Suamiku Mafia

Suamiku Mafia
Kasus Brenda


__ADS_3

Sang anak buah 1 bernama Barry, kemudian berpura-pura bertanya kepada dua anggota kepolisian yang masih menginterogasi sang resepsionis.


"Permisi pak, maaf saya mengganggu sebentar," ucap Barry.


Dua orang anggota kepolisian itu, terlihat menatap Barry.


"Ya, ada yang bisa saya bantu?" jawab salah satu anggota polisi.


"Saya baru saja mendapatkan laporan bahwa ada mobil yang terbakar di jalan xxx, di sana belum ada siapapun, saya ingin ke sana karena ada saudara yang berada dekat dengan daerah itu. Apakah bapak bisa mengantar saya kesana?" tanya Barry.


Beberapa menit kemudian ponsel milik sang anggota kepolisian tiba-tiba berdering, polisi itu segera menjawab panggilan telepon.


"Halo, Ada apa tiba-tiba menelponku?" tanya polisi.1.


"Lapor pak! ada mobil yang meledak di jalan xxx, kamu sedang mengurus kasus ini karena di dalam mobil itu ada jenazah yang sudah terbakar hangus," ucap anggota kepolisian yang bertugas di kota itu.


Sang kepolisian lalu menatap wajah Barry," Apa yang kau katakan memang benar, Ayo kita ke sana!" pinta anggota polisi itu.

__ADS_1


"Tapi, bukannya kalian sedang menyelidiki kasus pembunuhan satu keluarga itu?" tanya Barry berpura-pura.


"Kami sudah menyiapkan beberapa anggota yang akan mengintai tempat ini, di saat ada orang yang mencurigakan bisa segera diamankan!" ucap anggota kepolisian membuat Barry tersenyum smirk.


"Oke, bisakah aku ikut denganmu? saudaraku sangat ketakutan karena tempat kejadian itu dekat sekali dengan rumah saudaraku itu," ucap Barry beralasan.


Sang anak buah terlihat sangat senang karena rencana akan segera berhasil.


"Ya, kau ikut kami saja."


Barry terlihat cukup puas karena dirinya mampu mengelabui dua anggota kepolisian yang sebenarnya ingin membawa Brenda dan mengamankannya di kantor polisi lalu segera mengeksekusi sang bos mafia.


Mobil itu langsung tancap gas menuju tempat kejadian perkara.


Di sepanjang perjalanan ...


Barry yang sebenarnya tidak terlalu memperhatikan dua anggota kepolisian itu, tiba-tiba saja terkejut saat mendengar pertanyaan dari anggota kepolisian 1.

__ADS_1


"Hen, apa kau masih ingat beberapa tahun lalu?" tanya polisi satu, bernama Henri.


"Tentang dua orang yang menjadi anggota mafia?" jawab Henri.


"Iya, aku sudah bekerja di kantor kepolisian selama kurang lebih 20 tahun lamanya, tidak ada kasus yang rumit seperti ini, aku tak mau kehilangan rasa hormat orang-orang padaku, aku akan segera menyelesaikan kasus ini," ucap anggota 2, bernama Falen.


Falen merupakan senior Henri.


Bisa di bilang, Falen pantas mendapatkan posisi kepala polisi, tapi kenyataannya harapan itu tak jadi kenyataan.


Semua yang sudah ia perjuangkan, sirna sudah.


Satu hal yang masih dipegang teguh oleh Falen, dia akan tetap mengabdi selama masih di hargai, jika tak, dia akan melepaskan baju dinasnya lalu kembali pada pekerjaan semula, menjadi bos perusahaan yang sudah puluhan tahun di kelola oleh putra angkatnya, karena putra tercintanya harus hanyut di sungai saat berlibur di desa.


"Andai saja anakku masih hidup, dia pasti sudah sebesar kau bocah!" ucap Falen.


"Oh, apa dia mati?" tanya anak buah sang mafia.

__ADS_1


"Iya, dia hanyut di sungai dan hilang entah kemana, aku tak terima jika dia tiada, jadi aku masih menganggap dia hidup di dalam hatiku."


*****


__ADS_2