
Mobil berhenti tepat di depan sebuah restoran Pak Mamat membuka kan pintu mobil tapi Jasmin tidak turun dari mobil dia termenung sesekali melihat keluar , Pak Mamat yang melihatnya jadi bertanya.
" Nyonya apa kita salah restoran, atau kita ke restoran lain ? .
" Enggak usah di sini aja , saya hanya kepikiran apa restoran di sini di awasi sama suami saya " .
" Kalau itu Nyonya saya kurang tau , filing saya enggak sih Nyonya , karena Tuan sedang sibuk di kantor tapi saya juga tidak tau karena bodyguard Taun ada di mana mana " jelas Pak Mamat.
Jasmin mengerutkan dahinya setelah lama termenung akhirnya Jasmin turun juga .
" Pak Mamat tidak mau makan sama saya? tanya Jasmin.
" Tidak perlu Nyonya saya bisa makan di tempat lain " sahut Pak Mamat.
" Tidak apa-apa Pak bapak bisa makan di meja yang lain, yaudah ayok ikut saya " ajak Jasmin .
Pak Mamat bengong melihat Jasmin tidak malu malu mengajak sopir nya untuk makan bersamanya .
" Pak Mamat ngapain bengong di situ ayok ? apa lagi apa ada yang ketinggalan di mobil ? tanya Jasmin.
" Nyonya saya bisa makan sendiri di luar sini , Nyonya makan aja " tolak Pak Mamat dengan sopan.
" Yaelah Pak !! memangnya saya nyuruh bapak buat makan untuk nemenin saya ?, ya enggak lah Pak ayok makan bapak pasti udah lapar bapak punya perut juga kan ? sama kayak saya juga , ayok saya tunggu di dalam Pak " ujar Jasmin meninggalkan Pak Mamat yang bingung sendiri
" enggak apa apa ya sesekali ditraktir makan sama Nyonya , tapi bentar aku harus telpon Bram dulu aku harus tanya padanya apa diijinkan Tuan kalau enggak bisa mampus kamu Mat " seloroh Pak Mamat yang mengambil ponsel menelpon Bram .
" Ada Pak , apa terjadi sesuatu sama Nyonya Jasmin? tanya Bram saat telepon tersambung dengan nya .
" Nyonya Jasmin baik baik saja Pak , ini Pak saya mengantar Nyonya makan di restoran tapi Nyonya Jasmin mengajak saya untuk makan dengannya , bukan dengan Nyonya Pak tapi di meja lain maksudnya " jelas Pak Mamat .
" Ikuti saja apa kemauan nya asal jangan yang aneh aneh " sahut Bram.
" Baiklah kalau begitu Pak saya matikan dulu teleponnya " ujar Pak Mamat .
Sebelum Pak Mamat mematikan telepon nya sudah duluan diputus kan sama Bram.
" Pak Bram , Pak Bram memang kebiasaan kalau di telpon ya begini " ujar Pak Mamat lalu Pak Mamat menyusul Jasmin ke dalam di sana dia menemukan Jasmin lagi duduk dengan minum sesuatu.
Pak Mamat duduk di meja di belakang Jasmin , Jasmin melihat ke belakangnya .
" Bapak pesan aja apa yang bapak ingi makan " ujar Jasmin .
__ADS_1
" Terimakasih Nyonya " sahut Pak Mamat.
" Tidak usah berterima kasih ini saya yang harusnya berterima kasih pad bapak" ujar Jasmin .
" Makanlah dengan lahap Pak " ujar Jasmin .
Pesanannya Jasmin sudah sampai, karena Jasmin sudah sangat lapar dia langsung makan .
" Pak Mamat saya makan duluan ya " ujar Jasmin.
" Enggak apa-apa Nyonya silahkan " sahut Pak Mamat .
Nyonya Jasmin sangat peramah ,dan dia sangat baik hati , dia tidak merasa malu berinteraksi dengan aku , aku jadi teringat saat dulu bekerja pada bu Samantha dia sangat sombong dan tidak ada basa basi dengan aku , sangat berbeda dengan bu Jasmin ini , aku harus bekerja dengan benar menjadi sopir nya Nyonya Jasmin , aku sangat suka mempunyai majikan seperti dia , batin Pak Mamat.
