Suamiku Mafia Berhati Lembut

Suamiku Mafia Berhati Lembut
BAB 23


__ADS_3

di dalam mobil bram dari tadi tidak luput dari memperhatikan kelvin yang lagi sibuk dengan ponselnya .


" bram " ucap kelvin .


" iya tuan " jawab bram


" kamu kasih kartu buat keperluannya dia ," ucap kelvin . bram berpikir bukannya menjawab , tapi malah bingung tuannya yang sekarangkan sudah satu kamar dan menjadi istrinya sekarang dengannya kenapa tuannya malah menyuruhnya untuk memberikan kartu debit , ada ada aja tuan, apa tuan sudah mulai menerimanya ?" batin bram .


" baik tuan , kapan saya kasihnya "? tanya bram .


" kamu atur sendiri , jangan sampai dia sampai lapar aja saat nanti memerlukan sesuatu , aku tidak mau itu terjadi bahkan untuk siapapun "! ucap kelvin tegas .


" baik tuan " ucap bram lagi . lama mereka terdiam hingga mobil memasuki gedung perusahaan milik kelvin .


" tuan hari ini ada meeting dengan perusahaan general group " apa tuan mau membatalkan meeting dengannya?" tanya bram . kelvin melihat ke jendela sebentar lalu " aku akan mengisi meeting itu , kamu atur saja " ucap kelvin .


" baik tuan , meetingnya jam 2 siang nantinya " ucap bram .


lalu bram berhenti tepat di depan pintu masuk perusahaan dan lalu dia turun membuka pintu mobil buat tuannya .


kelvin keluar dari mobil dengan auranya yang arrogant kelvin dengan ketampanannya yang memancar apalagi saat di memakai jas di tubuhnya yang entah berapa harganya mengundang perhatian orang banyak yang di lewatinya bram memanggil satpam seperti biasanya untuk memarkirkan mobil di tempat parkir khusus untuk pemiliknya .


" nani kunci mobil kamu antarkan keruangan saya " ucap bram . satpam itu mengangguk lalu dia melakukan yang di perintah .

__ADS_1


kelvin berjalan yang diikuti bram dari belakang , sat semua para pekerja lewat mereka selalu menundukkan kepalanya tanda menghormati pemimpin perusahaan yang dimana tempat mereka bekerja . tidak ada yang berani menatap kelvin saat kelvin lagi berjalan karna matanya kelvin selalu memerhatikan sekelilingnya , apa mereka bekerja dengan benar .


*****


jasmin yang melihat leyla pergi dia memilih kembali ke kamarnya .


saat jasmin merebahkan tubuhnya diatas sofa dia teringat di suruh ke salon sama kelvin tadi , dia bangun dan bersiap siap hendak pergi dan mengambil uang gajinya yang baru beberapa hari diterima dan keluar dari kamarnya yang sekarang ditempatin .


untung hari ini dia tidak di suruh bekerja dengan yang lain , dia hanya mengurus suaminya saja tadi pagi , jasmin keluar dan dia melihat ke sekeliling ruma tidak ada bodyguard hari ini kemana mereka biasanya mereka selalu menganggu saat aku hendak keluar batin jasmin lalu dia berjalan keluar hendak menghampiri pagar , tiba tiba mobil bram berdiri tepat di depan jasmin yang keluar , jasmin terkejut apa ini pertanda kalau dia tidak bisa kemana mana batinnya .


bram turun dari mobil dan menghampiri jasmin .


" nyonya anda mau kemana ?" tanya bram sambil melirik jasmin yang merasa aneh karna dia seperti ingin kabur saja .


" saya mau ke salon , tapi jangan kamu katakan pada tuan kelvin ya " ini rahasia kita berdua " ucap jasmin dengan tersenyum dan melihat lihat ke sekeliling .


" nyonya kenapa seperti orang takut sesuatu , apa ada sesuatu nyonya " tanya bram


" bukan , bukan , aku hanya tidak mau ada yang menganggu aku saja ," jawab jasmin.


" siapa nyonya , apa nyonya besar "? tanya bram lagi memastikan .


