Suamiku Mafia

Suamiku Mafia
Martin penipu [Revisi]


__ADS_3

Sang mafia ingin segera mengakhiri apa yang sudah dia mulai, dia meminta anak buahnya memesan tiket pesawat untuk menyusul Martin.


Dia tidak bisa diam saja ketika kisah cinta sang istri benar-benar mengganggu hubungannya.


"Beli tiket ke tempat yang sama dengan kekasih istriku, aku sangat ingin menjadikan pria itu bahan eksperimenku."


"Eksperimen apa bos?"


"Ada nanti."


"Pria itu sepertinya, memiliki sebuah bisnis yang hampir roboh dan ingin menikahi nona Brenda untuk mengangkat kembali reputasi perusahaannya, namun pada kenyataannya, dia memang sangat merepotkan."


"Hahaha, apapun alasan yang dia miliki, terlihat begitu menjanjikan, jadi dia terlibat ngenes karena hutang yang tak langsung di bayar."


Sang mafia sangat puasa ketika mendapati pria yang kini sudah menjadi istri seorang anak konglomerat memiliki riwayat hukuman yang rumit.


Namun kenyataannya, sang mafia tetap ingin masuk ke dalam kehidupan Brenda tanpa ada embel-embel masa lalu bersama Martin.


Ini yang membuatnya begitu ingin menyusul Martin dan menghajarnya.


Dia akan mendapatkan informasi lebih detail lagi jika tidak memiliki fokus lain, hanya Brenda seorang.


"Iya, dia memang banyak hutang karena memiliki sebuah proyek yang melanggar hukum, proyek itu diperiksa oleh anggota kepolisian, dia termasuk dalam 20 orang yang di masukkan tahanan sebagai seorang koruptor. Lalu Martin, meminta beberapa bantuan, salah satunya adalah ayah dari istri konglomerat nya. Dia memanfaatkan semua itu demi kepentingannya sendiri. Aku belum pernah mengetahui jika ada orang yang memiliki sikap yang sangat kasar dan arogan, mampu melakukan apapun demi seorang gadis."


"Cih, kau sedang menghinaku atau bagaimana?"


"Haha, tidak bos,aku hanya bercanda."


Panggilan telepon itu terus berlanjut hingga menyisakan kesedihan di mata Brenda.


Di dalam kamar, dia sangat sedih, dia menangis tanpa suara.


"Bagaimana bisa dia melakukan ini padaku, aku tidak terima!"


Brenda mau tidak mau harus percaya pada kenyataan yang ada.


Suara itu milik Martin memang, dia berusaha menutupi kesedihannya.


Melakukan itu demi pertolongan yang ia harapkan.


"Martin, kau adalah sosok terakhir yang bisa membantuku, tapi nyatanya kau justru menjadi orang yang tak memiliki aturan! kau telah membuat kesalahan besar!"


Sang gadis menangis dengan suara isak yang berusaha di tahan.

__ADS_1


"Dulu, kau sangat tampan dan baik hati, mengapa kini justru menjadi orang yang tak memiliki rasa malu? Martin! kau bahkan tidak ingat padaku!"


Brenda sangat sedih, begitu merananya dia karena Martin.


Seorang pria yang merupakan kolega sang ayah, mereka berdua bertemu juga dalam keadaan yang tak biasa.


Dua orang itu bertemu dalam satu presentasi perusahaan sang ayah, waktu itu Brenda ditunjuk sang ayah sebagai wakilnya.


Brenda sangat gugup hingga Martin menjadi seorang penolong.


Dia langsung menemui ayah Brenda lalu bernegosiasi dengan pria paruh baya yang akan menjadikannya calon suami Brenda.


Setelah semua itu berlalu dan ayah Brenda setuju mengenai konsep perencanaan proyek Paling luar biasa dari seorang Martin, jadilah kerjasama antar perusahaan yang nantinya akan membuat sebuah kehebohan.


Perusahaan Martin yang sangat butuh dorongan, sedangkan ayah Brenda membutuhkan sosok pria seperti Martin untuk perusahaannya.


