
Jasmin duduk di ruang belakang tempat santai santai para pembantu .
Jasmin menangis sejadi jadinya tapi dengan tidak bersuara .
" Kenapa hidupku begini , kenapa kenapa ??
" Bukannya aku menolak takdir yang terjadi tapi apakah aku akan selalu begini... apa kehidupanku juga tidak akan pernah yang namanya senang dari dulu ayahku juga bangkrut dan aku juga kerja menghidupi keluargaku dan sekarang aku bekerja buat orang lain dan bahkan aku juga di hina tapi coba lihat kehidupannya mereka yang bergelimang harta dan bahkan kekayaannya melebihi siapapun dan lagi kehidupan mereka tidak ada yang mengusik tapi kenapa mereka malah mengejek orang yang cuman di bawah mereka padahal seorang pengusaha juga merintih dari bawah dan bukannya langsung jadi kaya kan ada miskin dulu baru jadi kaya mereka juga terlahir dari keluarga miskin tapi mereka tidak menyadarinya karena tidak pernah merasakan yang namanya miskin mungkin.. dan orang miskin di hadapan mereka sangat hina bahkan mereka tidak tau duit yang terkumpul itu semua juga dari orang miskin kayak aku mereka menjual produk dan ada kan yang miskin beli tapi kok gak di hina apa karena mereka mengasih uang buat orang kaya seperti mereka " batin Jasmin dalam benaknya serta menahan tanfisnya mengingat keadaannya yang sekarang lebih menyakitkan dari dia bekerja di supermarket dulu .
Lela membawa kantong plastik sampah lela ingin membuang sampah tanpa sengaja dia melihat ada orang yang duduk di tempat mereka nongkrong setelah membuang sampah lela menghampiri manusia yang duduk di situ dia mendekati telinganya supaya tau apa yang di lakukan sama manusia di situ .
Lela seperti mendengar orang itu menangis dan lagi bulu kuduk lela bangun dan lela mulai merinding , lela tidak bisa melihat ke arah manusia itu dia langsung buru buru masuk dan mendekap dirinya dalam selimut ,. baru kali ini lela melihat dengan mata kepala sendiri bayangan manusia jadi jadian , lela membayangkannya saja mulai merasa ngeri dan baru ini juga lela melihatnya di rumah majikannya yang besar ini .
" Ngapain sih aku pakek nangis seperti ini , Jasmin kamu anak yang kuat kamu enggak boleh terpuruk saat mendengar perkataan mereka yang tidak mengenal kamu dan juga kamu hanya mengikuti perintah dari tuan kamu dan kamu hanya bekerja buat dia bukan buat mereka mengerti " batin Jasmin menyemangati dirinya yang tidak mau berlarut larut sama perkataan mertuanya itu .
" Bukannya tadi aku mau menemui lela terus kenapa aku ke sini dasar begok kamu Jasmin " ucap Jasmin dengan menepuk jidatnya sendiri .
Jasmin pergi ke kamar lela saat dia mengetok pintu beberapa kali tapi belum ada yang menjawabnya juga .
" Apa dia udah tidur kali ya tapi enggak mungkin masih jam segini udah tidur tidak biasanya , apa aku buka aja kali ya mungkin gak di kunci " ucap Jasmin lalu membuka pintu dan pintu itu pun terbuka .
Di dalam selimut lela bulu kuduk semakin berdiri .
" Kenapa itu pintu terbuka sendiri , dan siapa yang mengetok tadi!! haduh....
__ADS_1
Bagaimana ini keadaan lagi begini mencekam ini malah pintu apa jangan jangan???
Apa dia mengikuti ku tadi ya , terus kenapa dia mengikuti aku padahal aku tidak mengganggu dia menangis tadi "!!! bisa apes aku ini , enggak ada yang lewat lagi mana orang orang lewat dong di depan kamar aku atau berjalan kek !! biasanya ada yang selalu lewat tapi kenapa dengan malam ini " batin lela dengan berkecamuk bercampur rasa takut yang menghantuinya .
