
Setelah sang adik berlalu, segala Hasrat di dalam dadanya hilang sudah jadi dia tidak berkeinginan untuk melanjutkan apa yang sudah ia mulai.
Dia kemudian menghampiri sang istri kembali.
"Brenda? Ayo kita makan, aku akan menyuapimu!" ucap sang suami dengan senyum yang dipaksakan karena hatinya sangat dongkol akibat sang adik.
"Tidak, terima kasih."
Jawaban yang sama sekali tidak diharapkan oleh sang suami yaitu jawaban yang sangat singkat dan tidak ada artinya sama sekali, Dia sangat kecewa dengan sang istri yang selama ini sudah menjadi ratu di dalam hatinya tapi tidak pernah merasa jika sang suami benar-benar ingin membahagiakan sang istri yang selama ini didambakan selama bertahun-tahun, bahkan pengorbanannya yang sangat besar, seperti tidak dianggap.
Kesalahan sang mafia hanya satu, Kenapa harus menghabisi seluruh anggota Brenda hanya karena emosi?
Inilah yang menjadi titik balik seorang gadis bernama Brenda Marvina menolak segala bentuk kasih sayang yang diberikan oleh sang suami, meskipun sang suami seorang mafia yang kejam tetapi sangat lembut padanya, tidak akan pernah bisa meluluhkan hatinya yang sangat keras akibat perlakuan sangat hina kepada dirinya dan anggota keluarganya.
"Kau harus menuruti apa yang aku katakan karena calon suami akan mati jika kau masih saja keras kepala!"
Ancaman yang sangat ditakutkan oleh sang istri akhirnya keluar juga, dia bahkan tidak tahu bagaimana nasib pernikahannya nanti ketika hari H tiba, dia sudah menikahi pria lain dan seorang mafia, Apakah anggota keluarga sang kekasih tahu apa yang dialami saat ini?
Pertanyaan di dalam benaknya sungguh banyak sehingga membuatnya pening.
"Hancurkan saja aku, jangan pernah mengganggu pria itu karena dia sangat baik kepadaku! aku rela mati demi dirinya!"
Brenda mengatakan sesuatu yang sangat menyakiti hati Sang mafia sehingga pria itu membuang makanan yang ada di depan matanya.
"Apa yang kau katakan gadis kurang ajar! bagaimana bisa kau mengatakan semua itu kepadaku tepat di depan mataku sendiri, Kau telah melukai hatiku dan hukuman yang berat akan segera datang padamu! kau tidak akan pernah bisa menemui kekasihmu lagi! ini karena dirimu sendiri," ucap sang mafia sambil meninggalkan makanan yang sudah berserakan di lantai.
Dia suka segera mencari kekasih yang dimaksud oleh sang istri.
BRUAK!
__ADS_1
Sang suami membanting pintu dan menguncinya dari luar.
Dia yang dipenuhi amarah, meminta beberapa orang anak buah, mencari keberadaan pria yang di maksud oleh istrinya.
"Kau cari di manapun orang yang sedang dekat dengan istriku, terutama seorang pria yang akan segera menikah dengannya!" pinta sang mafia kepada salah satu anggotanya.
"Siap bos!" jawab sang anggota.
"Lalu untuk anggota yang lain, kalian harus menjaga istriku agar tidak kabur karena dia bisa melakukan apa saja untuk pergi dari sini, Meskipun aku sudah mengunci pintu kamarnya!"
Perintah yang sangat penting, telah disampaikan kepada para anggota, kini saatnya sang mafia menyusun rencana lain yaitu mengeksekusi kekasih sang istri yang akan segera mendapatkan hukuman yang layak tepat di depan Brenda.
...
Sang mafia masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi ornamen-ornamen yang cukup klasik, di tempat itu dia selalu menenangkan diri.
Di setiap sudut, ada bingkai foto dengan wajah sang istri hingga semua ekspresi tersenyum, tertawa, bahkan menangis pun dia mengumpulkannya menjadi satu di dalam ruangan itu.
