
Di sebuah restoran di pinggir laut nampak dua insan yang lagi duduk manis menantikan senja di sore hari .
Dengan bersandar di bahu sang pujaannya yang duduk di sampingnya dia adalah rey dengan pacar barunya Rey mantannya Jasmin .
Sewaktu ayahnya Jasmin belum bangkrut rey masih kekeh sama Jasmin , di saat ayahnya Jasmin bangkrut dia dengan begitu saja memutuskan Jasmin tanpa memberi alasannya kenapa dia memutuskan dengan begitu saja .
" Beby , kamu lihat warna warni di kota london ini sangat manis , seperti cinta ku ke kamu semanis warna payung payung ini " ujar Rey menggoda kekasihnya yang berasal dari kota itu .
" Eum beby kamu bisa aja deh ngebuat hati aku berbunga bunga " ujar Lady pacarnya Rey .
Rey Ardian punya beberapa bisnis gelap dengan beberapa temannya , dia berpacaran dengan Jasmin hanya ingin memorotinya saja , begitu pun sebaliknya dengan Lady , ayah Lady sangat kaya raya Rey sangat beruntung bila bisa memeroti nya.
" Beby kapan kamu ngenalin aku sama mama kamu ? Tanya Lady menatap wajahnya Rey dengan tersenyum .
Rey nampak sedikit tidak suka dengan pertanyaan nya Lady , Rey hanya tersenyum saat ditanya seperti itu sama pacarnya .
" Sabar beby kalau sudah waktunya aku akan mengenali kamu ke mamaku , nanti kita sama sama ke Indonesia untuk bertemu dengan mamaku kalau sudah benar benar waktunya .
" Okay, aku tunggu momen itu beby " ujar Lady dengan tambah kuat memeluk Rey .
Tiba tiba Rey teringat sama Jasmin entah kenapa muncul Jasmin di pikiran nya , Rey menggeleng geleng kepalanya membuang bayangan Jasmin tapi masih aja terbayang .
" Beby aku ke toilet sebentar ok , kamu tunggu di sini " ujar Rey .
" Jangan lama lama ya beby " sahut Lady dengan melepaskan pelukannya .
" okey , sip " ujar Rey dengan mencium pipi Lady lalu beranjak pergi .
Setelah pergi dari pacarnya Rey masuk ke tempat toilet para lelaki, di sana Rey mencuci mukanya dan melihat dirinya di depan cermin , saat itu muncul lagi wajahnya Jasmin yang tersenyum menatap Rey , Rey menampar pipinya.
" Kenapa tiba tiba kau muncul di kepalaku Jasmin !! " ujar Rey dengan kesal .
" Jasmin Jasmin apa aku udah mulai jatuh hati lagi ke Jasmin , sayang ,!! dia udah tidak punya apa apa dan lagi kalau aku balikan sama Jasmin aku sendiri yang bakal sengsara menghidupi keluarganya yang bangkrut " ujar Rey .
__ADS_1
Akhhhh!! ,, ... teriak Rey dengan memegang kepalanya yang menahan amarahnya.
" Kenapa hari ini kamu muncul lagi di pikiranku , apa aku belum bisa membuang kamu sepenuhnya ? entahlah !! " ujar Rey lagi dengan mengedikkan bahunya .
" Rey , Rey kamu harus bisa mengambil Jasmin kembali walaupun dia sudah tidak kaya lagi , tapi kamu harus memilikinya , di saat kamu bersama Jasmin dulu kamu tidak berani menyentuhnya tapi saat bersama Lady semuanya bisa kamu nikmatin " ujar salah seorang laki laki yang muncul di balik tembok di dalam tempat wastafel itu .
" Brian , kenapa kamu ada di sini , jangan bilang kamu punya pacar baru lagi di negara ini " ujar Rey yang terkejut melihat temannya muncul di depannya .
" Santai bro , santai " sahut Brian .