Jasmin melihat lela dalam selimut .
" Ternyata dia udah tidur beneran aku pikir cuma filing aku aja nyatanya beneran , tapi kok ada gerak gerak dalam selimut sih " batin Jasmin penasaran .
"Lela " panggil Jasmin .
Saat mendengar suara yang memanggilnya cepat cepat lela membuka selimut dan ternyata dia mendapati Jasmin yang lagi memandangnya .
Lela memegang dadanya yang tadi sangat cepat di pompa saking rasa takutnya yang besar .
" Kenapa kamu tidak bersuara hah !! ucap lela sedikit keras .
" Jangan aneh aneh kamu deh Jas , kamu pikir aku bermimpi apa ? aneh kamu Jas " ucap lela lalu bangun mengambil air putih di atas meja di kamarnya .
" Terus kenapa kalau bukan mimpi lagian tadi aku liat kamu dalam selimut pakek gerak gerak gitu memangnya kamu lagi apa la ? tanya Jasmin penasaran .
Jasmin lalu duduk di tempat tidurnya lela dia memperhatikan temannya yang berkeringat tidak seperti biasanya dan lagi napasnya seperti orang lari maraton .
Lela meminum air sampai habis dia benar benar haus karena adegan tadi .
__ADS_1
" Kamu tau enggak Jas tadi aku benar benar takut banget , tambah lagi kamu hanya mengetok pintu tapi tidak bersuara hehhh merinding aku membayangkannya " ucap Lela sambil duduk di samping Jasmin .
" Kamu coba pegang tangan aku gemetar dan dingin kan ? tanya lela pada Jasmin sambil memegang tangannya Jasmin .
" Memangnya kenapa sampe gitu wajah kamu pucat lagi , kamu ceritain kenapa bagaimana kronologinya " ucap Jasmin dengan tertawa meledek sahabatnya yang gemetar .
" Kamu seperti pengacara aja sih pakek nanyak kronologinya , aneh kamu Jas " ucap Lela .
" Bukan begitu la aku itu cuma punya waktu sedikit saja habis itu aku harus kembali ke kamar karena pak bos lagi di ruang kerjanya kalau misalnya aku nanti tidak ada di kamar saat dia masuk kan bisa berabe jadinya , aku pasti kena hukuman lagi kayak tadi " ucap Jasmin lalu dia menutup mulutnya .
" Kenapa aku jadi membahas itu ke lela bisa malu sedunia aku nanti " batin Jasmin yang setelah itu cepat cepat membahas topik lain .
" Terus apa yang membuat kamu sampai jadi seperti ini la? tanya Jasmin langsung supaya lela lupa sama apa yang di katakannya barusan .
" Begini ceritanya tadi itu aku mau buang sampah di tempat biasa kita nongkrong waktu itu dan di sana..." ucap Lela dengan terpotong dan berhenti mengatakannya .
" Di sana apa la ? bikin penasaran aja kamu ceritain jangan terputus putus dong " ucap Jasmin yang di buat penasaran sama cerita lela .
" Di sana itu ada orang nangis merinding gue membayangkannya Jas , dia itu nangis kayak tangisan si kunti yang di film film , nangisnya tidak bersuara hanya sesegukannya saja , aneh enggak ? tanya Lela pada Jasmin .
Jasmin hanya mengerutkan dahinya menurut Jasmin cuma orang nangis saja lela udah gemetaran seperti ini .
" Memangnya pukul berapa la ? tanya Jasmin lagi .
__ADS_1
" Barusan , tidak lama setelah itu kamu masuk , aku pikir tadi orang nangis itu nyusul aku ke kamar makanya aku takut banget Jas tadi sampai gemetaran gini " terang lela .
Jasmin mengingat tadinya dia juga habis dari situ apa dia yang menangis tadi sampai membuat sahabatnya sampe gemetaran begini , Persis yang di katakan lela benar , tadi dia yang nangis di situ mengingat kejadian yang di alaminya tadi di ruang makan .