
Mobil miliknya, terlihat melaju kencang seperti sebuah kilat yang menyambar.
Ini kedua kalinya dia melakukan hal ini, sebelumnya dia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan membuat hal yang konyol lagi oleh sebab dirinya sangat mencintai kedua orang tuanya.
Sang mafia pernah berjanji kepada kedua orang tuanya bahwa tidak akan melakukan kebodohan dengan berkendara dengan sembarangan, meski dia seorang mafia yang memang ugal-ugalan.
Dia tetap memiliki aturan dalam berkendara, namun semuanya seakan tidak berarti kala sang istri mendapatkan masalah seperti saat ini.
Semuanya sangat tidak masuk akal, tetapi benar-benar terjadi.
Dia sangat mencintai kedua orang tuanya, tapi dengan sadar melanggar apa yang sudah menjadi aturan mereka berdua.
"Maaf ayah, maaf ibu, aku menjadi anak pembangkang! Ini demi istriku tercinta yang sedang berada dalam bahaya meskipun aku merasa jika dia terlalu senang dengan keadaan ini. Brenda sangat membenciku tapi aku tetap saja mencintainya, sungguh luar biasa hati ini," ucap sang mafia dengan mata yang fokus ke jalan, sedangkan kedua tangan tetap memegang kendali stir.
Di Apartemen ...
"Dimana suamimu?" tanya seorang anggota polisi.
"Aku baru saja menelponnya, dia akan datang!" jawab Brenda sambil menahan rasa sakit di tangan dan kakinya karena mendapatkan ikatan tali yang cukup kuat.
Plak!
__ADS_1
Tamparan keras mendarat di pipi mulus sang gadis sebelah kiri, dia meludah ke arah sang polisi.
"Bedebah kau!"
Plak!
Sang polisi membabi buta, dia menampar sekali lagi pipi yang sebelahnya.
Ini diluar nalar dan kaidah seorang anggota kepolisian, padahal Brenda adalah korban disini, tetapi justru diperlakukan kurang baik.
"Aku merasa kalian bukan aparat yang menegakkan hukum! meskipun aku istri mafia itu, tetapi aku tetaplah korban! bagaimana bisa mendapatkan perlakuan seburuk ini?"
Entah mengapa, sorot mata semua anggota kepolisian yang menjaga Brenda tertuju pada dua bulatan yang muncul disela gaun yang ia pakai.
"Kau sangat cantik, mengapa mau menjadi seorang istri bos mafia yang telah menghabisi banyak orang? lebih baik bersama kami saja. Kami akan memberikan perlindungan dan membereskan kasusmu, tapi dengan syarat," ucap salah satu anggota kepolisian sambil menatap bagian yang cukup menantang itu dengan intens.
"Kau bersedia melayani kami!"
"Cuh! apa bedanya kalian dengan para mafia itu? apa kalian tidak malu? telah makan uang rakyat? Ini sungguh bukan contoh yang baik!" pekik istri mafia.
Dia kini menyadari satu hal bahwa, tidak ada yang benar-benar baik di dunia ini.
__ADS_1
Aparat kepolisian yang sangat sopan kelihatannya, bisa menjadi buas dan beringas seperti saat ini.
Untuk pertama kalinya, dia sangat menginginkan Maraville datang dan membawanya pergi dari kumpulan serigala tidak tahu aturan ini.
"Jika suamiku tahu kalian memperlakukan aku dengan buruk, maka kematian yang akan kalian dapatkan!"
"Apa? suami? sadarlah! mafia itu tak layak menjadi suamimu, dia merupakan orang yang telah membuat hidupmu hancur! lebih baik bermain dengan kami, tidak ada salahnya kan?"
Para anggota kepolisian itu, bertindak layaknya hewan yang akan memangsa buruannya.
Brenda benar-benar dalam bahaya.
"Kulitmu sangat mulus!"
"Jangan sentuh aku!"
Semua anggota kepolisian tertawa, mereka meledek Brenda.
"Kau sudah bekas, mana bisa sok suci! teman-teman, buka bajunya! kita eksekusi!"
*****
__ADS_1