
"Layani aku!" ucap sang mafia.
Sebenarnya hal ini adalah wajar, karena apa yang sudah dilakukan keduanya menjadi suatu keharusan.
Sang mafia dan Brenda sudah menjadi pasangan suami isteri, jadi tidak menutup kemungkinan, harus menuruti apa yang di ucapkan oleh suaminya.
"Layani untuk apa?" tanya Brenda masih belum sadar sepenuhnya.
"Kau adalah istriku, sudah sepantasnya aku memintanya darimu!"
Sang mafia terlihat menunjukkan dia yang sebenarnya, tanpa basa-basi sang mafia yang sudah menganggap istrinya sah untuknya, mulai memprovokasi dengan satu tangan yang sudah bergerilya ke dalam tempat terdalam.
"Jangan kurang ajar kau!"
"Kau adalah istriku, mana bisamelupakan status ini?"
Sang mafia benar-benar sudah tidak tahan lagi karena sang istri benar-benar menggoda hasratnya.
"Baby, lakukan semuanya dengan baik, jangan menjadi seekor kelinci yang sok polos!"
"Biadab kau mafia!" teriak sang istri yang kini dalam pelukan pria mafia itu yang kebetulan memang menjadi suaminya.
Sang istri terus saja menghindar dari sentuhan liar itu, namun ikatan di kedua kaki dan tangannya, benar-benar membuat sang gadis tak berdaya.
"Semakin kau ingin lepas, aku akan membelenggu mu!"
"Pria sialan! aku bersumpah akan membuatmu menyesal!"
Sang pria membungkam mulut sang gadis dengan mulutnya lalu melakukan tugasnya sebagaimana seorang suami pada umumnya.
...
Tiga jam berlalu ...
"Kau masih bersegel ternyata, aku puas atas pelayanan mu."
Sang mafia lalu melepaskan ikatan tali itu dan mengusap air mata yang mengalir membasahi pipi Brenda.
__ADS_1
"Tidak perlu menangis lagi karena kau adalah cinta sejatinya tak pantas untuk mengalihkan air mata di pipimu! Kita akan selalu bersama setelah ini dan jangan pernah merasa sendiri!"
Sang mafia terus aja berbicara sendiri tanpa mempedulikan respon yang tidak ada timbal baliknya dari sang istri.
Pria mafia itu, memeluk tubuh sang istri yang seperti mayat hidup itu, dia bahkan ingin melakukannya lagi, tapi panggilan telepon membuatnya berhenti dengan segala kegilaannya.
"Baby, aku tak suka kekerasan sebenarnya, tapi kau yang memintaku untuk melakukan hal yang melampaui batas! tiga jam ini sungguh membuatku bahagia, jadi kau tidak perlu melakukan hal yang lain! tetaplah bersamaku."
"Aku tidak mau karena semua yang ku harapkan sudah kau hancurkan!"
Sang mafia, benar-benar puas dengan kebencian Maraville.
"Kau jawab panggilan itu karena sangat berisik!"
"Iya, juga jangan berisik baby, aku hujam lagi milikmu! kau mau, ha? kau akan meleleh dengan apa yang aku lakukan padamu seperti seorang gadis yang tetap mengingat setiap kesan pertama ini!"
"Masa bodoh!"
Sang mafia yang tersenyum kemudian berangkat dari ranjang, Dia terlihat mengambil ponsel yang ada di lantai karena entah mengapa semua menjadi berantakan ketika tidak melakukan olahraga wajib.
Sang mafia, duduk di ranjang kembali sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Halo, ada apa menelponku?" tahta sang mafia.
"Bos Maraville, kau ada janji denganku, apa kau lupa?" tanya sang penelepon.
"Astaga, iya tuan, maaf! Aku sedang menjadikan diriku sangat bahagia karena pernikahan yang baru saja berlangsung dengan hikmat. Jadi, apapun tanya tidak berkaitan dengan pesta pernikahan, Aku tidak terlalu menanggapinya maaf!"
Sang mafia, memang banyak pekerjaan saat ini tetapi tidak akan membiarkan dirinya menjadi orang yang sok sibuk ketiga benar-benar mendapatkan gadis yang ia cintai.
