Suamiku Mafia Berhati Lembut

Suamiku Mafia Berhati Lembut
BAB 49


__ADS_3

Semua orang ada yang tidak peduli ada yang peduli dengan Rey dan Lady tapi Lady tidak menggubrisnya dia malah tambah terisak dengan sendirinya .


" Ada apa sayang coba kamu berhenti menangis dulu , kamu ceritain ke aku apa yang membuat kamu sampai menangis seperti ini beby " ujar Rey yang menahan gejolak amarahnya karena malu diliatin orang di restoran itu .


Tapi Lady masih terisak dengan mencoba diam tapi tidak bisa , malah menangis sejadi jadinya .


"Oke kamu ikut aku sekarang kita ke mobil aja mungkin kamu tidak bisa bercerita di sini kita ke mobil dia sana kamu ceritain " ujar Rey .


Rey memanggil pelayan dan menanyakan semua pesanannya dan membayarnya setelah itu dia membawa Lady keluar dari resto itu .


"Kamu tunggu di sini beby aku ke sana mengambil mobil " ujar Rey lalu pergi mengambil mobil .


Lady berhenti menangis setelah kepergian Rey .


" Haduh , susah payah aku menangis bikin luntur make-up beh " ujar Lady .


Lady mengambil tisu di dalam bad nya dan menghapus riasan make-up nya yang luntur .


" Kalau dengan cara ini dia tidak bisa berhasil akan aku gunakan cara ke tiga , ingat aja nanti dia bakal aku perbaiki sikapnya " ujar Lady lagi .


Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai sama Rey berhenti tepat di depan Lady , Rey keluar membukakan pintu buat Lady .


" ngapain masih bengong beb , cepetan cuacanya panas ini ! " ujar Rey yang tidak tahan dengan cuaca panas .


Lady tidak berkata apa apa dia masuk ke mobil . Rey menutup pintu .


" dasar tampangmu aja yang cakep , kamu pikir aku tidak tau apa kebusukan mu bakal aku buat perhitungan kalau udah tepat pada waktunya nanti " ujar Lady yang sambil melihat Rey yang mau masuk ke mobil .


Rey masuk ke mobil dan melihat sekilas ke Lady yang pura pura menghapus air matanya . Lalu kembali menyetir sesekali melihat Lady yang masih kelihatan sedih .


Lama mereka membisu tidak ada yang membuka percakapan . Rey mencoba mencair suasana agar tidak membuat Lady tambah sedih .

__ADS_1


" Beby , bulan depan aku balik ke indonesia jadi kamu mau ikut tidak , ya maksud aku aku mau kenalin kamu ke mama aku , itu sih kalau kamu mau aku enggak maksain kok " ujar Rey padahal dirinya juga berharap kedepannya tidak berhubungan dengan Lady tapi itu harus dilakukannya karena Lady anak satu satunya pewaris dari keluarga pemilik perusahaan terkaya ke 7 di negara itu .


" Aku tau maksud si pria ini apa , gue bakalan ikut permainan kamu beby , kita lihat aja ke depannya " batin Lady menyinggung bibirnya melihat Rey dia pura pura seneng .


" Bulan depan beby , aku pikir dulu ya apa ada jadwal di kantornya papi "


" Eum , kayaknya enggak ada deh , boleh deh aku juga belum ke indonesia karena papi selalu menjagaku kemana aku pergi , ini karena sama kamu papi percaya kamu mungkin dia bakal ngizinin aku kalau sama kamu deh beb " ujar Lady dengan tersenyum tak luput juga memperhatikan sikapnya Rey seperti tidak suka saat dia mengatakan itu .


" Oke deh beby ku jadi kamu udah enggak sedih lagi kan ? tanya Rey memotong pembicaraan karena enek mendengar barusan dari mulutnya Lady .


" Sedih dong , kamu itu kemana aja sih lama banget " ujar Lady dengan nada sedih .


