
Perbincangan dua orang itu usai saat mobil sudah dekat dengan tempat kejadian perkara, sang anak buah mafia, tak terlalu khawatir jika dia mendapatkan masalah saat berada di sana.
Orang-orang suruhannya sudah siap memberikan keterangan palsu.
"Tempatnya sudah dekat pak polisi," ucap sang pria.
"Oh ya, aku juga tahu," jawab sang polisi.
"Oke pak, aku turun di sini saja, soalnya saudaraku akan menjemput di daerah sini," cetus sang anak buah mafia beralasan.
"Oke, apa kau benar-benar merasa aman?" ungkap sang polisi.
"Aman pak, tinggal kita lihat bagaimana akhirnya, soalnya saudaraku memilih pergi setelah ada kejadian itu, mereka trauma."
"Oh, oke. Kau simpan kartu namaku jika ada hal buruk terjadi padamu, bisalah hubungi aku nanti," ujar sang polisi sambil memberikan kartu namanya.
"Oke, tidak masalah."
Beberapa menit berlalu, orang suruhan Barry berada di pinggir jalan.
Barry meminta mobil berhenti dan turun di tempat yang sudah di tentukan.
__ADS_1
"Pak terima kasih, nanti jika ada perlu, saya akan menghubungi anda," ungkap Barry sambil keluar dari mobil polisi itu.
"Oke siap!"
Barry turun dan melambaikan tangan ke arah polisi.
Setelah itu, Barry bertanya pada orang suruhannya," Apa jenazah istri Martin sudah di amankan?"
"Sudah, aku hanya meninggalkan jejak sisa pembakaran mobil saja, jenazahnya tak ada jejak lagi biar polisi itu paham, jangan berurusan dengan geng kami jika tak mau mati!"
Sang anak buah mafia begitu menggebu, dia tak sabar akan membuat drama selanjutnya.
Sebuah drama mengenai putri kepala polisi yang tewas terbakar api akan ramai pada saatnya, Falen yang cukup terkenal akan shock dan mendapatkan sambutan yang cukup riuh.
"Analisis kepolisian akan hancur serta penduduk kota akan lebih percaya pada kekuatan bos kita, lihat nanti bagaimana akhirnya!"
"Siap! aku juga menantikan waktu itu, waktu dimana Falen harus turun dari tahtanya dan memahami bahwa apa yang dia lakukan harus mendapatkan balasannya. Siapa suruh mengadili adikku tanpa dasar hukum yang jelas hanya Karena adikku seorang anggota geng, aku akan menuntut balas adikku!" Sang anak buah terlihat masuk ke dalam mobil orang suruhannya menuju tempat Martin yang akan dieksekusi.
Sebuah tempat yang cukup tersembunyi, di dalam hutan.
...
__ADS_1
Tempat eksekusi ...
Sang mafia terlihat sangat puas saat memberikan pelajaran pada Martin yang sudah siuman.
Terdengar bunyi pukulan yang cukup mematikan.
Martin babak belur di tangan sang mafia.
"Ini adalah akibat dari kau mengkhianati gadis itu, aku memang suami nya dan dia tak sekalipun selingkuh! aku yang menghabisi semua anggota keluarganya."
"Sialan! mafia kurang ajar! bagaimana bisa kau memaksa gadisku menjadi istrimu!" Martin yang masih merasakan getar-getar cinta untuk Brenda, sangat tidak terima ketika sang mafia mengatakan hal itu.
Lalu, sang mafia berkata," Cih! yang kurang ajar bukannya kau ya? kau harus mendapatkan hukuman!"
Sang mafia tidak mau basa-basi dia segera mengakhiri semuanya dengan meluncurkan timah panas pada dada serta kepala Martin.
Riwayat pria itu habis di tangan sang mafia.
"Hukuman bagi orang yang melakukan hal buruk pada istriku, Haha ... habis lah kau!"
Sang mafia terlihat sangat puas, dia menelpon anak buahnya," Segera datang di hutan tempat biasa aku mengeksekusi musuh, Martin sudah habis! aku minta singkirkan pria tidak berguna ini, secepatnya!"
__ADS_1
"Oke bos, laksanakan!"
*****