Suamiku Mafia Berhati Lembut

Suamiku Mafia Berhati Lembut
BAB 31


__ADS_3

Setelah mandi Jasmin keluar dan memakai baju setelah itu dia keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk mengambil air putih itu sudah jadi kebiasaan dirinya selama ini , saat dia pergi ke dapur Jasmin mengambil air buat dirinya dulu dan meminumnya setelah itu baru mengambil buat Kelvin dan di bawa ke kamarnya .


Di dalam kamar Jasmin meletakkan air putih di tempat seperti biasanya lalu Jasmin melirik Kelvin yang sangat nyenyak tidurnya .


Jasmin pergi ke bawah untuk membantu yang lainnya menyiapkan sarapan pagi di sana sudah ada pak Mus dan beberapa pelayan lainnya Jasmin mendekati pak Mus dia melihat pak Mus yang sangat ahli dalam memasak Jasmin kagum pada pak Mus dia bisa segalanya dalam masalah kerjaan wanita dan juga bekerja di tempat orang yang sedikit dingin tapi pak Mus mampu menjalani hidupnya dengan tidak mengecewakan Kelvin toh dia mampu bekerja dari semenjak papinya Kelvin masih ada hingga sekarang walaupun sudah sedikit bertambah umur .


" Pak boleh gak saya yang ngaduk itu ucap Jasmin .


Pak Mus merasa tidak yakin tapi karena melihat matanya Jasmin berkedip kedip seperti anak kecil merengek meminta sesuatu pada orang dewasa akhirnya pak Mus mengangguk boleh , senengnya bukan main Jasmin karena dia juga kangen memasak yang walaupun dia tidak sepandai pak Mus memasak tapi di rumahnya dia selalu menyiapkan sarapan pagi atau makan malam buat keluarganya karena siangnya dia bekerja jadi tidak bisa pulang ke rumah untuk memasak buat keluarganya , Jasmin mengaduk ngaduk kuah sup yang wanginya melewati rongga rongga hidung .


Pak Mus memperhatikan Jasmin yang lagi mengaduk aduk sop dia juga tidak mau sebenarnya menyerahkan pekerjaannya buat Jasmin takut nanti tiba tiba tuannya marah karena menyuruh istrinya memasak pak Mus berpikir sepertinya tidak boleh memberikan pekerjaan itu pada Jasmin pikir pak Mus .


" Nyonya biar saya yang menyelesaikan ya Nyonya tunggu saja saya sajikan di sana ucap pak Mus hati hati .


" Enggak apa apa pak Mus biar saya saja apa ini sudah matang atau belum pak Mus tanya Jasmin bukannya mendengar apa yang di katakan pak Mus malah bertanya , Pak Mus secara terpaksa menjawab pertanyaan nya Jasmin .

__ADS_1


" Sepertinya sudah Nyonya biar saya saja Nyonya ucap pak Mus . Tapi Jasmin tidak memperdulikannya dia terus melakukannya dan menyiapkan di atas meja makan setelah merasa apa yang tadi di kerjakan sudah beres Jasmin melihat yang lain dan bertanya pada pak Mus .


" Pak Mus setelah ini mau masak apa lagi biar saya siap kerjakan ucap Jasmin .


" Sepertinya tidak ada yang perlu di masak lagi Nyonya karena sudah lengkap semua coba Nyonya lihat apa ada yang Nyonya ingin masak lagi biar saya masak " ucap pak Mus .


Jasmin melihat makanan di atas meja sangat menggiurkan dan sepertinya tidak perlu memasak lagi .


" Sepertinya tidak ada lagi ya pak Mus ini udah siap semuanya kan ? tanya Jasmin.


" Oya pak Mus kenapa semua pada belum ke sini ya padahal udah pagi biasanya juga Nyonya udah stanbay di sini ucap jasmin bertanya pada pak Mus .


" O biasa mereka Nyonya , mungkin lagi siap siap nanti juga bakal ke sini ucap pak Mus


Dan lagi biasanya dari tadi tuan udah bangun tapi kenapa dengan hari ini ya batin Jasmin bertanya tanya dalam hatinya sambil melihat ke tempat orang biasanya masuk tidak seperti biasanya Jasmin lalu duduk di kursinya menunggu mereka .

