
Mobil memasuki kawasan perumahan yang elit Jasmin menyadari kalau ini bukan jalan ke rumahnya karena rumahnya ada di kampung sekarang dan ini perumahan , Jasmin melihat ke sana ke sini lalu dia bertanya pada Pak Mamat .
" Pak sepertinya ini bukan jalan ke rumah saya deh pak karena jalan ke rumah saya itu di pendesaan Pak bukan di perumahan seperti ini " ucap Jasmin yang masih memperhatikan suasana perumahan .
" Oe ini saya mau mampir sebentar ke rumah teman boleh bu ? tanya Pak Mamat dengan tersenyum seperti ada sesuatu yang di sembunyikan sama Jasmin .
" Oe boleh boleh Pak kenapa tidak katakan dari tadi kalau mau ke rumah teman Pak ? tanya Jasmin merasa sedikit kesal karena dirinya sudah tidak sabar ingin bertemu keluarganya ini malah Pak Mamat mampir ke rumah temannya lagi .
" Saya takut mengatakannya Bu " ucap Pak Mamat .
" Tidak masalah Pak " ucap Jasmin lalu dia duduk dengan tenang sambil melihat keluar .
Tidak lama kemudian akhirnya sampai , Pak Mamat turun dan membuka pintu mobil buat Jasmin .
Jasmin jadi tidak enak " Pak saya tidak turun gak papa saya tunggu di sini saja Pak !" ucap Jasmin .
" Bagaimana ya bu , saya sudah katakan sama teman saya kalau saya datang bersama ibu , jadi bagaimana ya Bu " ucap Pak Mamat lagi .
Jasmin menghela napasnya dia yang seharusnya pengen cepat cepat ketemu sama kedua orang tuanya eh malah Pak Mamat yang ingin ketemu sama temannya dan lagi dia juga harus ikut .
" Baik lah saya ikut tapi jangan lama lama ya Pak saya mau ke rumah ibu saya masih sangat jauh dari sini lagi jadi saya mohon Pak jangan lama lama ya ucap Jasmin lalu turun dan berjalan di belakang Pak Mamat .
Pak Mamat menekan bel masuk dan muncul seseorang wanita dari dalam dia adalah pembantu rumah itu .
" Silahkan masuk Pak Bapak sudah menunggu kalian di dalam , biar saya antar silahkan ucap pembantu itu .
" Baik neng " ucap Pak Mamat .
Pak Mamat mempersilahkan Jasmin di depan pembantu itu membawakan mereka ke ruang keluarga di sana katanya mereka menunggu .
Jasmin berjalan di belakang pembantu itu dia melihat sekelilingnya saat berjalan lukisan yang di tata sangat rapi , Jasmin berhenti saat melihat lukisan yang sama persis seperti lukisan di rumahnya di kampung , Tapi Jasmin berpikir banyak lukisan yang seperti itu juga mungkin ini saat di belinya sama dengan yang di rumah .
__ADS_1
Pak Mamat memperhatikan Jasmin yang tiba tiba berhenti dan dia lagi memperhatikan lukisan sepertinya dia begitu suka dengan lukisan itu makanya bu Jasmin berhenti atau lukisan itu memang dia sudah mengenalnya batin Pak Mamat .
Saat mereka tiba di ruang keluarga Jasmin mengucek matanya beberapa kali dia seperti bermimpi melihat semua orang yang duduk di sana dia Jasmin memandang ke arah Pak Mamat lalu kembali melihat mereka yang duduk di sofa yang tersenyum kepadanya namun Jasmin mencubit pahanya apa benar dia bermimpi atau nyata .
Pak Mamat melihat wajahnya Jasmin yang merasa tidak percaya yang duduk di sana itu ibunya dan ayahnya .
" Ngapain bengong sayang sini kamu tidak kangen ya sama kita " ucap ibunya Jasmin .
Jasmin langsung berlari memeluk ibunya dan meneteskan air matanya melepas rindu yang selama ini dia rasakan dan hanya bisa dia simpan sekarang sudah terbayarkan .
" Bu , aku senang dan bahagia bisa bertemu dengan kalian semua sambil melihat ayahnya di samping ibunya lalu Jasmin beralih memeluk ayahnya dan memeluknya .
" Iya nak kami di sini sangat mengkhawatirkan keadaan kamu di sana , apa kamu baik baik saja di sana nak " tanya ibunya Jasmin .