" Kamu tau aku ke toilet sebentar , emang agak lama sih maaf jadi capek kamu tunggu "


" Jadi tadi ada kejadian apa sih sampai kamu nangis seperti tadi , bikin malu tau , apalagi kamu nangis di depan orang banyak tadi , hampir copot tadi wajahku menahan malu " ujar Rey .


" Jadi kamu malu dengan aku nangis tadi , kamu jahat beb , kamu jahat ! " teriak Lady lalu memalingkan wajahnya menatap ke jendela mobil .


" Enggak gitu beb , kamu jangan marah beb , aku enggak mau kamu sedih tapi ...


Lady yang melihat sikap Rey seperti itu jadi ingin tertawa karena dia tau Rey melakukannya dengan terpaksa , Lady jadi teringat beberapa bulan sebelum nya .


flash back on


Sebuah mobil berhenti di sebuah gedung apartemen bergaya klasik .


Seseorang keluar membuka pintu mobil untuk Nona di dalam mobil itu .


Setelah pintu mobil terbuka seseorang wanita berambut merah kulitnya putih bersih dia sangat cantik , dengan kacamata hitamnya dan gayanya modis dan elegan dia berusia di atas dua puluh tahun .


Dia melihat ke sekeliling mobilnya lalu keluar dan melihat ke atas gedung dan lalu masuk ke dalam gedung itu berjalan memasuki lift .

__ADS_1


Dia adalah Lady paaker anak seorang pengusaha berkelas di negara itu .


Sesampai lift terbuka tepat di lantai dua puluh satu , Lady keluar dari situ dia berjalan menyusuri beberapa apartemen .


Setelah sampai di depan pintu apartemen yang di tuju dia membukakan pintu itu kare kunci cadangan ada bersamanya .


Setelah dia membuka pintu Lady langsung masuk dan melihat ke sekeliling apartemen sangat berantakan dan hatinya Lady langsung syok saat melihat ada beberapa pakaian yang di buang begitu saja .


Lady mematung ada pakaian wanita di sofa ruang tamu , Lady masih menahan sesak di dadanya dan mencoba untuk melihat apa yang terjadi di apartemen pacarnya .


Lady mencoba melihat ke kamar dan pintu kamar juga tidak tertutup jadi Lady melihat ke dalam , Lady langsung terdiam mematung di tempat dan menutupi mulutnya saking terkejutnya dan syok dia sampai meneteskan air matanya dan bersandar pada tembok di samping pintu agar tidak terjatuh .


kedua insan itu lagi di mabuk cinta setelah selesai dengan pekerjaannya mereka terbaring lemah .


Tanpa mereka sadari keberadaan Lady yang sudah sangat terpukul dengan melihat kejadian tadi .


" Sayang kapan kamu putus dengan si Lady , aku udah enggak sanggup lagi dengan setiap hari seperti " ujar wanita itu .


" ekhem .... sahut pria itu .


" Aku nanyak sayang , setidaknya kamu jawab dong " ujar wanita itu .


Lady yang ingin pergi dari tempat itu saat mendengar perkataan cewek yang bersama Rey tidak jadi pergi dia ingin mendengar Rey serius enggak sama dia .


" iya , bentar " ujar Rey lalu mengambil selimut dan menutupi dirinya dan kekasih di sampingnya .


" Aku itu cuma cintanya ke kamu , aku pacaran sama Lady itu karena dia kaya , aku ingin menguras hartanya dulu setelah itu kita bisa hidup bebas dengan kekayaan yang berlimpah , iya kan ? ujar Rey pada wanita di sampingnya .


Lady yang mendengar itu menutup mulutnya karena menahan sedihnya .


" Seperti hidupnya si Jasmin dulu sayang ya ? tanya wanita itu .

__ADS_1


Rey mengangguk mengiyakan lalu dia mencium leher kekasihnya kembali dan terjadilah .....


Lady yang tidak tahan mendengarnya pergi dari situ dengan keadaannya yang sangat frustasi .


__ADS_2