" bukan , " jawab jasmin . bram menatapnya aneh . jasmin melihat ke arah bram jasmin melihat kalau bram merasa mengintimidasinya .

__ADS_1


" bukan siapa siapa , hanya saja saya tidak mau bertemu dengan para berbadan besar besar itu , makanya saya begini keluarnya pak ,"! ucap jasmin menjelaskan . bram baru mengerti yang ternyata para anak buahnya yang di suruh menjaga jasmin .


" maaf saya pergi dulu , nanti bisa terlambat nunggu taksi " ucap jasmin .


" biar saya antar nyonya " ucap bram . jasmin begitu benci saat di panggil nyonya dia merasa kalau sudah jadi nyonya tidak bisa bebas kemana mana karna selalu di kawal sama anak buahnya .


" mendingan pak tidak usah manggil nyonya gitu , saya merasa aneh mendengarnya , bapak bisa panggil nama saya saja pak ". ucap jasmin lalu masuk ke mobil yang udah di buka pintu bram lalu menutup pintu .


bram merasa wanita yang satu ini cukup cerewet dan mengesalkan bagaimana kalau nanti hidupnya tuan kalau udah seperti ini , batin bram .


" ini nona buat keperluan nona , nona bisa memakai untuk keperluan yang di suruh oleh tuan kelvin " ucap bram lalu menyodorkan kartu kepada jasmin . jasmin tidak langsung menerimanya dia menolak dengan halus .


" maap pak , bukan saya tidak menerimanya , tapi saya barusan gaji juga ya walaupun tidak banyak tapi lebih dari cukup buat saya , saya minta maaf pak "! ucap jasmin.


" nona ini perintah dari tuan sendiri kalau anda tidak mau menerimanya nanti tuan kelvin bisa marah nona , karna ini juga tuan kelvin yang menyuruhnya nona , mohon pertimbangkan nona " ucap bram . jasmin berpikir ada benarnya juga dia menerimanya dia bisa membeli ponsel untuk menghubungi keluarganya , jasmin sebenarnya punya ponselnya sendiri tapi saat waktu kelvin membawanya kemari jadi dia tidak sempat untuk mengambilnya bahkan dia lupa dengan ponselnya waktu itu , kalau dia tau kejadiannya seperti ini mungkin dia tidak akan melupakannya . jasmin menerima kartu itu dan memasukkan kedalam tasnya . bram melaju mobilnya dengan tenang dan jasmin duduk terdiam sambil merenungi apa yang terjadi pada kakaknya selama beberapa hari berlalu bagaimana dengan tubuhnya apa sudah sembuh atau belum , apa mereka membawanya ke rumah sakit atau tidak "!! apa aku tanya saja pada pak bram kali ya !? batin jasmin .


" pak apa saya boleh bertanya sesuatu "? tanya jasmin hati hati takut bram tidak menyetujuinya nanti .


" iya nyonya , silahkan bertanya apa yang membuat anda ingin bertanya "! ucap bram sambil menyetir mobil dan tidak menoleh ke belakang hanya melihat jasmin lewat kaca saja .


" bagaimana kabar kakakku apa di bawa ke rumah sakit waktu itu "? tanya jasmin dengan memandang bram mengharap jawabannya .


" tentang kakak nyonya sudah kami bawa ke rumah sakit dan sekarang sudah kami antarkan ke keluarga nyonya di rumah " ucap bram . jasmin manggut manggut sepertinya dia sudah tidak khawatir lagi tentang kakaknya karna sudah ada di rumahnya sekarang , akhirnya jasmin bernapas lega sudah beberapa hari dia selalu memikirkan kakaknya sejak kejadian itu .

__ADS_1


bram melihat jasmin lewat kaca wanita itu tersenyum dengan bernapas lega , bram benar benar kasihan dengan jasmin tapi mau bagaimana lagi ini mungkin sudah takdir wanita itu dengan menikah dengan tuannya bram berharap tuannya bisa jatuh hati pada wanita itu yang hidupnya sudah menderita karena semenjak papanya jatuh miskin.


__ADS_2