Suamiku Mafia

Suamiku Mafia
Ciuman Pertama


__ADS_3

Alena terus berusahan meminta tolong pada Renhat agar Renhat mau pura-pura jadi pacarnya. Tapi Renhay juga terus menolak menurutnya masih banyak orang lain yang bisa berpura-pura menjadi pacarnya Alena, kenapa harus dia yang harus membantu Alena dia tidak kenal dengan Alena.


Alena menyadari kehadiran sosok yang dia tunggu dari tadi sudah ada di depan kafe. Ya dia adalah Alvaro, Alvaro baru saja turun dari mobilnya. Alvaro yang melihat Alena ingin menghampirinya.


Alena yang sudah menyadari kehadiran Alvaro berusaha memutar otaknya untuk mencari cara membatalkan perjodohan ini. Tiba-tiba terlintah dah gila dalam pikiran Alena mungkin ini bisa dibalang cari mati, tapi mungkin juga cara ini bisa membuat Alvaro membaalkan perjodohan ini.


Alena langsung menarik jaket Renhat agar posisinya sedikit menunduk. Alena langsung mencium bibir Renhat. Alena memjamkan matanya sedangkan Renhat membulatkan matanya karena kaget. Anggara yang sedari tadi ada di sana langsung menganga melihat Alena mencium Renhat. Begitu juga dengan Reina yang sedari tadi memperhatikan putranya itu, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Reina tidak ingin kehilangan moment ini dia langsung mengambil hpnya dan langsung memfoto kejadian itu.


Alvaro yang melihat kejadian itu langsung mengurungkan niatnya untuk menemui Alena. Alvaro kembali masuk ke mobilnya dan segera mengirim pesan pada Vano.


Alvaro


"Vano gue gak bisa lanjutin perjodohan ini. Jadi mulai sekarang perjodohannya kita batalin aja."

__ADS_1


"Kenapa tiba- tiba?" Tanya Vano.


"Adik loe kan udah punya pacar nikahin aja dia sama pacarnya. Kenapa harus ngejodohin dia sama gue" Balas Alvaro.


"Pacar?, Alena gak punya pacar" Ucap Vano


"Terus ini apa" Ucap Alvaro. Alvaro mengirim foto Alena yang tengah mencium Renhat pada Vano. "Udah jelas kan jadi gak ada perlu kita bahas lagi" Tambah Alvano.


Vano yang melihat foto itu terkejut dan tidak percaya pada apa yang dia lihat. "Sial?! Kenapa bisa kayak gini" Teriak Vano.


"Apa-apan sih loe?!" Teriak Renhat. Alena hanya diam karena tidak tau harus berbuat apa sekarang. Dia tau dia salah karena mencium Renhat secara tiba-tiba apalagi mereka baru saja kenal tapi hanya itu cara yang terpikir di pikirannya untuk membatalkan perjodohannya.


Reina yang dari tadi mengamati mereka dari mobilnya terus tersenyum. Sedangkan Anggara dari tadi hanya mematung melihat kejadian itu karena selama Renhat tidak pernah dekat dengan wanita lain selain keluarganya. Jadi itu pasti ciuman pertama Renhat.

__ADS_1


"Maaf" Ucap Alena. Hanya kata itu yang bisa ia katakan saat ini. Renhat menatap tajam ke arah Alena. Renhat langsung masuk ke mobilnya dan tanpa mengucapkan sepatah katapun Renhat langsung melajukan mobilnya meninggalkan Alena dan Anggara yang masih diam mematung di tempatnya.


"Woii Renhat tungguin gue?!" Teriak Anggara saat kesadarannya kembali dan melihat Renhat meninggalkannya. Reina yang melihat Renhat sudah pergi dari sana juga langsung meminta supir melajukan mobilnga menuju rumah keluarga Kusuma.


Renhat melajukan mobilnya hingga sampai di sebuah danau. "Apa-apaan sih tu cewek, berani- beraninya dia ngambil ciuman pertama gue" Umpat Renhat. Renhat terus meluapakan kekesalannya di pinggir danau itu sampai terdengar suara panggilan telpun dari hpnya.


Kring...Kring...


Ternyata yang menelpunnya adalah Anggara. Seketika pula Renhat ingat kalau dia meninggalkan Anggara yang masih mematung di depan kafe tadi. Renhat pun segera mengangkat pangilan tersebut.


"Woi?! Renhat laknat bener ya loe ninggalin gue di sini?!" Teriak Anggara.


"Berisik loe mending loe cepet ke markas gue tunggu loe disana" Ucap Renhat. Renhat langsung memutus panggilan tersebut. Ia langsung masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya menuju markasnya.

__ADS_1


Sedangkan Anggara masih tetap mengumpat di depan kafe tersebut. "Wah sialan ni anak kalok bukan temen udah gue buang kejurang kalik ke jurang" Umpat Anggara. Setelah puas marah-marah Anggara langsung menuju markasnya.


__ADS_2