
Selesai makan Kelvin menyuruh Pak Mus untuk memanggil Bram . Lalu Kelvin pergi ke ruang tamu menunggunya di sana yang diikuti oleh Jasmin .
Kelvin menatap Jasmin yang tidak berani menatapnya .
" Kamu sekarang boleh menjenguk kakak kamu di rumah orang tua kamu di kampung , nanti kamu di antar sama pak amri sopir yang sudah saya tetapkan kemana kamu ingin pergi dan lagi saya peringatkan jangan pernah coba coba kabur dari saya ingat itu !!!! ucap Kelvin dengan mata tajam ke arah Jasmin .
Jasmin mengangguk bukan main senangnya akhirnya Jasmin bisa melihat keluarganya dan lagi tidak sia sia selama ini dia patuh pada Kelvin dan tidak pernah membantah dan sekarang dari mulutnya sendiri mengatakan kalau Jasmin boleh menjenguk keluarganya .
" Selamat pagi Tuan " ucap Bram yang memberi hormat dengan cara menunduk .
Kelvin bangkit dan berjalan melalui Bram Jasmin hanya mengikutinya dari belakang Jasmin merasa ingin tersenyum saat Bram di acuhkan sama Kelvin tadi .
Saat di belakang Jasmin memutar melihat Bram tapi Bram hanya menunduk saja dia tidak melihat Jasmin lalu Jasmin berhenti dan membuat Bram melihatnya .
" kenapa bapak kecewa karena Tuan mengacuhkan Bapak tadi kan ? ucap Jasmin dengan pelan pelan suaranya .
Bram mengerutkan dahinya kenapa dengan istri Tuannya , Bram tidak memperdulikan apa yang di tanya sama Jasmin .
Jasmin merasa tidak di open berhenti dan menginjak kakinya Bram lalu dia berjalan lagi mengikuti Kelvin yang seperti tidak terjadi apa apa .
Bram menahan sakitnya dia tidak mampu berkata apa dia menahan geram pada istri Tuannya yang berani bertindak kepadanya , karena menurut Bram tidak ada wanita yang berani kepadanya tapi ini Istri Tuannya yang menginjaknya membuat Bram geram dan sekaligus merasa lucu saat istri Tuannya menampakkan wajah kesalnya .
Kelvin masuk kedalam mobil setelah di buka pintu sama Bram setelah Kelvin masuk Bram melewati Jasmin yang menatap Bram dengan wajah cemberut dan menjewer lidahnya ke Bram .
Bram terasa cepat cepat masuk ke dalam mobil takut nanti istri Tuannya melakukan yang aneh aneh lagi kalau sampai di ketahui Tuannya bisa berakibat fatal buat Bram .
__ADS_1
Mobil meninggalkan pekarangan rumah Jasmin buru buru masuk dia mau cepat cepat membersihkan dirinya dan pulang ke rumahnya dia sangat rindu kepada ibunya dan ayahnya di sana .
Di dalam mobil Kelvin sibuk dengan ponselnya .
" Bram habis kamu antar aku , kamu carikan ponsel buat dia dan kamu kasih ke dia sebelum dia pulang ke rumahnya nanti dan kamu siapkan sopir buatnya jangan sampai aku dengar dia mencari taksi nantinya ucap Kelvin .
" Baik Tuan akan saya carikan " ucap Bram .
" Jangan sampai terlambat ingat itu " ucap Kelvin lagi .
" Baik Tuan " ucap Bram .