Dia sudah mendambakan pernikahan ini tetapi bisa-bisanya langsung pergi dan melanjutkan pekerjaan, bukan gayanya sama sekali.
Setelah benar-benar puas, di pasti bekerja tanpa perlu disuruh.
"Oh, aku dengar kau baru saja menikah, selamat atas pernikahanmu semoga kau mendapatkan kebahagiaan dengan istrimu, Oh ya apakah kau menikahi seorang gadis dari kalangan mafia? apa kau menikahi gadis biasa yang akan membuatmu terancam mendapatkan masalah?"
"Aku menikahi seorang gadis biasa yang sudah aku dambakan sejak beberapa tahun ini, saat aku benar-benar memilikinya, aku baru menyadari bahwa sudah banyak yang aku ambil dari istriku! sebuah kebahagiaan, keutuhan rumah tangga, kelengkapan anggota keluarga! dan semua hal yang menghubungkan dirinya dengan keluarganya!"
__ADS_1
"Jika aku boleh mengatakan sesuatu kepadamu, Apakah kau telah menghabisi keluarga gadis itu! atau Kau membiarkan dirinya masuk ke dalam belenggu minuman penuh hasrat? kau lakukan dengan cara apa?"
"Haha, tidak seperti biasanya kau selalu memberikan banyak petuah, sepertinya kau sangat ingin tahu tetapi aku tidak akan memberikan apapun, informasi apapun tidak akan aku ungkapkan kepadamu! Haha, nanti kau ceritakan ini kepada adikku! aku malas karena selalu ember!"
Sang tuan yang merupakan teman kerja sang mafia dalam dunia hitam, mencoba untuk mengingatkan ada perkerjaan yang harus selesai hari ini, dia mengkonfirmasi pada Maraville, tapi nyatanya sang mafia sedang bersenang-senang dengan istri baru.
Pernikahan yang baru saja terlaksana dengan baik merupakan neraka bagi sang gadis, tapi tidak begitu pagi sama suami yang sangat menginginkan cinta hadir dalam kehidupannya selama ini.
Percakapan dua orang yang sudah bekerja sama sejak lama kemudian berhenti, ternyata ponsel milik sang mafia baterainya habis.
"Sial, habis baterainya."
Sang mafia langsung meng-charge ponsel miliknya dan memutuskan untuk segera pergi ke kamar mandi karena ingin membersihkan seluruh tubuhnya agar tetap wangi ketika sang istri bangun nanti.
...
Saat sang mafia masuk ke dalam kamar mandi, sang gadis terbangun dan berusaha bangkit dari ranjang.
Dia meraih apapun yang ada di sekitarnya lalu benar-benar membuka mata.
"Aku tidak tahu apa yang ku rasakan saat ini, tetapi aku merasa sangat kotor! Tuhan, ampuni aku!"
Sang gadis berjalan dengan menahan rasa sakit di bawah sana, entah gempuran macam apa yang dilakukan oleh sang suami sehingga dia harus merasakan sakit seperti ini.
Dia tidak menyangka akan menjadi orang yang bodoh, dia tidak bisa membalas dendam, justru melayani pria gila itu.
Langkahnya kini telah mendekati arah kamar mandi, dia tidak kuat sepertinya dan ..
Bug!
Sang gadis pingsan.
Sedangkan di dalam kamar mandi, sang suami baru saja selesai melakukan sesi relaksasi di dalam bathup, lalu membilas seluruh tubuhnya di bawah air shower.
"Andaikan kau tahu baby, aku tak akan menyakitimu, tapi kau sangatlah menyebalkan, bagaimana bisa menolakku, membiarkan aku dalam kegilaan yang tak menentu! Brenda, aku harus menerimaku, bagaimana caranya, pokoknya kau harus jadi istriku dan tidak ada perlawanan! kita sudah menikahkan? Sialan! aku jadi gila, bicara sendiri!"
Sang mafia belum menyadari jika sang istri sedang pingsan di depan pintu kamar mandi karena ulahnya yang menggempur sang istri tanpa ampun.
__ADS_1