Suamiku Mafia Berhati Lembut

Suamiku Mafia Berhati Lembut
BAB 47


__ADS_3

Jasmin hanya bisa duduk mengikuti perkataan suaminya .


tidak lama kemudian Pak Mus kembali dan di susul sama lela dari belakang .


" Ini orangnya Tuan " ucap Pak Mus . Ini


Kelvin menatap Lela dengan tatapan mengintimidasi.


Jasmin mulai sedikit resah saat melihat sikap Kelvin yang menatap lela dengan tidak suka .


Kelvin bukan mengizinkan tapi hanya ingin menginterogasinya saja .


" Dia tinggal di mana ? tanya Kelvin yang menatap ke arah Jasmin yang lagi minum .


"Dia sama dengan saya Tuan dia juga tinggal di kampung jelas Jasmin dengan menunduk karena Kelvin menatap ke arah matanya .


Kelvin melihat ke arah Lela lagi dia memperhatikan Lela dari atas sampe bawah .


" Apa kalian bersekongkol ingin kabur dari rumah saya ? " tanya Kelvin yang menatap ke arah Jasmin lagi .


Degg!!


Jasmin merasa terkejut saat mendengar pertanyaan suaminya yang tidak pernah terpikir olehnya dan Jasmin langsung menatap suaminya dan ingin membela dirinya namun apa daya saat menatap Kelvin dia langsung membeku lalu Jasmin duduk kembali.


" Tidak suamiku saya bahkan tidak berniat untuk kabur dari rumah ini " jelas Jasmin dengan bersuara pelan dan hampir tidak terdengar .


" Apa ? teriak Kelvin sambil memukul meja .


Semua yang ada di ruangan itu terkejut dan mereka hanya bisa diam .


" Pak Mus singkirkan wanita itu dari hadapanku " perintah Kelvin .


Pak Mus membawa lela ke belakang di sana sudah ada beberapa pelayan yang datang ke situ karena penasaran apa yang terjadi .


" Mau apa kalian ke sini sana kalian lanjutkan pekerjaan kalian masing masing ! perintah Pak Mus mengusir beberapa pelayan .


Semua pelayan mematuhinya dan mereka pergi dari situ .


" Apa kalian tau apa yang terjadi tadi ? tanya salah satu diantara mereka .


" Sebenarnya aku penasaran sama kejadian tadi apa sih yang membuat Tuan marah ! ujar satu pelayan yang namanya Ola .


" Udah enggak usah banyak ngomong yang enggak enggak di rumah ini , kalian ingat yang di katakan Pak Mus kemarin ? tanya salah satu pelayan yang bernama Mila


" Iya ,iya aku ingat kita yang ngegosip tentang masalah di rumah ini bakal ada hukuman , aduh kenapa begini ya sekarang peraturan di rumah ini , padahal dulunya enggak sampai seperti ini " ujar Ola .

__ADS_1


" Makanya kita harus ingat kalau mau tetap bekerja di sini kita harus mematuhi aturannya , kalau yang aku tau tidak ada pembantu yang di gaji lumayan seperti kita kita ini , benar enggak ? tanya mila dan memperingatkan teman teman nya .


" Iya benar banget kata kamu mila , lebih baik kita diam aja kalau kita mau tetap di sini , kalau kita mau ngegosip silahkan , tapi saran aku lebih baik di rumah susun kalian , jangan di rumah Tuan " ujar Lina .


Di ruang makan


Kelvin masih duduk di meja makan dengan menahan amarahnya dan matanya juga tak luput memperhatikan Jasmin yang menunduk .


" Suamiku mana mungkin saya mau kabur dari rumah ini , Tuan sendiri yang membawa saya ke sini , saya tau saya bekerja di sini karena menebus kesalahannya kakak saya , kadi saya tau itu Tuan " ujar Jasmin dengan bergetar entah kenapa pada pagi itu dia merasa takut melihat sikap Kelvin.


" Bagus kalau kamu sadar diri , jadi tidak usah berbuat yang aneh aneh di rumah ini " ujar Kelvin .


Jasmin merasa tersinggung mendengar ucapan Kelvin barusan .


Jasmin masih gemetar karena kejadian barusan , dia tidak berani mengikuti Kelvin yang pergi begitu saja tanpa melihat dia seperti biasanya .