Di saat Jasmin sedang makan seorang anak kecil datang menghampirinya , anak itu duduk di hadapan Jasmin , dia memperhatikan Jasmin yang sedang makan , Jasmin tidak menyadarinya dia masih asyik makan tanpa menoleh .
Di saat Jasmin sudah habis makan dan ingin minum dia terkejut saat melihat anak itu tersenyum kepada nya .
" Hay , cantik " sapa anak itu kepada Jasmin.
Jasmin tambah terkejut saat anak itu menyapanya .
" Melihat kakak " ujar anak itu polos sam il tersenyum dengan menunjukkan gigi nya pada Jasmin.
Jasmin tersenyum melihat tingkah anak itu .
" Kamu dengan siapa ke sini , mana orang tua kamu ? tanya Jasmin pada anak itu .
" Itu mereka " tunjuk anak itu ke meja yang nampak seorang pria dan wanita yang duduk bersebelahan.
Jasmin menoleh ke anak itu lagi setelah melihat ke dua orang tua anak itu .
" Kamu enggak takut kalau jauh jauh dari orang tua kamu nak " tanja Jasmin.
" Enggak , buat apa takut mereka juga tidak mempedulikan aku " ujar anak itu .
" Jangan berkata seperti itu nak , kamu enggak tau padahal mereka sangat sayang sama kamu " ujar Jasmin yang melihat anak itu seperti kurang perhatian dari kedua orang tuanya.
" Kakak cantik tinggal di mana , apa dekat dengan restoran ini " tanya anak itu .
" Kakak tinggal nya jauh di dari sini , rumah kamu di mana? tanya Jasmin lagi
__ADS_1
" Aku enggak tau kakak pokoknya rumah aku bersebelahan dengan mimi teman aku " ujar anak itu .
" Ini apa yang kamu pegang ? tanya Jasmin .
" Ini adalah robot Optimus prime , dia bisa merubah dirinya menjadi truk yang sangat besar , apa kakak ingin melihat nya ? tanya anak kecil itu .
" Boleh boleh , tapi sebelum itu kakak belum tau nama kamu siapa ? " ujar Jasmin.
" Nama dia Tomi " ujar seseorang yang berdiri di samping anak itu dia adalah orang yang di tunjukkan tadi sama Tomi .
" Ayah kenapa ayah di sini tante Rosa mana ? tanya Tomi pada ayahnya .
" Dia sudah pulang sayang , kamu kenapa di sini , papa capek tau mencari kamu , ternyata kamu di sini sama tante ini .
" Iya Kakak ayah , bukan tante coba ayah lihat dia masih cantik tidak seperti Tante Rosa " ujar Tomi .
Berbeda dengan Jasmin dia nampak terkejut melihat pria di depannya itu , karena Jasmin mengenal nya .
" Kakak kenapa kakak diam " tanya Tomi karena melihat Jasmin yang termenung dari tadi saat ayahnya berada di sini .
" Tidak , aku hanya melihat kalian saja , jadi ini ayah kamu nak " tanya Jasmin memperbaiki suasana buat dirinya yang merasa canggung semenjak kedatangan ayahnya Tomi .
" Kenalkan saya Figo ayahnya Tomi " ujar ayahnya Tomi dengan tersenyum.
" Jasmin " ujar Jasmin singkat .
" Ayah duduk di sini " ujar Tomi .
" Baiklah kalau begitu ayah duduk ya " sahut Figo.
" Apa saya boleh bergabung di sini dengan Nona Jasmin ? tanya Figo pada Jasmin .
" Boleh boleh , silahkan " sahut Jasmin .
" Kenapa kamu tadi pergi Tomi , padahal tante tadi ingin melihatmu dan seharusnya kamu enggak begitu sayang " ujar Figo mengingat kan anaknya .
" Kenapa ayah tante Rosa itu tidak menyukai Tomi ayah kenapa ayah peduli sama Tante Rosa padahal jelas jelas dia enggak baik ayah " ujar Tomi .
Figo hanya terdiam saja mendengar anaknya.
Bersambung
__ADS_1