
Di dalam mobil Claudia menyandarkan bahunya pada maminya .
"Mi sebenarnya kita mau kemana sih dari tadi belum nyampek nyampek juga " ujar Claudia .
" Udah enggak usah banyak tanya yang jelas kita happy happy malam ini " tambah bu Susan .
" Mi jangan yang aneh aneh ya mi , kalau sampai kak Kelvin tau mami mau ke tempat waktu itu bisa bisa mami kena mampus nanti " Ujar Claudia memperingati maminya , Claudia anak yang penurut dia sangat takut sama kakaknya .
" eum " jawab Bu Susan singkat .
Tidak lama kemudian mobil memasuki sebuah restoran yang sangat mewah nampak dari restoran itu orang orang berkelas yang sanggup nongkrong .
Bu Susan turun dari mobil yang di susul sama Claudia setelah Pak sopir membuka pintu mobil .
mereka berjalan memasuki restoran itu
" Hay " sapa seorang dari kursi yang mau mereka tempati .
" Hay juga .. lama ya nunggunya maaf kelamaan nunggu aku bawa anak aku ke sini " ucap Bu Susan lalu duduk .
Claudia menatap maminya yang malah menyalahkannya gara gara terlambat ke sini tapi maminya hanya mengedipkan matanya Claudia bertambah sebel melihat maminya lalu dia melihat ke sekeliling tanpa sengaja di melihat salah seorang cowok yang terkenal di kampusnya dengan kepintarannya dia lagi duduk sendiri .
Claudia memperhatikan cowok itu yang sepertinya lagi menunggu seseorang entah siapa .
" Mi aku pindah kursi aja " ucap Claudia lalu duduk di kursi yang bersebelahan sama teman teman maminya .
" Kenapa Susan anak kamu pindah tempat ? tanya Bu Mira .
" Maklum anak muda mana mau sama kita yang udah pada level 50an " ucap Bu Susan .
" Iya ya anak muda sekarang emang seperti itu dia bukan malu tapi menghargai orang tua dia enggak mau mengganggu kita ngobrol gitu " terang bu Lili yang satu lagi di sebelah bu mira .
" Jeng itu anak kamu yang kamu ngomong waktu itu ya ? tanya seorang satu lagi yang di sebelah Bu Susan yaitu Bu Maria
__ADS_1
" Iya yang aku ngomong waktu itu dia orangnya " ucap Bu Susan .
" Oe , cantik juga ya " ucap Bu Maria .
Lama mereka bercanda hingga tiba waktunya pulang ke rumah mereka masing masing .
****
Jasmin membuka matanya lebar lebar saat di rasanya tubuhnya terhimpit dengan sesuatu .
Jasmin merenggangkan otot otot nya membuatnya susah berbalik di saat Jasmin melihat ke belakangnya ternyata Kelvin dengan tenangnya memeluk tubuhnya yang kecil tertimbun dengan badan Kelvin yang mekar dan besar .
Jasmin menggeserkan tubuhnya Kelvin dan ingin melepas dirinya dari pelukan Kelvin tapi nihil bukannya terlepas malah sebaliknya membuat pria terjaga .
" Jangan bergerak atau keluargamu aku tembak " ucap Kelvin dengan matanya yang masih terpejam dan semakin bertambah kuat memeluk Jasmin yang menciut saat mendengar perkataan Kelvin barusan .
Jasmin tidak membantah dia tidak berani bergerak sama sekali saat Kelvin mengatakan kata membunuh .
Jasmin menoleh arah jam di dinding menunjukkan Jam Tujuh pagi .
" Ibu ayah tolong aku , tolong anakmu ini yang hampir sekarat " batin Jasmin dirinya selalu merasa tidak enak kalau sampai terlambat bangun pagi
Pak Mus yang lagi membereskan sarapan mengernyitkan dahinya .
" Tidak biasanya Nyonya terlambat ke bawah tapi ini Jam tujuh tapi belum juga turun , apa ini ada hubungan nya dengan tadi malam Tuan Kelvin turun sendiri mengambil air, apa mereka baru selesai melakukannya ?" batin Pak Mus dengan tersenyum.
Pak Mus tersenyum karena Tuannya akhirnya bisa mencintai Nyonya Jasmin , Pak Mus cepat cepat membereskan sarapan pagi lalu dia membuat makanan kesukaan Tuannya .
