
Sang gadis diam saja ketika diajak bicara oleh sang suami.
"Kau dari awal lepas landas jadinya diam saja, kau memikirkan mantan kekasihmu ya? ya secara kau sudah menjadi istriku, mana bisa dia menjadi kekasihmu?"
Sang mafia memang sangat menyebalkan, mengatakan semua itu tanpa merasa bersalah sedikitpun telah membuat hidup sang gadis hancur.
Namun, sang gadis memilih tetap diam karena dia tidak ingin terlalu banyak bicara, percakapan tidak penting selalu menjadikan hari-harinya menjadi buruk, apalagi obrolan itu bersama sang suami yang menyebalkan dan tidak tahu aturan.
"Baby, kau tidak mendengarku sama sekali? Apa kau memang tidak ingin mendengarkan aku bicara? apa suaraku terlalu cempreng? ayolah bicara denganku!"
Sang mafia memang begitu ingin mendengar suara sang istri, dia mengatakan banyak kata untuk membuat sang gadis bosan dan marah, hanya saja apa yang dia lakukan sama sekali tidak ada efeknya.
Sang istri, tetap tidak ingin mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.
"Baby, kau lupa akan kematian kedua orang tuamu serta adik dan kakakmu? mereka sangat menyenangkan untuk aku habisi, suara yang sangat penuh kesakitan adalah sesuatu keindahan bagiku, apalagi setelah mereka aku habisi di dalam api yang membara! wow, sebuah kesenangan hakiki yang tidak pernah aku rasakan!"
Plak!
Sang gadis tidak basa-basi dan langsung memukul pipi kanan dan kiri sang suami, dia mengatakan banyak hal dengan mencucurkan air matanya.
"Apa kau mengira semua itu sebuah lelucon? aku ini sebuah benda yang tidak memiliki perasaan? Apa kau mengira aku ini patung? Aku tidak pernah menyangka kau memiliki perasaan yang sadis seperti ini, aku juga tidak merasa memiliki urusan denganmu! mengapa Kau menghancurkan keluargaku? apa kau melakukannya? apalagi kini Martin menjadi sasaran juga, lalu siapa lagi yang ingin kau hapuskan dari muka bumi ini?"
Sang pria meraih wajah sang gadis dan memberikan tekanan terhadap wajah cantik itu, lalu dia berkata," Kau mengetahui bahwa aku sangat mencintaimu dan kau sama sekali tidak memahaminya! Kau perlu memikirkan perasaanku juga, aku sudah melakukan segalanya untukmu! Apa kau sangat bodoh? tidak mau melakukan apapun yang aku suka?"
Sang mafia benar-benar marah kali ini, dia menghempaskan wajah sang gadis dan pergi begitu saja.
Dia berjalan menuju kamar mandi pesawat.
...
Saat sang gadis di tinggal sendirian, ada seorang pria yang datang dan menggoda sang istri.
"Halo sayang, bajumu bagus, kau juga memiliki tubuh yang indah. Apa kau mau berkenalan denganku?" tanya sang pria yang tidak dikenal.
"Tidak terima kasih."
__ADS_1
Sang gadis mencoba menutupi apa yang sebenarnya, dia tak bisa mengungkapkan aku kepada orang lain.
"Kau sepertinya tidak bahagia hidup bersama suami mu, dari tadi aku memperhatikan jika kalian berdua hanya bertengkar saja?"
Sang pria tiba-tiba duduk dan mendekati sang gadis, bahkan pria itu juga menggenggam tangan Brenda.
"Kau bisa sopan? tolong lepaskan tanganku!"
"Tidak!"
Sang pria sangat tergoda dengan bentuk tubuh Sang gadis sehingga ingin memperlakukan Brenda sesuai keinginannya tetapi ....
Bug!
Tiba-tiba saja, Maraville datang, dia menarik kepala sang pria dan menjatuhkannya, Maraville memukul sang pria tanpa ampun.
"Rasakan!"
Jleb!
Dia merebut pisau lipat dari tangan sang pria, Brenda yang tak ingin sang suami mengamuk, mencoba menghentikan tindakan sang suami.
