Suamiku Mafia

Suamiku Mafia
pacar?


__ADS_3

*Di kamar Alena*


Sampai di kamarnya Alena langsung mengunci pintu kamarnya dan menangis dengan sangat kencang.


"Kenapa kakak enggak mau ngertiin perasaan gue" Ucap Alena sambil menangis.


"Gue benci sama kakak, gue benci"Teriak Alena.


*Rumah Renhat*


Renhat baru saja sampai dirumahnya. Dia melihat seorang pria sedang berdiri tepat di depan pintu rumahnya. Pria itu sudah menunggu Renhat dari tadi. Ya pria itu Anggara Putra sahabat sekaligus orang kepercayaan Renhat.


"Ren loe dari mana aja gue dari tadi nungguin loe" Ucapnya pada Renhat seraya mendekati Renhat.


"Ngapain loe nunggin gue" Tanya Renhat


"Gue khawatir sama loe, tadi gue dapet laporan loe abis ngehajar anggota geng kita, loe ngapain sih ngehajar mereka, mereka kan anak buah loe juga" Anggara terus menanyakan banyak pertanyaan pada Renhat.


"Sstt" Renhat langsung membungkam mulut. "Loe bisa diem bentar gak sih biarin gue ngomong" ucap Renhat.


"Huh" Anggara pun menghela nafas pasrah. "Oke jelasin ngapain loe ngehajar mereka".


"Itu karena mereka makek nama geng kita buat ngeganggu orang-orang dan meraka juga tadi mau memperkosa seorang cewek" Ucap Renhat.

__ADS_1


"Jadi loe ngehajar mereka karena nolongin cewek? sejak kapan loe perduli sama hal kayak gitu" Tanya Anggara yang bingung dengan tingkah Renhat.


Renhat hanya diam dia mulai berpikir kenapa dia peduli dengan Alena bahkan sampai turun tangan sendiri membantu Alena.


"Udahlah gak usah dibahas lagi gue capek mau istirahat" Ucap Renhat kemuadian meninggalkan Anggara yang masih nampak bingung di depan pintu.


"Ehh tungguin dong" Ucap Anggara sembari ikut masuk ke dalam rumah.


Di ruang tamu orang tua Renhat sudah menunggu Renhat sejak tadi. Melihat kedatangan putranya Reina langsung menghampiri Renhat.


"Renhat sayang kamu dari mana aja mama dari tadi nungguin kamu sayang" Ucap Reina sembari menghampiri putranya itu.


"Ada apa sih ma?" Tanya Renhat


"Pah mama kan ngelakuin ini demi Renhat juga emang papa mau Renhat gak nikah,nikah" Ucap Reina membala diri


"Ya ampun mah Ren gak mau ya kalok disuruh ketemu cewek,cewek itu lagi" Ucap Renhat


"Ini tuh demi kebaikan kamu juga Ren. Lama-lama mama curiga kamu udah gak normal ya?" Tanya Reina dengan penuh rasa curiga


"Apaan sih mah Ren masih normal ya" Ucap Renhat


"Tenang aja tante Ren dah punya pacar kok" Ucap Anggara yang tiba-tiba muncul entah dari mana

__ADS_1


"Hah?! Serius Ren kamu dah punya pacar?" Tanya Reina dengan penuh semangat. "Akhirnya kamu punya pacar juga Ren, mama pikir kamu beneran udah gak normal karena bergaul sama Anggara mulu" Ucap Reina


"Ehh kok jadi gara sih tante" Ucap Anggara kebingungan


"Emang pacar kamu siapa Ren" Tanya Robert


Renhat hanya diem tanpa menjawab pertanyaan ayahnya karena jangankan pacaran temen cewek aja gak punya. Anggara yang menyadari tingkah Renhat langsung menginjak kaki Renhat untuk menyadarkanya.


"Auu... sakit?!" Ucap Renhat kesakitan


"Ehh kok kamu nginjek kaki Ren sih gara kan kasian rennya" Ucap Reina sembari mengajak Renhat duduk disofa


"Ya lagian si Ren jawabnya lama" Ucap Anggara membela dirinya. "Jawab dong Ren pacar loe siapa?" Memberi kode pada Renhat


Renhat yang menyadari kode dari Anggara langsung menjawab pertanyaan papanya. "Eee... adalah pah nanti juga papa tau" Ucap Renhat dengan agak gugup. "Eeee....udah dulu ya mah pah Ren mau istirahat dulu". Ucap Renhat lalu langsung menarik tangan Anggara menuju kamarnya yang ada di lantai dua. Kedua orang tua Renhat hanya diam membatu melihat Renhat dan Anggara pergi.


Sampai di kamarnya Renhat langsung menghujani Anggara dengan banyak pertanyaan. "Maksud loe apaan sih gara? Ngapain loe bohong sama mama? Loe kan tau sendiri gue gak punya pacar, jangankan pacar temen cewek aja gue gak punya" Ucap Renhat dengan panjang lebar.


"Sttt" Anggara langsung menempelkan jari telunjuknya di bibir Renhat. " Apaan sih loe" Renhat langsung menghempaskan jari Anggara dari bibirnya. "Ihh jauh-jauh deh loe dari gue, gue masih normal ya" Ucap Renhat. "Ehh gue juga masih normal ya" Ucap Anggara yang tidak terima dengan apa yang dibilang Renhat


"Itu demi kebaikan loe juga dari pada loe di suruh ketemu sama anak temen-temen mama loe" Ucap Renhat dengan santai


"Loe enak tinggal ngomong terus kalok mama suruh gue bawa pacar gue pulang gue mau bawa pulang apaan" Ucap Renhat dengan geram

__ADS_1


__ADS_2