Selepas keluar rumah Kelvin menyinggung senyum di ujung bibirnya kali ini dia benar benar membuat Jasmin bergetar karena sikapnya .


Di dalam mobil Kelvin mengambil ponselnya dan melihat sebuah foto di layar ponsel dengan tersenyum .


Bram melihat Tuannya tersenyum tidak ada angin ataupun hujan , Ada yang tidak beres dengan Tuannya pikir Bram .


" Bram kamu bilang sama Pak Mamat hari ini Jasmin ada jadwal ke salon " ujar Kelvin setelah meletakkan ponselnya ke dalam saku jasnya .


" Baik Tuan , sahut Bram .


Kelvin kembali tersenyum saat mengingat kejadian tadi , " kalau dia gemetar seperti itu kenapa wajahnya jadi imut ya , padahal diaaa .. , cantik ! , Pikiran kamu udah merasuki kemana mana Vinnn .. batin Kelvin dengan memukul kepalanya yang tidak sakit.


Bram melihat tingkah Tuannya lewat kaca , Bram menggeleng geleng kepalanya .


Setelah sampai di kantor Bram memberitahu Tuannya kalau sebenarnya sudah sampai


Kelvin bukannya turun malah melihat keluar dengan bingung.


" Cepat amat sampainya " ujar Kelvin yang bingung .


" Memang sudah sampai Tuan , apa kita balik lagi ke rumah mungkin ada yang tertinggal " ujar Bram menggoda Tuannya .


" Apa yang tertinggal, aku pikir enggak ada apa apa , memangnya apa yang tinggal ? tanya Kelvin .


" Mana mungkin saya tau Tuan , coba Tuan ingat apa ada yang tertinggal " ujar Bram yang berdiri di pintu mobil .


Kelvin mencoba mengingat ingat , tapi tidak terpikir oleh Kelvin bahwa Bram hanya menggodanya saja .


" Tidak ada yang tertinggal kamu buang buang waktuku saja " ujar Kelvin lalu dia keluar dari mobil merasa kesal sama Bram .

__ADS_1


" Benar Tuan tidak ada yang tinggal? tanya Bram lagi .


" Ahkk . ..... , apa lagi , kamu jangan buang buang waktu ku Bram !,, sana kamu tanya sama Pak Mus di rumah " ujar Kelvin lagi yang sudah naik tensi .


Kelvin masuk ke dalam dengan kesal segera di susul oleh Bram .


Kelvin meletakkan ponselnya di atas meja lalu duduk di kursinya .


" Bagaimana pengantaran tadi malam apa lancar ? tanya Kelvin pada Bram .


" Seperti biasa Tuan , semua pasti lancar " sahut Bram .


" Aku ingin membangunkan sebuah hotel yang haters di danau yang ku beli kemaren segera kamu urus pembangunannya .


" Baik Tuan , " sahut Bram lagi .


" Tuan saya sudah menemukan orang yang anda inginkan ujar Bram .


Kelvin menyipitkan matanya menatap Bram .


Bram tau dari sikap Tuannya .


" Mereka adalah para komplotan geng Keler " ujar Bram .


" Kamu yakin dengan mereka ? tanya Kelvin .


" Saya Yakin Tuan , mereka bisa bekerja dengan sangat ahli , sudah banyak yang mereka kerjakan dan sebelumnya mereka bekerja pada keluarga Pak Burhan " jelas Bram .


" Sekarang mereka kerja di mana ?


" Sekarang tidak ada Tuan " sahut Bram.


" Kenapa mereka tidak sampai bekerja lagi dengan si Burhan ? tanya Bram lagi .


" Pak Burhan sudah lama tidak mempekerjakan mereka lagi karena dia sudah lama tidak berbisnis yang itu lagi Tuan " ujar Bram .


Kelvin menatap sebuah kertas yang berisikan informasi tentang geng Keler .


" Apa bisa di percayakan semuanya pada Mereka ? tanya Kelvin lagi .


" Saya yakin bisa Tuan " jawab Bram .


" Baiklah kamu urus dengan benar sebelum menggunakan nya " ujar Kelvin .


" Sekarang kamu urus mereka untuk memantau dengan benar apabila perlu kamu sumpahin mereka biar tidak membuka mulutnya " ujar Kelvin lagi .

__ADS_1


" Baik Tuan " Bram keluar dari ruang itu .


__ADS_2