"Stop Maraville!"
Sang mafia menatap wajah sang istri dan menghentikan aksinya.
Dia terlihat sangat pucat, sang mafia mengucurkan darah yang cukup banyak, tapi dia bisa menahannya.
...
Beberapa menit kemudian ...
Peristiwa itu berhasil di tangani oleh orang-orang yang berwenang, pesawat kembali aman karena orang yang bersalah itu, tinggal menunggu hukuman.
Beberapa orang menjaga sang pria agar tidak berbuat ulah lagi.
__ADS_1
Sedangkan Maraville ...
"Kau bodoh ya?" ucap Brenda.
"Kau yang sok cantik! awas saja kau melakukan itu lagi, aku pasti akan menghabisi setiap orang yang menjadi menyentuhmu!"
Maraville sebenarnya sangat cemburu dengan apa yang dilakukan oleh sang pria tetapi dia tidak langsung mengatakannya, Dia sangat mencintai sang istri dan tidak ada duanya di dunia ini.
Dia adalah satu-satunya orang yang mencintai sampai tidak waras, kakinya seorang Brenda adalah berlian yang tidak boleh disentuh meskipun harganya sangat mahal sekalipun.
Sang mafia, menyingkirkan semua egoisnya apapun yang membuatnya harus meninggalkan sang istri.
"Apapun alasanmu kau jangan pernah melakukan ini lagi, Aku tidak pernah memintamu untuk mengorbankan apapun! setidaknya kok harus bisa menjaga dirimu sendiri dari ancaman orang-orang yang tidak menyukaimu!"
"Oh, sepertinya aku harus terluka agar kau memperdulikanku?"
"Cih, aku terpaksa memperdulikanmu karena kau sangat baik ternyata, aku juga sekesal dengan pria yang menggodaku tadi, jangan terlalu mempermasalahkan hal itu, dia hanya pria pengecut yang berdiri di belakang kenekatannya saja."
"Aku tidak suka orang yang bertekad terlalu berlebihan, apalagi bertekad untuk mendekatimu! Jika perlu aku akan mencincang tubuhnya dan membuangnya ke laut, apapun akan aku lakukan jika kau memintanya!"
"Astaga, Apakah kau tidak memiliki gadis lain, sudah sangat jelas aku menolakmu tetapi kau? sama sekali tidak mendengarkan penolakanku bahkan semakin giat mendekatiku! kematian seluruh keluargaku bagaikan debu yang tak berarti, Apakah kau memang seperti ini?"
"Iya, aku memang seperti ini karena kedua orang tuaku juga mendapatkan perlakuan yang sama sepertimu, Aku kehilangan mereka karena musuh membakar markasku, entah mengapa aku terinspirasi dari semua itu dan aku jadikan patokan untuk menghabisi keluargamu karena telah menolak apa yang aku inginkan! Aku tidak suka penolakan tetapi kesedihan itu sudah melebur menjadi satu dalam amarah yang tidak ada hentinya, kau jangan pernah membahas keluarga karena aku juga sakit hati hanya saja aku bisa meredamnya bahkan bisa melakukan hal yang lebih sadis dari apa yang mereka lakukan kepada keluargaku! aku juga tidak memiliki rasa kasihan, apapun yang membuatku kesal, pasti akan habis!"
"Maraville, kau psikopat!"
"Haha, aku lebih suka kau menganggapku seperti, karena aku memang psikopat!"
Sang gadis gelang-gelang kepala mendengar apa yang dikatakan oleh pria yang sudah menjadi suaminya, dia menjadi takut karena jika benih yang ditanam di rahimnya menjadi anak, sang anak bisa saja menjadi korban kemarahan suaminya yang seorang bos mafia itu.
"Kau tidak perlu merasa ketakutan, aku akan menganggap anak yang kau kandung nanti sebagai berlian juga, jadi jangan pernah memikirkan bahwa aku akan menghabisi mereka saat tumbuh dewasa kelak, kecuali kau berselingkuh dengan pria lain! aku bisa mencincang tubuh kalian berdua dan memasaknya, lalu aku akan memakannya!"
"Kau tidak waras!"
****
__ADS_1