Suamiku Mafia

Suamiku Mafia
Hutan eksekusi


__ADS_3

Barry meminta anak buah suruhannya untuk segera mempercepat laju mobil karena sang bos sudah muak dengan tubuh pria yang tak bernyawa itu.


Alasan yang paling krusial adalah bahwa pria itu telah membuat istrinya merasa sakit hati dan tak mampu menahan air mata kesedihan itu.


Sungguh malang nasib Martin, harusnya dia mendapatkan kebahagiaan karena akan segera menikah dengan seorang gadis yang merupakan putri dari anggota kepolisian yang terhormat.


Namun, nasib si gadis yang menjadi mempelai bagi bagi Martin, tak ada bedanya karena sama-sama tewas tanpa jejak.


Drttt ... Drtt ... Drt ....


Dering ponsel dari gadget milik Barry kembali terdengar, pria itu kembali menatap layar ponselnya.


Di sana terpampang jelas ada nama sang bos yang melakukan panggilan telepon.


Dia langsung menjawab panggilan telepon itu.


"Halo bos! Aku sedang on the way menuju hutan, ini baru setengah jalan," ucap sang anak buah.


"Oke, aku tidak mau lama menunggu, kau segera gantikan aku, karena setelah ini aku harus mandi dan menemui seseorang yang sangat aku cintai."

__ADS_1


Suara sang bos terdengar sangat menyeramkan karena sang anak buah tak kunjung datang padanya, sang bos merasa sang anak buah terlalu banyak menghabiskan waktunya, padahal Maraville harus segera bertemu dengan sang istri tercinta.


"Oke bos, aku juga tidak ingin terlambat, hanya saja jalanan sangatlah tidak bersahabat," ucap sang anak buah yang merasa cemas jika sang bos marah, tapi nyatanya kecemasannya tidak terbukti kebenarannya.


"Hahaha .. . Kau sepertinya takut padaku?"


"T-tidak, hanya saja aku merasa aneh jika bos tidak marah dan kesal padaku, jadi aku mengira-ngira sendiri saja," jawab sang anak buah beralasan.


"Hahaha ... Ternyata kau lebih kurang ajar dari yang aku kira, cepat datang dan akan aku jewer telingamu!"


"Ampun bos!


Tut ... Tutt ... Tutt ...


Lalu orang suruhannya mengatakan," Aku tidak terlalu suka bos yang sok manis seperti itu, kesan machonya berkurang. Hm ... Apa mungkin ini semua karena istrinya yang sangat cantik itu?"


"Hus! jangan pernah mengatakan bahwa hal itu di depan bos karena akan mendapatkan masalah nantinya."


"Hehe, iya juga. Namun jika bos sampai mengetahui hal ini, berarti karena ulahmu!"

__ADS_1


"Hahaha ...sekarang aku bisa tertawa lepas oleh karena kau terlihat sangat lucu dan takut saat mengetahui bahwa bos memiliki sifat yang memang tidak ramah sama sekali. Ini harus di rayakan karena selama ini bos tak pernah lepas dari mengadili para anak buah yang banyak bicara."


"Iya kau benar juga, pengaruh nona itu memang sangat besar di dalam kehidupan bos kita."


"Ah sudahlah, daripada banyak bicara, lebih baik fokus menuju tempat dimana bos berada."


"Oke siap!"


Mobil yang dikemudikan oleh orang suruhan Barry terlihat mempercepat laju kendaraannya karena ingin segera sampai tempat yang cukup memiliki medan yang menantang.


Sebuah hutan yang biasa sang bos mafia gunakan untuk mengakhiri hidup para musuh, membuat perhitungan para mata-mata musuh, para pengkhianat serta tawanan yang tak mau ikuti aturan bos Maraville.


Bos Maraville cukup kejam memberikan pelajaran terhadap para musuh itu.


..


Beberapa jam kemudian ..


Mobil yang di kendarai oleh suruhan Barry telah sampai di area hutan eksekusi.

__ADS_1


Mobil itu perlahan masuk ke area hutan dan ada jalan yang tak bisa di lalui oleh mobil yang harus memaksa dua orang itu turun dari mobil lalu berjalan kaki.


******


__ADS_2