Suamiku Mafia

Suamiku Mafia
Permasalahan usai


__ADS_3

Sang mafia baru saja selesai bekerja dan mendapati kabar bahwa para musuh telah diatasi oleh seorang pria yang mengaku dirinya adalah sepupunya.


Pria itu datang menghadap sang mafia.


"Kakak, apa kabar?" ucap sang sepupu.


Mafia itu enggan menemui sang pria karena merasa tidak kenal.


Namun, saat sang mafia melihat tato yang di perlihatkan oleh sang sepupu, baru dia mempercayai bahwa orang itu adalah sepupunya.


"Charles! bagaimana kau bisa hidup? bukannya kau dan ayah ibu sudah di ban tai?"


"Aku berhasil lolos kak, orang mu datang padaku dan meminta untuk memantu. Aku segera memerintahkan semuanya untuk segera mengurus para musuh, alhasil saat ini kita bisa mendapatkan kemenangan."


"Apakah pembu nuh ayah dan adalah adalah polisi itu?"


"Iya, kau benar kak. Aku sudah melibasnya, tidak perlu khawatir lagi. Kau dan istrimu bisa pulang ke markas."


Saat dua orang itu berbicara, terlihat seorang pria tiba-tiba datang dan membawa istri sang mafia.


Dia menyandera Brenda.


"Sayang!" teriak sang mafia.


"Charles, apa ini?"


"Si a lan! dia berhasil lolos."


Sang mafia lalu berlari ke arah sang musuh yang siap menya ya t kulit sang istri, tapi sang mafia dengan sigap menjegal kaki sang penyandera, dia dan sang istri terjatuh, membuat sang istri terbentur.


Da rah mengalir dari balik rok sang istri.


"Anakku!!!"


"Kau juga telah membunuh anakku! jadi ini saatnya aku balas dendam!"


"Ke pa rat kau!"

__ADS_1


Sang mafia merebut pisau yang ada di tangan sang pria dan me nu su k an berulang kali tanpa ampun.


Pria yang ternyata seorang kepala polisi itu tewas tepat di depan kakinya.


Sedangkan sang mafia mengalami kesedihan mendalam karena telah kehilangan bayinya.


Dia dan Charles membawa sang istri pergi ke rumah sakit.


Letak rumah sakit cukup jauh, membuat sang mafia merasa khawatir.


Tiga jam berlalu, mereka bertiga sudah sampai di rumah sakit yang di maksud.


"Aku akan menjaga istriku, kau urus saja polisi itu!"


"Tapi kaka?"


"Aku tidak apa-apa."


"Oke, aku akan mengurus pria itu dan kau tetap menjaga istrimu."


Sang mafia menatap sang istri dari pintu yang ada jendela kacanya, dia tak kuasa menahan tangis karena sang istri yang belum juga siuman.


"Aku akan selalu bersamamu sayang."


...


Dua bulan kemudian ...


Sang istri sudah boleh pulang.


"Jaga istrimu Tuan, jangan katakan apapun mengenai bayi. Dia pasti akan bersedih.


"Oke dok."


Sang dokter tersenyum dan mengantar keduanya keluar dari ruang rawat.


"Terima kasih atas bantuan suster dan dokter, istri saya sudah boleh pulang."

__ADS_1


"Ya sama-sama, kami berharap Nyonya Brenda bisa segera sembuh dan segera pulih."


"Terima kasih dokter atas doanya."


Brenda dan sang suami keluar dari rumah sakit itu dengan perlahan.


Brenda yang masih berada di kursi roda hanya melamun saja dan sang suami mengajaknya berbicara.


"Sayang, kita akan pergi ke kota X, tempat dimana kita akan mendapatkan kehidupan baru yang lebih baik Kau tidak perlu bersedih lagi. KIta akn bahagia."


Sang istri hanya memandang lurus ke depan tanpa melihat wajah sang suami.


"Aku tahu jika anak kita sudah mati, aku tidak mau menjadi orang bodoh, suamiku."


Sang suami lalu memeluk tubuh istrinya.


"Maafkan aku Brenda."


"Ini bukan salahmu. Aku yang ceroboh."


Suasana menjadi sendu, sang suami memeluk erat sang istri dan terus meminta maaf, sang istri tetap memandang ke depan penuh kekosongan.


Brenda sudah memahami kehidupannya yang tidak baik-baik saja dan berkata," Bayi satu hilang, kita masih bisa membuatnya lagi." Snag istri sepertinya telah menerima kehilangan ini.


"Sayang? Apa kau tidak marah denganku?"


"Marah jika kau pura-pura tidak tahu apa-apa, aku sangat sedih saat anakku tiada, tapi aku lebih sedih saat kau menangis."


Sang istri tersenyum, kini dia dan suami siap berjuang menjalani kehidupan yang berat ini berdua.


Tanpa penyesalan.


Tanpa beban.


Mereka berdua akan bahagia dengan cara mereka sendiri.


*****

__ADS_1


__ADS_2