Suamiku Mafia

Suamiku Mafia
Satu bulan kemudian ...


__ADS_3

Setelah kepergian sang mafia dan istrinya dari hotel itu, mereka berdua tinggal di sebuah kota kecil dengan nama yang berbeda.


Ini adalah salah satu trik untuk menghindari semua orang yang mencari sang mafia karena pria itu telah kehilangan kekuasan dan menjadi buronan.


Hanya sang istri yang dia miliki kini.


Sang istri yang selama satu bulan ini hidup dengannya, cukup merasa lega ketika sang suami tidak menjadi orang yang sangat menyebalkan seperti biasanya.


Sang suami sangatlah pandai melakukan banyak pekerjaan, sehingga kegigihan itu, membuat Brenda mulai menerima sang suami dan melupakan dengan perlahan rasa sakit yang dia derita.


"Sayang? Kau mau kemana lagi?" tanya Brenda sambil memeluk dari belakang sang suami.


"Aku akan berangkat bekerja, apa kau tidak tahu jika bosku sangat galak, jika kau memelukku terus menerus, pasti dia akan kesal."


Sang mafia membalikkan tubuhnya dan menatap wajah sang gadis.


"Kau adalah harta terindah dalam hidupku karena telah menerimaku sebagai suamimu."


"Sama-sama sayang, aku juga tidak menyangka akan mendapatkan cinta yang sangat indah. Rasanya begitu sakit ketika kau merasa terluka. Kau sudah mengorbankan nyawa demi aku, meski ayah dan ibuku serta anggota keluargaku yang telah tiada karenamu, aku mampu berdiri tegak. Kau mau menyadari kesalahanmu merupakan hal yang sangat aku hargai."


Sang istri sangat mencintai suaminya


Perasaan dihargai dan di cintai, menjadi satu hal yang sangat luar biasa baginya.

__ADS_1


Sang istri mengecup kening suaminya.


Rasanya sangat ingin kehilangan, tapi mau bagaimana lagi? sang suami harus pergi bekerja.


"Aku pergi dulu ya?"


"Tidak mau, aku takut Maraville."


"Jangan sebut aku dengan nama itu."


"Ups, maaf aku salah, baik Vino."


"Ya baru benar, kau harus terbiasa dengan nama itu."


"Iya, kau benar. Kau harus berusaha lebih baik lagi dalam penyamaran ini. Jangan menjadi beban untuk diri sendiri. Maaf baby, aku harus segera pergi karena ada banyak pekerjaan."


"Ya, kali ini aku merelakan kepergianmu, tapi untuk selanjutnya, tidak akan.


Sang mafia memeluk erat sang istri.


Dia meminta doanya dan perlahan melepaskan pelukan itu.


Sang istri mengantar sang suami sampai di depan rumah gubug yang sangat sederhana tetapi sangat luar biasa.

__ADS_1


Dia tidak menyangka akan mendapatkan cinta yang sangat banyak dari sang suami.


Perasaanya begitu membuncah saat ini, jadi dia tidak akan menjadikan hidupnya dan sang suami hanya bergelut dalam masa lalu yang tak pernah henti.


...


Perjalanan menuju tempat kerja sangatlah dekat, hanya ada di seberang jalan saja.


Ini sangat berlebihan bagi dua orang yang sering merasakan kebersamaan yang abadi, tetapi tidak mau lepas meski sang suami hanya bekerja di seberang jalan saja.


"Aku setiap hari bekerja, tidak terasa sudah satu bulan Brenda mau menerimaku menjadi suaminya meskipun aku tidak kaya raya, aku sudah miskin."


Sang suami tersenyum, dia baik-baik saja karena merasa jika sang istri merupakan hadiah terindah dari Tuhan untuknya.


Dia tidak akan pernah membuat kehidupan ini sia-sia.


Brenda adalah tujuan utamanya.


Apalagi satu bulan ini, dia sudah menjadikan hidupnya sangat bahagia. Sang istri menunjukkan tanda-tanda akan adanya anggota keluarga baru.


Ya, Brenda sedang hamil anaknya.


Situasi yang sangat mengagumkan.

__ADS_1


*****


__ADS_2