"Seharusnya, aku mendapatkan timbal balik atas perjuangan yang aku lakukan untuknya tetapi justru aku mendapatkan sikap yang tidak baik! Aku tidak suka dengan ketidakadilan ini," ucapnya saat memandang bingkai foto sang istri yang sangat rapi dan bagus meskipun sudah terpasang di ruangan itu selama kurun waktu 5 tahun.
Dia duduk di sebuah sofa dan di sampingnya ada bingkai foto lagi yang terletak di atas, dia mengambil bingkai itu lalu merebahkan tubuhnya.
"Aku tidak pernah memintamu mencintaiku seutuhnya tetapi aku hanya ingin kau menerimaku sebagai suamimu, Aku tidak akan pernah menyakitimu jika kau mau mengikuti apa yang aku katakan tapi aku mohon, Jangan pernah menyakiti hatiku dengan adanya kekasihmu yang masih hidup! Aku ingin menghabisinya juga," cetus sang mafia.
Dia yang tidak sabar untuk segera mengeksekusi pria yang menjadi kekasih sang istri, kemudian menelpon sang anak buah yang sudah on the way menuju rumah pria yang dimaksud.
Sang mafia melakukan panggilan telepon melalui telepon rumah yang ada di atas.
"Kau sudah menangkap pria itu?" tanya sang bos.
__ADS_1
"Pria itu, pindah rumah bos!" jawab sang anak buah.
"Cari sampai dapat!" pinta sang mafia.
"Bos, maaf sebelumnya, aku mendapatkan informasi dari seorang yang aku percaya untuk menyelidiki pria itu, bahwa kekasih istrimu itu telah menikahi seorang gadis di luar kota. Dia melakukan hal ini karena menyangka Nona Brenda sudah tewas!" Sang anak buah, memberikan kabar yang lebih menyenangkan daripada penangkapan kekasih Brenda.
"Benarkah? ini lebih bagus daripada mengeksekusinya, kau tetap mencari Di mana keberadaan pria itu serta istrinya, kau juga harus mendapatkan beberapa gambaran ataupun video mengenai pernikahan itu! aku sangat menantikan kesedihan istriku ketika calon suaminya berkhianat!"
Sang mafia sangat bahagia dengan kenyataan yang ada saat ini, Dia memiliki senjata untuk kembali merampas cinta yang seharusnya menjadi miliknya tanpa ada campur tangan pria lain.
"Siap bos! segera mungkin aku akan memberikan informasi itu secara lengkap dan tidak kurang suatu apapun, harus menunggu satu hari, Apakah itu terlalu lama?" tanya sang anak buah yang memahami bahwa sang Bos tidak terlalu menyukai sikap yang lelet.
"Aku tidak mempermasalahkan hal itu tetapi kau harus benar-benar memastikan Jika dia menikahi pria lain karena mengira calon istrinya telah tewas dalam kobaran api waktu itu, aku akan sedikit membumbuinya menjadi tragedi yang sangat memilukan bagi istriku! jika aku mengatakan bahwa calon suaminya menikah dengan gadis lain karena memang sang pria tidak menginginkan Brenda lagi, akan sangat mudah untukku mendapatkan cinta Brenda! bagaimana menurutmu Apakah ini baik?"
"Sangat baik dan amazing, bos adalah orang yang sangat jenius!"
"Ya, aku akan memberikan tambahan uang kepadamu jika mampu memberikan informasi itu dengan cepat sebelum satu hari lamanya!"
"Siap bos! aku akan melaksanakan apapun yang kau katakan karena cintamu adalah suatu hal yang harus aku lakukan tanpa ragu!"
"Bagus, tetaplah jadi militan karena kau akan berpotensi menjadi penjahat paling luar biasa di seluruh kota ini!"
Tut ... tut ... tut ....
Panggilan telepon rumah itu telah usai, kini sang mafia mulai merangkai kembali kehidupan bersama sang istri yang semula sempat layu dan hancur berkeping-keping akibat pembicaraan mengenai kekasih sang istri.
"Aku akan tetap bersama istriku sampai Mati!"
Cinta sang mafia memang tidak main-main karena dirinya mencintai sang istri dengan segenap hatinya meskipun kadang caranya agak berbeda dengan pria kebanyakan
__ADS_1
Dia adalah seorang bos mafia yang kejam, jadi sah-sah saja jika dia kadang sadis.
*****