Suami Kontrak

Suami Kontrak
Si Menyebalkan "Keenan"


__ADS_3

Yumna sangat terkejut saat pria itu membalikkan badnnya. '' Kau!''


Namun pria itu malah tersenyum menunjukkan gigi-giginya yang rapi sambil mengacungkan jari membentuk huruf V.


Yumna mengerutkan dahinya ''Sedang apa kau di depan rumahku?"


Pria itu adalah Keenan. Pria yang pernah membantunya saat ia mengacaukan pernikahan mantan tunangannya dulu. Namun Yumna tidak mengerti. Mengapa Keenan tiba-tiba datang ke rumahnya?


''Maafkan aku yang harus mengganggumu malam-malam begini. Kebetulan, aku tadi ada di sebrang jalan. Tapi ban motorku bocor dan tadi tidak sengaja melihatmu saat masuk ke rumah ini,''Uucapnya.


''Lalu, kenapa kau datang ke mari dan kau! Mengapa kau bisa basah kuyup begitu? Apa kurang puas main air hujannya saat kau kecil?''


Ya, pria yang datang malam- malam bertamu kerumah Yumna dalam keadaan basah kuyup itu adalah Keenan. Entah apa yang dipikirkan pria itu. Namun Yumna enggan mempersilahkannya masuk, karena ia perpikir tidak baik memasukkan seorang pria malam- malam apa lagi ia tinggal seorang diri.


Lagi pula tadi Yumna juga melihat Keenan dengan seorang wanita. Di depan gedung apartemen mewah yang ada di sebrang jalan.


"Ada apa?" Tanya Yumna dengan wajah datarnya yang tak bersahabat.


"Kenapa aku tidak dipersilahkan masuk dulu? Aku sangat kedinginan karena tadi aku kehujanan. Lihatlah! bajuku basah semua. Apa kau tega melihatku seperti ini?'' Kata Keenan.


Jika dilihat lagi, Keenan memang sedikit menggigil, mungkin akibat terlalu dingin karena terkena air hujan.


"Huuuuh....'' ( Yumna membuang nafas kasarnya ) ''Sebenarnya apa yang sedang pria ini pikirkan?'' Batin Yumna.


"Maaf ya. Ini sudah malam. Lebih baik sekarang pulanglah! tidak baik cewek dan cowok dalam 1 rumah tanpa adanya ikatan apapun.'' Yumna tidak ingin meladeni pria yang tidak di kenal ( menurutnya ) Ia mencoba menjelaskan seramah mungkin dengan senyuman tipisnya supaya pria itu lekas pergi dari rumahnya.


Namun karena pintu yumna terbuka lebar Keenan malah dengan santainya nyelonong masuk tanpa dipersilahkan. Padahal sudah dilarang oleh Yumna.

__ADS_1


"Pria itu! Apa yang ia lakukan!" Gerutu Yumna sambil menepuk kepalanya sendiri. Yumna berusaha mengejar langkah Keenan yang tiba-tiba berlari masuk begitu saja ke dalam rumah.


Namun saat ia sudah melihat Keenan, Yumna terkejut karena "Hei! Apa yang kamu lakukan? Pulanglah saja ke tumahmu. Mengapa kau menyentuh makanan ku!" Teriak Yumna yang mendapati Keenan malah sedang menikmati mie yang baru selesai ia masak. Bahkan ia saja baru memakannya satu sendok.


"Aku sangat lapar dan rumahku jauh dari sini. Bukankah ini hanya sekedar semangkok Mie? Mengapa kau sangat pelit sekali?'' Ucapnya namun mulutnya masih terus melahap mie milik Yumna.


"Aku bener- bener bisa gila kalau pria ini tidak segera pergi dari rumahku." Batin Yumna.


Yumna membuang nafasnya perlahan. Ia berusaha mengatur emosinya. "Ya sudah, sekarang makan lah dahulu!" Keenan yang mendengar ucapan Yumna, ia pun tersenyum menang tapi kemudian.....


"Tapi setelah habis makanan mu, kamu harus segera pulang! Aku tau tempat tinggalmu ada di apartemen sebrang jalan kan? Jangan coba-coba membodohiku!" Ucap Yumna dengan tegas kemudian ia pun beranjak masuk kembali ke dapurnya untuk mengambilkan Keenan minuman.