" Iya sih aku ada urusan di sini juga , lagian aku baru beberapa hari di sini " ujar Brian .
" Brian Brian , udah semakin tambah cakep aja kamu ini " ujar Rey yang menepuk bahunya Brian .
" Kamu masih kepikiran si Jasmin ?
" Enggak " sahut Rey yang berbohong dengan membalikkan badannya menatap ke arah lain .
" Santai aja Bro , gue tau lho masih nyimpan perasaan Lo ke si Jasmin " ujar Brian lagi .
" Lagian aku dengar dengar Jasmin udah nikah , jadi juga tidak ada harapan lagi untuk kamu " jelas Brian .
Rey menatap Brian dengan wajah terkejut .
" Dari mana kamu dengar? tanya Rey penasaran.
" Yang jelas aku dengar seperti itu la , mana aku tau lagian aku juga enggak perlu kepoin dia kan , banyak kerjaan yang harus ku kerjakan " sahut Brian dengan jengkel .
" Aku heran deh sama kamu giliran aku bilang Jasmin udah nikah wajahmu langsung melotot gitu , eh pas aku nanyak kamu cinta enggak ke dia , malah kamu enggak peduli , aneh kamu Rey " ujar Brian.
Rey langsung bungkam saat Brian mengatakan itu .
" Pacar kamu di mana ? kenapa tidak bersama kamu ? tanya Brian .
__ADS_1
" Dia di sini juga , aku ke sini tadi sebentar " ujar Rey .
" Ya sudah , kamu nikmatin aja waktu kamu dengan pacar baru kamu itu jangan lagi mikir si Jasmin yang udah bahagia dengan orang lain " ujar Brian memperingati temannya .
" Kamu di sini ada urusan apa bro ? tanya Rey .
" Enggak aku ada bisnis sebentar dengan rekan kerja papaku , jadi aku juga enggak bakalan lama juga di sini " jelas Brian .
" Ya sudah aku pergi duluan ya bro , nanti kamu kabarin aku biar aku mampir ke apartemen kamu , kita cafe bareng di sana kayak di negara kita " ujar Brian lagi .
" Ya nanti aku kabarin kamu , kamu ke sini sama siapa bro ?
" Aku sama asisten aku , kita cuma berdua saja " jelas Brian.
" Oke bro aku pergi dulu ya " ujar Brian pamit sama Rey yang masih berdiri di wastafel.
" Apa benar yang dikatakan Brian kalau Jasmin udah married, ah enggak mungkin paling si Brian boongan lagi , apa aku nyusul aja ke indonesia kali ya , buat pastiin kalau si Jasmin masih singgel print " ujar Rey .
Lagian bulan depan gue balik ke indonesia nanti aja aku pastiin, ya Lady pasti udah lama tungguin gue , mending gue ke sana nanti bisa bisa dia mikir yang enggak enggak lagi batin Rey yang menepuk jidatnya lalu dia Rey keluar dari situ .
Rey termenung sendiri saat berjalan hampir saja menabrak pelayan yang lagi membawa makanan .
" Maaf aku tidak sengaja " ujar Rey dengan mengangkat tangannya .
Pelayan itu membalas dengan tersenyum lalu buru buru pergi membawa pesanan orang .
Rey memperhatikan pelayan cewek itu .
" Cantik juga itu cewek , emang ya cewek di sini pada modis modis " ujar Rey .
Rey melihat Lady yang masih setia menunggunya , Rey mendekatinya dan terkejut bukan main saat melihat Pacarnya yang menitikkan air matanya dan langsung memeluknya .
" Ada apa beby ? Kenapa kamu nangis padahal aku hanya ke toilet sebentar , apa yang terjadi ? ceritain dong beby jangan nangis gini malu diliatin orang beb " ujar Rey yang merasa penasaran dengan Lady apa yang membuatnya menangis gitu .
__ADS_1
Bukannya menceritakan Lady justru tambah menangis seperti anak kecil sampai semua orang di resto pada ngelihat ke mereka .