Bu Susan yang lebih duluan bangun dia buru buru karena mau pergi ke luar negri setelah menyiapkan koper kopernya dan menyuruh sama sopirnya untuk memasukkan ke dalam mobil setelah itu dia ke ruang makan dan memakan sarapannya .
" Pak Mus bilang sama Kelvin kalau dia bangun nanti kalau aku sudah pergi aku enggak bisa menunggunya karena lama lagian juga belum turun padahal udah mau Jam delapan Claudia aja udah pergi tadi " ucap Bu Susan sambil makan .
" Aku perhatiin selama dia menikah dengan si pembantu itu dia jadi terlambat sarapan paginya dan lagi bangunnya juga selalu tidak tepat waktu sekarang bukannya makin disiplin ini justru makin gak ada aturan aja " ucap Bu Susan lagi sambil makan karena berbicara sambil mengunyah suaranya jadi tidak jelas, Pak Mus tidak bisa mendengarnya dengan jelas.
__ADS_1
Setelah selesai dengan makanannya Bu Susan bangkit dari duduknya dan mau keluar tapi berbalik lagi .
" Oya Pak Mus jangan lupa katakan sama Kelvin ya , kalau saya udah pagi pagi tadi perginya kalau saya nunggu dia bangun nanti bisa terlambat saya " ucap Bu Susan .
" Baik Bu akan saya sampaikan nanti sama Tuan Kelvin " ucap Pak Mus .
Bu susan keluar dari ruangan itu dan pergi dengan sopirnya meninggalkan halaman rumah .
Di dalam kamar Kelvin
Jam menunjukkan Jam delapan tiga puluh tapi Kelvin masih enggan melepaskan pelukannya dia sampai tertidur pulas sedangkan Jasmin dia tidak dapat bergerak dan dia hanya bisa pasrah .
Saat Jasmin melihat Jam dan perutnya juga udah keroncongan tapi sayang dia harus bersabar karena tidur suaminya tidak boleh di ganggu juga .
Jasmin membalikkan wajahnya dan nampak jelas wajah suaminya itu di depan matanya yang lagi tertidur .
Jasmin menatap wajah Kelvin dengan tersenyum dan tanpa sengaja Jasmin memegang wajah suaminya yang lagi tidur .
" Ternyata bos mafia ini sangat tampan , tapi kalau dia tidur seperti ini sangat menyejukkan mata ya kalau kita pandang , kenapa saat terbangun wajahnya seperti singa yang menakutkan semua orang , mungkin ini yang dinamakan orang orang kalau wajahnya macam singa belum tentu hatinya juga seperti singa "batin Jasmin dengan tersenyum .
" Andai saja aku punya pacar yang begini mungkin aku juga tidak akan melepaskannya
tapi sayang mana ada yang mau sama aku yang tipe seperti ini batin Jasmin lagi .
" Jasmin Jasmin jangan mimpi ketinggian kamu nanti malah kamu yang jadi terpuruk , jadi tidak usah berharap yang lebih, dengan hidup kamu yang sekarang patutnya kamu bersyukur bukannya mau yang lebih oke batin Jasmin menyemangati dirinya .
" Habis kamu kerja sama Tuan Kelvin nanti kamu harus bisa bekerja dengan layak di tempat dan membangun rumah yang baik untuk masa depan kamu nanti , tapi kalau di pikir pikir ya aku udah merasa nyaman ya jadi istri Tuan Kelvin kalau misalnya nanti aku di tendang dari rumah ini apa kah aku sanggup enggak ya ?" batin Jasmin bertanya tanya .
" Kamu harus sanggup Jasmin untuk melupakan semuanya kenangan tentang Tuan Kelvin dan kamu juga harus bangkit dengan masa depan kamu nanti , jadi kamu harus bangkit batin Jasmin .
Jasmin menatap Kelvin dalam dalam entah mengapa dia merasa timbul perasaan aneh dalam dirinya dan lagi jantungnya bertambah kuat berdetak saat menatapnya yang kedua kali dia memalingkan wajahnya dan dia juga memegang dadanya .
" Kenapa dengan jantung aku hari ini , apa aku sakit jantung ...
__ADS_1
" Mending aku habis ini cepat cepat ke dokter memeriksanya " batin Jasmin.
" Oe aku tau ini aku belum makan makanya begini " batin Jasmin lagi .