Suamiku Mafia

Suamiku Mafia
cinta pandangan pertama


__ADS_3

Alena yang baru saja menyelesaikan kuliahnya berlibur dengan kakaknya."Lena kapan kamu bakal nikah???"tanya kakaknya sambil menggoda lena, "ihh apaan sih kak"jawabnya dengan kesal "gimana mau nikah pacar aja gak punya" jawabnya sambil menatap kakaknya, "makannya cari pacar dong jangan tidur mulu kerjaan nya" jawab kakaknya mengejek "dih itu mah kakak yang kerjanya cuman tidur mulu" membalas ejekan kakaknya.


Di tengah-tengah pebicaraan mereka alena merasa lapar "udah ahh kak ngobrolnya aku laper" ucap lena sambil memegang perutnya "udah sana keluar cari makanan" ucap kakak "masa sendiri anterin dong" rengeknya "loe kan dah gede lena jadi beli aja sendiri" ucap kakaknya ketus "jahat banget sih" pergi meninggalkan kakaknya dengan kesal.


setelah selesai membeli makanan lene bergegas pulang karena takut bertemu orang jahat. saat hampir sampai di penginapan lena mendengar suara orang berteriak "Ahhhhh" "hah??? suara siapa sih tuh" tanyanya pada di sendiri, karena penasaran lena mencari arah sumber suara itu.


lena terus mengikuti arah sumber suara sampai akhirnya lena sampai di gudang tua. Di dekat penginapannya dia mengintip dari balik pintu dan melihat seorang laki-laki sedang mumbunuh seorang pria paruh baya. Tapi yang membuatnya kaget bukan karena melihat kejadian penbunuhan itu melainkan lena terpesona melihat ketampanan pembunuh tersebut. Ya pembunuh tersebut adalah Renhat Kusuma pembunuh bayaran no 1 di dunia, "wah ganteng banget" ucapanya sambil terus memperhatika wajah tampan Renhat .

__ADS_1


Renhat yang mengetahui keberaaan Alena menghapirinya,alena hanya diam membatu melihat Renhat. Entah kenapa tidak ada sedikitpun rasa takut di hati Alena walaupun dia tau yang ada di depannya sekarang adalah seorang pembunuh tidah ada rasa takut sedikitpun dihatinnya melainkan rasa cinta. Ya Alena jatuh cinta pada pandangan pertama pada Renhat.Entah apa yang di pikiran Renhat dia langgsung mencekik leher Alena.


Renhat menatap mata Alena dengan penuh kemarahan "ngapain loe disini" membentak Alena "gu..gue cuman gak sengaja lewat dan liat loe disini" ucapnya terbata-bata karean di cekik oleh Renhat."heh?!?!? loe pikir gue bakal percaya sama loe,lagian buat apa seorang cewek sendirian malem-maleh ke gudang tua" katanya sambil menyudutkan Alena." se...serius gue gak bohong" mulai kehabisan nafas dan kehilangan kesadaran,"heh?!?! ok gue percaya pegang omongan loe,kalok sampek ada yang tau soal ini gue bakal bikin hidup loe dan keluarga loe lebih buruk dari neraka" ucapnya menggancam Alena dan melepaskan cekikannya.


Alena jatuh lemas ke lantai dan berusaha mengatur nafasnya kembali.Alena mehadap ke atas dan menatap wajah Renhat "ngapain lor ngeliatin gue kayak gitu, jatuh cinta loe sama gue" ucapnya mengejek dan pergi meninggalkan Alena. Menunduk " iya gue jatuh cinta sama loe pada pandangan pertama" batinnya,Renhat berhenti di depan pintu dan berteriak "inget kata-kata gue tadi jangan sampek ada yang tau" pergi dengan cepat.


*di penginapan*

__ADS_1


"Alena kemana sih udah lama banget" khawatir dengan keadaan Alena yang dari tadi tidak bisa di hubungi, "apa gue cari aja ya???" bingung tidak mengerti apa yang harus di lahkukan sekarang. di saat bersamaan "Kak Vina" panggil dari depan pintu, "hah!! itu kayaknya itu Alena" bergegas berlari ke pintu dan membuka pintu "Alena"teriak kakaknya sambil memeluk Alena "loe dari mana aja sih gue khwatir sama loe,gue nelpun loe dari tadi tapi gak loe angat loe pengen gue kena serangan jantung apa karena khwatir sama loe" ocehnya sambil melepas pelukan nya. "Tenang aja kak Lena gakpapa kok" ucapnya untuk memenangkan kakaknya "mending kita masuk ke dalem dulu" sembari menarik kakaknya masuk.


Mereka pun masuk dan duduk di sofa "ok sekarang jelasin loe kemana aja dari tadi dan kenapa loe gak angkat telpun gue???" ucap Vina pada adiknya. " kak, kakak mau nanyak apa ngintrogasi aku sih?!? ucapnya sinis pada kaknya kerena merasa menjadi penjahat yang di introgasi oleh polisi. "udah jawab aja gak geles" ucap kakaknya ketus "iya santai aja kalik" ucapnya.Vina tidak sengaja melihat leher Alena dan melihat bekas cekikan Renhat tadi "Alena leher loe kenapa" tanyanya khawatir "ahh?!?! ini tadi di....di gigit nyamuk" ucapnya dengan ragu-ragu karena takut ketauan kakaknya "serius itu di gigit nyamuk???" tanya Vina yang curiga dengan sikap adiknya "iya beneran kak" berusaha meyakinkan kakaknya. "aduh gimana nih??? semoga aja kakak percaya kalok ini beneran karena di gigit nyamuk" ucapnya dalam hati karena takut ketauan kakaknya.


"yaudah sana ke kamar tidur udah malem" suruh kakaknya "heh?! kayaknya kakak percaya deh" batinnya "udah sama ngapain ngelamum di sini" ucap Vina "ahh..iya..iya" jawab Alena kemudian bergegas ke kamarnya. "hmm kayaknya ada yang aneh,terus tadi bilang mau beli makanan tapi mana makanannya???" ucapnya pada diri sendiri karena curiga dengan tingkan Alena.


*kamar Alena*

__ADS_1


"huh" menghela nafas "untung aja kakak gak curiga" ucapnya "hmm maaf ya kak aku gak belum bisa jujur tentang masalah tadi, aku tau kakak pasti bakal marah besar kalok tau aku jatuh cinta sama seorang pembunuh" ucapnya pada diri sendiri,Alena merasa bersalah karena telah berbohong pada kakaknya tapi dia juga tidak ada pilihan lain**.


__ADS_2