Sungguh, sebuah hubungan yang sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak.


Namun sayangnya Martin menjadi orang yang tidak tahu diri, dia hanya ingin mengambil keuntungan dari kedekatannya dengan keluarga Brenda.


Sangat luar biasa memang seorang Martin dengan segala kepalsuannya.


Dia bahkan tidak terlihat seperti seorang penjahat, sangat pandai dalam memanipulasi segalanya meskipun dia memiliki hati yang baik tetapi pada akhirnya perbuatannya menjadi satu hal yang tidak sama dengan keburukan yang dimiliki.


Dia tak bisa lepas, Brenda hanya bisa bertahan dengan prinsipnya meskipun sudah terkoyak sempurna.


Dia akan tetap seperti itu sampai Akhir hayatnya, sampai di mana dia akan tetap berdiri tegak meskipun dihancurkan berulang kali oleh sang suami.


...


Di dalam kamar, sang gadis mencoba mencari cara untuk kabur, tapi pintu tak bisa di buka, jendela pun sama.


Dia tetap mencari celah agar dia bisa keluar dari kegelapan ini.


Brenda masuk ke dalam kamar mandi, dia menatap semua dinding serta jendela, tak ada yang bisa digunakan untuk kabur.


Sang gadis putus asa.


Namun, saat di benar-benar sedang buntu, tiba-tiba saja ada suara pria yang memanggil namanya.


Brenda tetap berada di kamar mandi itu dan bersembunyi di dalam bilik kaca.


Namun, apa yang dilakukannya adalah hal yang sia-sia, karena suara pria itu sudah terdengar sampai ke dalam bilik kamar mandi, tempatnya bersembunyi.

__ADS_1


...


"Kau ikut aku pergi!"


"Kemana?"


"Kau tidak perlu tahu karena ini rahasia!"


Seorang pria yang merupakan anak buah sang mafia langsung menggendong tubuh gadis itu dengan menutup matanya menggunakan sapu tangan.


Meskipun sang gadis terus meronta-ronta tidak ada ampun, sang anak buah, tetap membawa tubuh itu keluar dari kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, sang gadis merasa sedang berada di dalam mobil karena tempat duduknya sangat familiar," Kita ada dimana? apa di dalam mobil?"


"Iya, Kau sangat benar sekali karena kita akan pergi menuju tempat di mana Martin berada!"


Suara sang mafia yang sangat terdengar jelas, gadis itu merasa sangat kesal dan marah.


"Lepaskan aku! apa maksudmu melakukan semua ini?"


"Aku hanya ingin kau tahu bahwa Martin bukan pria yang baik untukmu, Meskipun aku adalah orang jahat, pada akhirnya hanya aku yang mampu menyelamatkan kau dari pria bernama Martin itu."


"Diam kau penjahat! sama sekali tidak ingin mendengarkan apa yang kau katakan karena kau adalah seorang pria yang memaksakan semua kehendaknya kepadaku, Aku sama sekali tidak ingin mendengar apapun yang kau katakan! tolong lepaskan aku dan beri aku nafas agar tetap bisa hidup di dunia ini tanpa kehadiranmu!"


"Haha, apa kau ingin nafas buatan?"


"Sialan!"


"Haha, nanti saat berada di hotel aku akan memberikan nafas itu kepadamu!"


"Kau adalah pria egois yang pernah aku temui, selalu mengatakan cinta kepadaku, aku tidak terima kau perlakukan seperti ini! Aku pasti akan menuntut balas atas apa yang kau lakukan kepadaku!"


"Balas saja, kau tidak akan pernah bisa melawanku!"


Sang mafia tanpa basa-basi langsung tancap gas dari markasnya.


Sang istri, masih mengumpat, namun pria itu tak terlalu peduli.


Dia justru lebih mementingkan dirinya sendiri yang cemburu karena Martin adalah pria yang dicintai oleh Brenda.


"Aku sudah melakukan segalanya demi kau sayang, tapi Martin tiba-tiba hadir, aku akan menghancurkan hidupnya!"


*****

__ADS_1


__ADS_2