
" Ya sudah itu aja mungkin cuma pelayan lainnya yang mungkin lagi sedih " ucap Jasmin berbohong padahal yang sebenarnya tadi dia yang di situ .
" Mana mungkin Jasmin kalau memang manusia nangisnya bukan dengan seperti itu ini kayak tangisan bikin merinding gitu " ucap Lela masih dengan pendiriannya yang menyangka kalau yang di temui tadinya itu ada makhluk sakral yang lagi sedih .
" Ya itu terserah kamu aja , bagaimana menurut sangkaan kamu aja kalau kamu mengira dia seperti itu ya jelas kamu ketakutan tapi kalau kamu menganggap itu orang seperti kita pada umumnya ya mungkin kamu tidak setakut ini , jadi itu menurut anggapan kamu " ucap Jasmin .
Lela hanya dian mendengar penuturan dari Jasmin .
" Ya udah aku harus bekerja lagi kamu istirahat yang cepat besok kamu harus bangun lebih awal " ucap Jasmin.
" Kamu mau ke mana , kamu tega ninggalin aku yang sendirian di sini apalagi dalam keadaan begini , tega kamu Jas " ucap Lela menatap Jasmin .
Jasmin menghela napasnya .
" La kalau aku temenin kamu di sini terus kalau aku tidak melayani pak boss siapa yang bakal terkena masalah " tanya Jasmin pada Lela .
" Iya ya ,aku juga enggak ingin terkena masalah Jas , mending aku tidur di rumah pelayan di belakang " ucap Lela .
" Kamu mau tidur di rumah siapa ? tanya Jasmin lagi .
" ya aku cari nanti siapa yang mau nampung aku , dari pada di sini gue sendirian mending ke sana " ucap Lela lalu beranjak ingin bersiap siap .
" Kamu antar aku dulu ya setelah itu baru kamu pulang " ucap Lela lagi .
" Iya iya cepetan kamu siap siap " ucap Jasmin .
Lela mengambil apa yang di perlukan dan tidak lama kemudian setelah itu mereka pergi ke tempat perumahan pelayan di belakang .
Setelah sampai di sana mereka tepat berdiri di depan rumah vera juga pembantu di situ setelah mengetuk pintu dan ada sahutan dari dalam Jasmin langsung pamit sama Lela .
" Yaudah la aku balik dulu , itu orang juga udah nyahut " ucap Jasmin .
__ADS_1
" oke terimakasih Jas telah mengantar aku ke sini " ucap Lela .
Setelah itu Jasmin balik ke kamarnya Jasmin takut nanti kalau suaminya alias majikannya itu kembali ke kamarnya dan malah mendapati dia tidak di dalam kamarnya bisa. Bisa di hukum dia nanti , Jasmin buru buru melangkah kakinya supaya cepat sampai di lift dan cepat cepat ingin ke kamar mengecek kamar apa ada orang yang di pikirnya sekarang .
Setelah sampai di dalam kamar ternyata tidak ada orang Jasmin bernapas lega setelah mengeceknya .
Jasmin duduk di sofa sambil memainkan ponselnya .
Claudia yang menunggu maminya merasa kesal karena dari tadi maminya belum siap siap juga lalu dia ke kamar maminya dan melihat maminya yang masih di meja riasan bergelayut dengan alat make up nya .
" Mi.... yaampun mi lama banget sih dandannya memangnya mami mau menemui siapa di luar sana mi ? ucap Claudia dengan kesal dan geram sama maminya .
"Sebentar lagi sayang ini udah mau selesai ni tadi lama saat mami memakai softlens sayang , kamu udah siap cepat amat " ucap Bu Susan yang masih membereskan riasannya .
" Mami pikir aku itu macam mami pakek ini pakek itu ya mami kan udah janda ngapain sih makai kek gitu mi , aduh lama amat sih mi!! ucap Claudia dengan tambah kesal .
