Suamiku Mafia

Suamiku Mafia
Renhat Kusuma


__ADS_3

***keesokan harinya*


Alena duduk melamun di kamarnya membayangkan wajah renhat, "Ya tuhan tu cowok ganteng banget kapan ya gue bisa katemu sama dia lagi" ucapanya sambil senyum-senyum sendiri. "Ehh iya gue harus cari tau siapa dia" ucapnya dengan penuh semangat dan segera berlari untuk mengambil leptopnya "heh jangan pangil gue Alena Putri Dinata kalok gak bisa menuin identitas cowok itu" ucapnya dengan penuh keyakin dan mulain mencari tau tentant Renhat.


*di luar kamar Alena*


Vina yang sejak tadi berdiri di depan pintu kamar Alena sangat heran melihat tingakah adiknya itu "tu anak kenapa sih senyum-senyum sendiri kayak orang gila" ucapnya keheranan "hmm apa..jangan-jangan di lagi jatuh cinta" ucapnya kaget menyadiri arti dari tingakah adiknya itu "gue harus kasih tau Vano tentang ini" ucapnya panik dan segera berlari ke kamar nya. ya Vano adalah kembaran Vina dan kakaknya Alena.


* Di kamar Vina*

__ADS_1


Vina bergegas menelpun Vano "aduh Vano angkat dong" ucapnya panik.Setelah beberapa saat akhirnya Vano mengankat telpunya " Ngapin sih loe nelpun gue gangu aja deh" ucap Vano kesal karena Vano sedang meating di kantor dan tiba-tiba Vina menelpun. " gue ada berita panting penting sekarang " teriak Vina pada Vano "ok santuy dong usah gegas, loe mau ngomong apa" ucapnya Vano yang mulai penasaran dengan apa yang akan di katakan Vina. "Alena...Alene dia..." ucapnya dengan panik. " hah?!?! Alena??? Alena kenapa???" ucap Vano dengan panik karena khawatir terjadi sesuatu pada Alena adiknya. "Alena kayakne jatuh cinta sama seseorang" ucap Vina. "Hah?!?! serius??? kapan??? kok bisa??? cowok dari keluarga apa??? baik gak??? cocok gak buat Alena???" tanya Vano pada Vina. ya Alena adalah anak kasayangan di keluarganya dan dari kecil dia selalu dimanja oleh semua anggota keluarganya termasuk kedua kakanya ini.


"santuy dong banget banget pertanyaan loe" ucap Vani pada Vano yang sedari tadi terus mengajukan bangak perlanyaan buatnya. " Ya udah jawab aja" bentak Vano "okok santuy dong ini baru mau dijawab, gue gak tau cowok itu siapa, dari keluarga apa,dan gak tau tampangnya kayak apa" ucapnya pada Vano " terus gimana kita bisa tau cowok itu cocok buat Alena apa gak? kalok dia salah pilih pasangan gimana?" ucapnya Vano khawatir. "tenang aja gue punya ide" ucap Vina dengan penuh percaya diri "hah?!?! ide apa?" tanya Vano yang penasar dengan ide Vina "gampang loe suruh aja orang-orang loe buat ngikutin Alena jadi kita bisa tau cowok itu siapa" ucap Vani." heh?!?! bener juga kata loe ok sekang gue bakal kirim orang buat ngikutim Alena" ucap Vano "ok kalok udah selesai gue mau balik meating dulu" ucap Vano sembari ingin menutup telpunnya "ehh tunggu dulu" ucap Vina yang mendadak inget tentang kejadian tadi malem. "kenapa lagi? " tanyanya pada Vina " sekalian suruh orang buat cari tau apa yang terjadi sama Alena tadi malem" ucap Vani " hmm ok " jawab Vano singkat kemudian menutup telpunya.


"huh?!?!" menghela nafas " semoga Alena gak jatuh cinta sama orang salah"Ucap Vani yang berharap agak adiknya bisa hidup bahagia dengan orang yang dia cintai.


"ahhh?!?! kenapa susah banget sih nyari identitas cowok itu" ucap Alena yang frustasi karena tidak mendapan apapun tentang identitas cowok yamg dia temui itu. " ok tenang gue gak akan nyerah semudah itu gue pasti bakal nemuin identitasnya gimanapun caranya " ucapnya dengan penuh percaya diri.


Setelah beberapa hari akhirnya Alena berhasil menemukan identitas cowok itu.

__ADS_1


"Yes,yes akhirnya gue dapat informasi tentang dia" ucap Alena dengan sangat senang dan dengan penuh semangat mulai membaca informasi tentang identitas Renhat. "hah?!?! jadi dia itu Renhat Kusuma pembunuh no 1 di dunia dan ketua geng mafia terbesar di dunia geng Naga Imperial" ucapnya kaget karena ternyata orang yang dia cintai adalah Renhat Kusuma orang yang terkenal kejam dan sadis. "huh hancur sudah harapan gue buat bikin di jatuh cinta sama gue" ucap Alena yang mulai merasa putus asa.


Alena yang sadar kalau dirinya tidak mungkin bisa bersama dengan Renhat mulai berusaha melupakan Renhat,tapi semakin Alena berusaha semakin sering Renhat muncul dalam pirikannya dan mimpinya. Alena merasa hampir gila karena terus memikirkan Renhat. Setelah pulang ke rumah Alena menjadi semakin bingung dengan perasaannya dia tau kalau dia gak bakal bisa bersama Renhat karena pasti keluarganya akan menentang hubunganya dengan Renhat dan lagi Alena tidak tau bagaimana perasan renhat padanya.


"Udahlah mending gue jalan-jalan biar gak stress mikirin dia terus" ucap Alena kesal karena tidak bisa melupakan Renhat. Sekarang Renhat bagaikan parasit yang menempel di pikiran Alena. Alena pergi ke sebuah kafe di dekat rumahnya,tanpa sadar dia sudah duduk di kafe selama 4 jam. "permisi apa anda tidak ingin pulang kami sudah waktunya tutup" ucap salah seorang pegawai di kafe tersebut. "ahh maaf saya akan pulanh sekarang " ucap Alena sembari pergi ke kasir dan membayar pesananya tadi.


Alena melihat ponselnya ternyata sudah jam 10 malam. " hah?!?! jam 10 kok gue gak sadah kalok ini udah malem,aduh Alena,alena sadar dong" ucapnya kaget sambil ngenomel sendiri. Alena berjalan pulang ke rumahnya di tengah perjalanan ada segerombolan orang yang menghadangnya. ya mereka adalah Anggota geng Naga Imperial " hai cantik malem-malem gini kok jalan sendirian sih" kata seorang pria mencoba menggoda Alena. Alena yang merasa takut segera berlari untuk meminta tolong.


Karena sangat panik Alena tidak memperhatikan jalan dan hampir tertabkar mobil. " ahhhh "teriaknya kaget. "woi kalok jalan hati-hati dong" teriak seorang pria dari dalam mobil.Alena merasa familiar dengan suara tersebut dan membuka matanya dan ya orang itu adalah Renhat Kusuma.

__ADS_1


__ADS_2