Keenan yang mulutnya masih dalam keadaan penuh mendengar kalau ternyata Yumna sudah tau rumahnya, membuatnya tersedak seketika


Uhuk....uhuk.. uhuk...


"Bagaimana kau bisa tau kalau rumahku ada di dekat sini?" Tanya Keenan.


"Aku melihatmu tadi siang. Sudahlah, cepat habiskan makananmu dan segera pulang lah!"


Namun itu tidaklah membuat Keenan mematuhi ucapan Yumna. Karena ia sudah bertekad untuk mendapatkan hati dan cinta gadis yang sudah menyelamatnya dari kematian dan berhasil membuat ia merasakan apa arti dari cinta pertamanya itu.


''Tapi partemenku sedang direnovasi. Jadi aku malam ini nginap di sini saja," ucap Keenan dengan santainya dan seperti tidak memiliki dosa.


"Apa? Apa kau sudah gila ya. Pokoknya tdak bisa! pokoknya selesai makan kamu harus segera pulang ke rumahmu sendiri. Kamu tau kan? Tidak baik jika ada dua orang tanpa ikatan berada dalam saty atap yang sama. Apa kata orang nanti," ucap Yumna.


"Ayolah kak, malam ini saja. Aku janji, aku gak akan macam- macam. Aku juga tau kok kak, mana yang baik dan mana yang gak baik,'' Keenan masih berusaha keras merayu Yumna.

__ADS_1


''Kakak? Hei Tuan muda! Umur kita tidak jauh berbeda. Jangan memanggilku kakak. Lagi pula aku tidak pernah menikah dengan kakakmu,''


''Benarkah? Tapi mengapa aku merasa umurmu lebih tua dariku ya?''


''Apa kau bilang? Kalau berani cepat katakan lagi! Lihatlah bagaimana aku akan menendangmu keluar dari rumahku ini,''


''Habis dari tadi kau selalu marah-marah. Padahal jika kau tidak marah, kau itu terlihat imut dan cantik lo,''


''Aaaah! Terserah lah! Aku mau tidur! Awas saja kalau kamu berani macam- macam!'' Ucap Yumna dengan kesal. Ia pun berjalan pergi meninggalkan Keenan yang masih menikmati mie buatannya itu.


''Heei! Jangan pergi begitu saja dong. Lihatlah! Apa kau tega melihatku tidur dengan baju yang basah seperti ini?''


Mendengar ucapan Keenan, langkah Yumna pun berhenti seketika.


''Tu! Tidurlah di kamar depan dan jangan berisik! Ingat jangan menggangguku!"


"Oh, satu lagi, di lemari ada baju ganti buat kamu, Pakailah dari pada nanti masuk angin, bisa-bisa merepotkanku nanti." Ucapnya Yumna lalu ia pun berlalu pergi ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya.


"Aduh! Padahal aku sangat lapar sekali. Ini semua gara- gara pria itu! Aaaaaaa,,,, bener- bener nyebelin!" Gerutu Yumna.


Sedangkan Keenan, ia saat ini malah tersenyum penuh kemenangan.


''Aku berjanji akan merebut hatimu dan akan ku jadikan kamu istriku,'' ucapnya dengan bangga.


''Tapi apakah dia sama sekali tidak mengingatku ya? Ah nanti saja lah, yang penting sekarang aku harus bisa membuat peri cantikku itu jatuh cinta dulu padaku. Tapi bagaimana kalau tidak jatuh cinta? Tidak...tidak, pokoknya harus bisa! Mau nggak mau pokoknya aku harus bisa menjadikan Yumna istriku dan menjadi ibu untuk anak-anakku!" Ucap Keenan dengan semangat.


Setelah itu ia pun segera membereskan mangkoknya lalu bergegas pergi ke kamar untuk istirahat dan menjemput mimpi-mimpinya yang indah itu. Tanpa ia tahu, Yumna saat ini terus mengomel dan memakinya habis-habisan karena telah memakan mie terakhirnya.

__ADS_1


Setelah pindah, ia belum sempat berbelanja. Bahkan mie instan itu saja Anita yang membawakannya karena ada rasa baru.


__ADS_2