Jasmin melepas pelukan ayahnya dan duduk di samping adiknya .
" Aku baik baik saja bu , Bagaimana dengan kalian apa kalian juga seperti itu ? tanya Jasmin .
" kita di sini baik baik juga , kami sangat mengkhawatirkan kamu di sana nak , kamu tidak di siksa kan sama tuan Kelvin ? tanya ibunya balik .
" Kak , apa kaka suka padanya " tanya adiknya Jasmin sambil tersenyum menggoda kakaknya .
Jasmin langsung mengerutkan dahinya
" Kamu jangan tanya yang aneh aneh dek " ucap Jasmin merasa sedikit risih dengan pertanyaan adiknya .
" Apa kamu sudah makan nak ? tanya ayahnya Jasmin .
" Belum yah , oya ayah ini rumah siapa kok kalian pada pindah ke sini sih dan Pak Mamat kok tau kalau kalian di sini , padahal tadi aku kesal lho sama Pak Mamat karena aku pikir di a benar benar ke rumah temannya eh yang ternyata kalian di sini "? ucap Jasmin .
" Pak Mamat duduk dong jangan berdiri nanti bisa pegal tu kaki " ucap Jasmin lagi .
__ADS_1
" Enggak apa apa buk saya sudah biasa berdiri seperti ini " ucap Pak Mamat dengan lembut .
" Yaudah sekarang kita makan ayok , Pak Mamat juga ikut kita ngobrol sambil mengisi perut , hehe ayok Pak Mamat " ucap ayahnya Jasmin lalu bangkit berdiri dari duduknya menarik tangannya Pak Mamat dan mengajaknya ke belakang .
Mereka semua pergi ke belakang Jasmin bergandengan tangannya sama adeknya yang manja dengannya .
" Dek kakak mana ? tanya Jasmin karena dari tadi dia tidak melihat kakaknya .
" Oe kakak dia tadi pagi pergi bekerja kak " ucap adeknya Jasmin dengan manja .
" Kerja di mana kakak dek ? tanya Jasmin lagi .
" Ya mana aku tau , yang pokoknya dia bekerja lah kak " ucap adeknya lagi .
Jasmin manggut manggut dia penasaran kakaknya kok bisa pulih secepat itu ya padahal Jasmin liat sendiri waktu itu kakak yang udah babak belur yang menurut perkiraan Jasmin lumayan lama pengobatannya .
" Nanti aku tanyakan sama ibuk aja mungkin ibu tau di mana kakaknya bekerja , aku takut kalau nanti kakak bergabung sama seperti dulu saat dia bekerja sama Tuan Kelvin batin Jasmin penasaran .
Di meja makan Pak Mamat duduk di samping ayahnya Jasmin . Sedangkan Jasmin duduk di samping ibunya udah lama Kasmin tidak makan seperti ini dengan keluarganya , tapi sekarang dia merasakannya kembali seperti dulu saat dimana ayahnya belum bangkrut .
Jasmin melihat ibunya mengambil nasi buat ayahnya dan buat dirinya dan adeknya setelah semuanya selesai mereka berdoa dan lalu makan bersama .
Di sela sela makan Jasmin bertanya pada ayahnya .
" yah , ayah bagaimana bisa bangkit lagi dan bisa beli rumah seperti ini , secara kan kita sudah tidak punya apa apa lagi kan " tanya Jasmin sambil makan .
" Iya kita memang sudah tidak dapat bangkit lagi , tapi berkat suami kamu sekarang kita bisa punya rumah dan perusahaan yang udah bangkrut selama ini bisa kita miliki kembali .
" Oe jadi ini Tuan Kelvin yang belikan " ucap Jasmin dengan nada mengejek .
" Tapi kenapa dia baik pada kita yah sedangkan kita hanya di peralatkan saja karena per buatan kakak kan ? tanya Jasmin .
__ADS_1
" Bukan begitu nak , ini pemberian dia kalau kita tidak mengambilnya kamu bakal tau kan apa yang terjadi nantinya , ya ayah terpaksa mengambilnya nak " ucap ayahnya Jasmin .
Jasmin pergi dari ruang itu dia nampak berwajah kesal pada ayahnya . Ayahnya dan ibunya Jasmin saling memandang dan ibunya Jasmin memberi isyarat pada suaminya biar dia saja yang menjelaskan pada Jasmin .