" Mending aku tinggu mami di luar aja di sini malah bikin aku geram sama mami " ucap Claudia lalu keluar menunggu di ruang tamu sambil memainkan ponselnya mengecek Instagramnya .
" Udah sayang ayok " ajak Bu Susan .
Claudia melihat penampilan maminya yang modis bak gaya model artis berkelas .
Claudia tersenyum kepada maminya .
" Ada apa sayang kok kamu gitu sih , enggak ada yang salah kan " ucap Bu Susan seraya melihat lihat dirinya yang di ketawai sama anaknya .
" Bukan salah mi sama bajunya , tapi apa mami mau ke kondangan menor amat kita kan mau nyantai mi mau cari udara , tapi kalau mami pakai yang kek beginian memangnya udara masuk apa mi ? tanya Claudia .
" Udah udah Jangan banyak tanya ayok " ajak maminya lalu Claudia pergi mengikuti maminya dan masuk ke dalam mobil yang udah di siapin sama supir pribadinya tak lama kemudian mobil meninggalkan halaman rumah .
****
__ADS_1
Di ruang kerja dari tadi Kelvin berdiri di depan sebuah layar dia melihat semua pemandangan yang di tampilkan di layar itu
Di belakangnya ada Bram yang menunggunya .
Kamu tau tidak Bram mereka semua tidak tau kalau ada cctv yang tersembunyi di rumah ini " ucap Kelvin .
" Iya Tuan saya juga berharap mereka juga tidak tau ada rekaman layar yang kita sembunyikan di sini " ucap Bram di belakang .
" Berani juga kamu menantang mertua kamu batin Kelvin .
" Bram kamu dengar apa yang dikatakannya barusan dia tidak ingin berada di samping ku " ucap Kelvin .
"Saya tau Tuan " ucap Bram .
" Besok Carikan baju buat dia " ucap Kelvin lalu keluar dari ruang itu dan duduk membahas bisnisnya dengan Bram lama mereka berinteraksi sama Bram sampai Jam menunjukkan pukul 12 malam akhirnya mereka selesai setelah mengatur strategi yang lumayan lama .
Kelvin masuk ke kamarnya dan mendapati Jasmin lagi tertidur sambil memegang ponselnya dan menyandarkan kepalanya di sofa .
Kelvin menatap lekat lekat wanita itu , Kelvin bimbang apa harus dia melepaskan wanita itu atau membuatnya tetap di sini tapi dia harus mendapat hinaan dari maminya dan Claudia yang belum bisa menerima keadaannya di sini tapi entah kenapa dia merasa teduh saat menatap wanita di depannya sekarang .
Kelvin mengangkat tubuh Jasmin ke tempat tidur dengan hati hati dan menyelimutinya dengan selimut lalu meletakkan ponselnya di atas meja lalu Kelvin turun ke bawah dan mengambil air putih , ini baru pertama kali Kelvin tidak menyuruh orang untuk mengambilnya sampai di dapur Pak Mus yang lagi memberes untuk keperluan besok terkejut saat melihat Tuannya sendiri mengambil air putih lalu dia menunduk .
" Tuan kenapa tidak menyuruh saya saja kalau ingin minum " tanya Pak Mus .
Kelvin tidak menjawab karena dia lagi minum setelah selesai minum meletakkan gelasnya di meja .
" Tidak apa apa Pak Mus lanjut pekerjaan kamu saja jangan lupa setelah itu langsung istirahat " ucap Kelvin lalu keluar dari situ .
Pak Mus tertegun melihat kepergian Tuannya
" Apa yang terjadi dengan Tuannya malam ini , dan apa tadi Tuannya menyuruhnya cepat istirahat " batin Pak Mus yang bertanya tanya dalam benaknya atas sikap Tuannya barusan
__ADS_1
" Apa Nyonya tidak menyiapkan air tadi ya , tapi Tuan tidak marah , aneh ini kejadian paling langka di rumah ini " ucap Pak Mus sambil melanjutkan pekerjaannya .