencintai Yumna. Ia sangat menyayangi Yumna namun Fajar juga adik kandungnya. Selama ini Keenan selalu menjaga Fajar dan mamanya. Ia tidak ingin Adik dan Mamanya sedih dan terluka.
Tapi jika harus merelakan perempuan yang ia cintai, apakah ia akan sanggup?
Fajar terdiam sejenak. Ia pun juga mengambil nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya dengan kasar.
''Iya kak,'' jawabnya. Hampir saja mendapat bogem mentah dari kakaknya, namun Keen segera menarik kepalan tangannya.
''Kakak tenang saja. Itu hanya cinta sepihakku saja. Aku lihat, Kak Yumna juga mencintai kakak dengan tulus. Aku tidak ingin menjadi pria yang egois. Selama kakak dan kak Yumna bahagia, aku akan dengan senang hati mendoakan kalian,'' ucap Fajar sambil memeluk kakaknya.
Meskipun mulutnya berkata demikian, namun hatinya terasa teriris-iris. Keenan membalas pelukan adiknya sambil menepuk pundak adiknya.
''Maafkan kakak yang egois,'' ucap Keenan.
''Kakak tidak bersalah dalam hal ini, tapi kakak perlu tahu, jika sampai membuat kak Yumna menderita, aku Fajar Aldiansyah bersumpah akan merebutnya dari tangan kakak dan membawanya pergi jauh dari hadapan kakak,''
''Kakak yakin, kau tidak akan mempunyai kesempatan itu,'' balas Keenan. Dan keduanya pun kembali masuk ke dalam lagi.
Setelah asik bercanda dan saling bertukar rindu akhirnya kini Yumna dan Keenan memilih untuk pulang. Di perjalanan ponsel Yumna terus berdering dan tertulis nama kak Alan.
"Halo Na?''
__ADS_1
"Iya kak?''
"Kamu lgi sibuk ya Na?" Tanya kak Alana.
"Enggak kok kak, tapi tadi aku habis ketemuan sama Arumi dan Anita.
''Ooh....'' Eh Na, ngomong-ngomong kamu masih di jalan apa sudah di rumah?''
''Aku masih di jalan kak, sepertinya sebentar lagi sampai,''
''Kalau begitu kamu ke sini ya sebentar saja, bantuin aku. Karena hari ini aku lagi repot sekali. Hari ini ulang tahun Riko,''
"Oh iya, ulang tahun kak Riko ya? Nana sampe lupa. Ya sudah kalau gitu aku akan pergi ke sana kak. Tunggu ya?''
"Ok Na, hati - hati dijalan ya. Aku tunggu,''
"Iya kakaku yang paling cerewet,''
"Dasar gadis nakal. Ya sudah kakak tutup teleponnya,'' Lalu panggilannya pun terputus. Yumna meminta Keenan untuk mengantarkannya ke tempat Alana.
"Siapa Bos!" Keenan pun segera memutar kemudinya. Karena ia penasaran juga. Setaunya Yumna anak tunggal dan ia hanya mempunyai sepunya yang bernama Anita tadi.
''Tapi ngomong-ngomong siapa itu Alana? Apa dia saudarimu?'' Tanya Keenan.
"Oh begitu. Dan tadi kamu disuruh ke rumahnya, dan yang ber_ ulang tahun, siapa yang sedang berulang tahun?''
"Oh, yang berulang tahun itu kak Riko suami kak Alan. Katanya sih suaminya mau dikasih kejutan,''
"Kok namanya sama kaya temenku Riko?''
''Oh ya? Bukannya temen kamu tadi namanya Dion sama Sania ya?''
''Itu temannya Fajar adikku, tapi kalau Kak Riko itu teman sekaligus sekertaris aku di kantor,'' ucap Keenan.
"Ooooo....Begitu. Mungkin namanya pasaran kali,'' kata Yumna dan mereka pun malah tertawa terbahak-bahak gara-gara hanya membahas soal nama.
Setelah menempuh perjalanan ya kira-kira setengah jam_ man. Akhirnya mereka sampai di rumah Alana.
...Tok..tok...tok......
''Kak!'' Panggil Yumna.
...Cklek.......
__ADS_1
Pintu pun terbuka...
"Nana... akhirnya kamu sampai juga sayang,'' ucap Alana sambil memeluk Yumna.
"Ayo masuk-masuk,'' Alana mempersilahakan Yumna masuk, namun matanya tertuju pada pria yang datang bersama Yumna.
"Hei Na, siapa cowok ganteng di sebelahmu itu?'' Tanya Alana dengan kepo.
"Oh iya, jadi lupa kak. Hehe kenalin ini Keenan Te....''
Belum selesai Yumna bicara langsung dipotong oleh Keenan.
"Saya Keenan kak,'' Tunangan Yumna,'' ucap Keenan.
"Tunangan? Sejak kapan kamu bertunangan Na? Mengapa kakak tidak tahu?'' Alana mengernyitkan dahinya karena bingung.
Yumna pun ikut bingung mau jawab apa.
''Nanti Nana jelaskan kaka,''
"Oooo.... Ok. Nana, kamu punya pacar gak bilang-bilang sama kaka ya,''
''Maaf kak, sebenarnya pertunangan ini juga mendadak. Bahkan aku belum memberitau paman dan yang lainnya juga,''
"Sebaiknya kamu nanti segera bilang saja secepatnya sama paman Bayu dan bibi Cindy. Kalau papa dan mamaku, biar kakak aja yang bicara," ucap Alana.
"Iya kak, tapi Anita sih sudah tahu. Karena tadi kan kita sudah ketemuan. Nanti kapan-kapan saat aku datang ke rumah paman, aku akan bicara sama paman Bayu dan bibi Cindy.
"Tapi nanti kakak bantu aku bicara sama om Hans sama tante Risa ya," pinta Yumna.
"Iya...iya cantik. Ya sudah, ayo! Katanya tadi mau bantu-bantu,"
"Heheh jadi lupa kak, ayo kak kita mulai sebelum kak Riko pulang,''
"Eh tunggu dulu," ucap Keenan tiba-tiba yang membuat Yumna juga Alana berhenti seketika.
"Kamu jangan terlalu capek,''
"Iya...ya. Kamu ini cerewet sekali,'' ucap Yumna yang gemaz sama ke khawatiran Keenan.
"Lalu aku ngapain ini?'' tanya Keenan.
''Kamu...
__ADS_1