__ADS_1


Jasmin mulai berpikir seharusnya dia menunggu suaminya baru turun tapi karena mengingat insiden tadi Jasmin seperti merasa sedikit was was dan takut kalau nanti Kelvin malah bertindak yang enggak enggak , tapi ini dia turun lebih awal dari pada tuannya Jasmin merasa bersalah karena menunggu tuannya itu pekerjaannya karena mereka menikah cuma melalui kontrak saja .


Jasmin akhirnya balik lagi ke kamarnya saat dia masuk ke kamar Jasmin mengerutkan dahinya , kenapa dia belum bangun juga ya padahal udah pagi banget tapi kenapa belum bangun juga.. batin Jasmin yang berdiri di samping tempat tidur , Jasmin ingin membangunkannya tapi dia merasa takut kalau Jasmin membangunkannya karena Jasmin merasa takut membangunkan singa tidur , Jasmin lalu duduk di sofa menunggu Kelvin bangun tapi Kelvin tidak bangun bangun juga Jasmin yang perutnya udah berbunyi dari tadi pergi mengambil sandwich untuk menahan laparnya dan Jasmin merasa sedikit beruntung karena di rumah itu ada lift bisa memudahkan aktivitasnya dengan baik saat dia mengambil sandwich dia melihat mereka berdua sedang menatap dirinya yaitu mertuanya dan adik iparnya yang sombong tetapi Jasmin tidak mempedulikan tatapan mereka dia ke sini hanya ingin mengambil sandwich sahaja lalu balik lagi ke kamarnya , saat Jasmin mau ke kamarnya tiba tiba mertuanya memanggil .


" Nak apa aku boleh bertanya " tanya bu susan yang di buat buat sebenarnya dia ogah menanyakan itu tapi ya karena terpaksa dia dari tadi tidak melihat anaknya turun dan malah yang turun menantu yang tidak iya sukai sama sekali .


Jasmin memalingkan wajahnya dan lalu tersenyum ke mereka yaitu mertuanya dan adik iparnya yang sangat manis di depannya saat ini Jasmin mengerutkan dahinya kenapa dengan mereka apa yang terjadi , kenapa dengan hari ini sangat aneh batin Jasmin .


" Iya , ada apa ya tanya Jasmin dengan sedikit tersenyum Jasmin berharap mereka sedikit sadar bahwa aku itu bukan benalu di keluarga ini tapi aku bekerja menggantikan kakak ku batin Jasmin dalam benaknya .


Bu susan kesalnya bukan main dia semakin membenci Jasmin .


" bagaimana keadaan Kelvin apa dia sudah turun atau sudah bekerja " dengan sedikit menekan suaranya bu susan mengatakannya akan tetapi dia juga tidak ingin berbicara seperti itu karena bu susan sangat tidak menyukai Jasmin .


" Sepertinya suamiku masih tertidur dan dia masih belum bangun juga sampai sekarang kalau mami lapar makan duluan saja nanti Kalau menunggu suamiku nanti mami bisa lapar nantinya..... ucap Jasmin lalu tersenyum dan pergi dari ruang makan , saat dalam lift Jasmin tersenyum membayangkan wajah mertuanya yang menahan marah karena harus sopan dengannya di depan pak Mus kalau tidak seperti itu mungkin mereka sudah di buat bertekuk lutut di depan Jasmin .

__ADS_1


Jasmin berharap bu susan sadar dari kesombongannya yang tidak berguna sama sekali buat dirinya dan kebencian bu susan kepadanya tidak mempengaruhinya karena Jasmin cuma menikah dengan tuannya hanya mengikuti pekerjaannya saja , Jasmin menghela napasnya dengan tersenyum dia berharap segera lepas dari kandang singa yang sekarang dia berada dan mudah mudahan tidak berurusan lagi dengan yang namanya Kelvin karena dia ingin bersama keluarganya lagi .


__ADS_2