Akhirnya mobil memasuki perkantoran Bram membawakan mobil menuju ke pintu utama dan membuka pintu mobil seperti biasanya dan mengantar Kelvin ke ruangnya habis itu baru dia keluar mencari ponsel buat istri Tuannya dan menelpon Pak Mus untuk menyiapkan mobil buat Nyonya Jasmin secepatnya .
setelah di rasanya selesai dengan segala keperluannya Jasmin keluar dari kamarnya dan baju berwarna moca dan sepatunya berwarna putih rambutnya yang di biarkan turun sebahu dan di sisir dengan rapi membuat Jasmin seperti masih Singel yang bibirnya memakai lifstik berwarna bibir tampak dengan makeup yang tipis dia keluar dan saat dia lagi menunggu mobil yang di katakan sama Kelvin tadi nampak mobil yang mengantar suaminya tadi masuk ke halaman rumah dan tepat berhenti di depannya .
Jasmin merasa takut apa Kelvin balik lagi dan mau mengatakan kalau dia tidak boleh pergi atau apa , Jasmin merasa sedikit takut kalau memang apa yang di pikirnya benar benar terjadi Jasmin bisa bisa menjadi stres dan mungkin bisa membunuh dirinya sendiri .
Jasmin semakin merasa takut saat Bram keluar dari mobil .
Bram melihat Jasmin seperti mencari seseorang yang akan turun dari mobil , Bram mengerutkan dahinya lalu mendekati Jasmin .
" Nyonya saya hanya mau mengantarkan ini saja " ucap Bram sambil menyodorkan paperbag pada Jasmin .
Jasmin mengelus dadanya yang tadi sempat mau koma karena takut macan pulang dia benar benar takut kalau memang benar apa yang tadi di pikirkan .
__ADS_1
" Apa ini " tanya Jasmin sambil mengambilnya dan melihat isinya , Jasmin terbelalak matanya kaget saat melihat isi paperbag yang di tangannya sekarang .
" Apa ini , ponsel !!! tanyanya lagi sambil menatap Bram .
Bram mengangguk
" Benar Nyonya ini Tuan sendiri yang membelinya " ucap Bram berbohong Bram hanya ingin melihat reaksi Jasmin saat mengatakan kalau yang membeli ponsel itu Tuannya bagaimana reaksinya apa dia senang atau tidak suka .
" Oe , katakan terimakasih ya buatnya padahal aku juga ingin membeli ponsel ya tidak apa apa juga kalau sudah di beli seperti ini saya juga dengan senang hati menerimanya katakan sama Tuan kalau saya sudah menerimanya " ucap Jasmin yang merasa aneh kok Kelvin yang membeli , kamu kadang kadang sangat kejam dan dingin tapi kamu juga baik kenapa kamu baik buat aku padahal gara gara kakakku kamu Harus menikah dengan aku padahal mami kamu sudah memilih wanita buat kamu tapi kamunya yang tidak mau atau kamu tidak menyukainya padahal pilihan mami kamu pasti sangat cantik , tapi kamu memilih menikah dengan aku yang hanya bekerja di supermarket pasti membuat kamu malu karena mempunyai istri yang miskin dan aku harus apa , apa aku akan menjauh dari kamu atau apa aku bekerja dulu nanti saat kamu tidak membutuhkan aku ini lagi aku bisa pulang kali ya " batin Jasmin karena merasa kasihan pada dirinya sendiri .
titiiitttt... titiiittttt !!!!
Suara klakson berbunyi keras di telinga Jasmin yang lagi asyik dengan pikirannya dan Jasmin pun tersadar dari lamunannya .
sopir dari dalam mobil turun dan mendekati Jasmin .
" Apa Nona sudah boleh kita berangkat " tanya sopir itu .
Jasmin menatap Pria yang berdiri di depannya dengan memberi rasa hormat kepadanya .
" Apa bapak yang di suruh antar saya sama Tuan Kelvin " tanya Jasmin dengan sopan .
" Iya Nona " ucap sopir itu lagi yang berumur sudah sedikit lebih tua sedikit .
" Oe ... kalau begitu kita berangkat sekarang ya pak " ucap Jasmin lalu masuk ke mobil yang sudah di buka sama bapak sopir sambil memegang ponsel barunya yang ditangan kanannya .
__ADS_1