
Bruak!
Terdengar jelas pintu itu di tendang dari arah luar.
Seorang pria bertubuh kekar memporak porandakan pintu besi itu.
"Siapa yang berani menyentuh istriku, dia akan tewas!"
Sang mafia membawa pistol ditangannya dan membabi buta melepaskan timah panas ke arah semua orang yang ada di depannya yang notabene adalah anggota kepolisian.
Tidak sampai di situ, setelah mereka sekarat, sang mafia masih saja menghujani tubuh mereka dengan timah panas tanpa henti.
Sang istri yang sangat takut, menutup telinganya dengan kedua tangan.
"Aku akan baik-baik saja, aku akan baik-baik saja." Sang istri benar-benar dalam kondisi yang syok berat.
Sang mafia kembali menghajar dua orang yang akan kabur karena tak bisa melakukan apapun selain itu, tapi sang mafia sudah bisa menyeretnya dan memasukkan ke duanya.
"Siapa yang ingin menodai istriku, coba katakan!" Sang mafia terlihat sangat garang, menyeramkan sekali wajah itu.
"Bukan aku, aku hanya menuruti apa yang dia katakan!"
Sang polisi benar-benar seperti tak berdaya.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa masuk? Di luar banyak orang yang berjaga?" Masih sempat juga bertanya polisi yang sudah ingin tewas itu, sang mafia menatap tajam ke arah dua orang anggota kepolisian yang benar-benar berada dalam masalah itu.
"Masih sempat bertanya? oke, aku akan menjawab setelah kau menjawab pertanyaanku!"
"Aku yang melakukannya, dia amat cantik dengan tubuh yang bagus. Awalnya dia yang menggodaku, dan kami pasti tergoda!"
"Istriku tidak mungkin seperti itu dan kalian jangan memberikan keterangan yang tidak ada kebenarannya."
Sang mafia sudah kehilangan kesabaran.
Dia segera menghabisi semua orang itu dengan satu tindakan.
Semua anggota kepolisian telah tiada ditangannya, sang mafia mendekat ke arah sang istri.
"Baby, kau baik-baik saja?"
Sang istri sangat trauma, dia marah.
"Baby, ini aku. Maraville, aku tidak akan membuatmu terluka!"
Sang istri memberanikan diri menatap wajah itu dan terlihat sangat terkejut kala mendapati, dihadapannya adalah sang suami.
Brenda memeluk tubuh sang suami.
__ADS_1
"Mereka lebih kejam dari mafia, Maraville. Tolong kau habisi mereka sebelum mereka menghabisi kita. Orang-orang itu juga mengatakan bahwa kepala polisi telah melakukan hal buruk pada kedua orang tuamu sehingga mereka tewas. Maraville, tolong aku!"
Melihat sang istri begitu ketakutan, sang suami merasa bersalah.
"Maafkan aku telah membunuh anggota keluargamu, aku akan menjagamu sampai akhir nanti."
Sang istri tiba-tiba saja pingsan.
Maraville membawa sang istri dari ruangan itu dengan penyamaran.
...
Di luar apartemen ...
Banyak anggota mafia yang tertangkap, membuat para polisi puas, tapi mereka tidak sadar jika seorang pria yang datang bersama seorang gadis dipelukkanya merupakan sang ketua mafia.
"Penjual susu? apa yang kau bawa?"
"Ada saudaraku di sini, dia sakit, aku akan membawanya ke rumah sakit."
"Oh, oke. Kau jaga dia baik-baik, karena ada seorang gadis yang menjadi tawanan mafia, kini sedang berada di bawah kendali kami. Aku rasa gadis itu akan membawa mafia itu datang dan menyerahkan diri."
Sang mafia tersenyum puas karena tidak ada mengetahui bahwa dia adalah mafia yang dimaksud.
__ADS_1
"Kalian bodoh, seperti dulu saat aku kehilangan kedua orang tuaku, kini mereka akan merasakan hal yang sama," batin sang mafia penuh rasa amarah.
*****