Suamiku Mafia Berhati Lembut

Suamiku Mafia Berhati Lembut
BAB 50


__ADS_3

Jasmin termenung di meja makan dia teringat sikap Kelvin tadi yang membuatnya takut


Salah satu pelayan di rumah itu menghampirinya


" Nyonya , apa nyonya baik baik saja "


" Iya , saya baik " ujar Jasmin yang tersadar dari lamunannya.


" Maaf Nyonya , saya tidak bermaksud mencampuri urusan Nyonya dan Tuan , saya turut prihatin dengan Nyonya " ujar pelayan itu yang bernama Yuni .


" Iya tidak apa apa , terimakasih atas keprihatinan kamu "


" Nama kamu siapa ? tanya Jasmin.


" Nama saya Yuni Nyonya " kata Yuni dengan tersenyum.


" Kamu anak baru di sini ya ?


" Iya Nyonya , saya juga baru beberapa hari di sini " ujar Yuni tersenyum ramah .


" Nyonya jangan sedih , kalau Nyonya sedih berarti Nyonya di kira lemah sama Tuan , Nyonya harus kuat menghadapi Tuan , saya yakin cuma Nyonya yang bisa merubah sikapnya Tuan , maaf kalau saya lancang Nyonya tapi saya juga tidak mau melihat Nyonya terpuruk begitu , seharusnya Nyonya harus happy walaupun keadaan yang Nyonya hadapi sedang buruk itu juga mempengaruhi mental Nyonya , saya mau Nyonya selalu bahagia dan tersenyum , lakukan apa yang bisa membuat Nyonya bahagia , maaf itu sih saran saya Nyonya , kalau saran saya menurut Nyonya tidak baik , saya berharap Nyonya memaafkan saya " ujar Yuni sambil membereskan piring di atas meja .


Jasmin mencerna perkataan Yuni ada benarnya juga , yang penting kehidupannya tidak mengganggu orang lain dan Jasmin mulai tersenyum .


" Terimakasih atas saran kamu Yuni , kamu ada benarnya juga " ucap Jasmin dengan tersenyum.


" Maaf sekali lagi kalau saya lancang Nyonya , saya pamit mau mencuci ini " ujar Yuni lagi dengan tersenyum karena bisa melihat senyum di wajah orang yang hampir menangis tadi .


Jasmin mengangguk melihat sikap Yuni yang ramah dan seperti nya dia selalu happy walau keadaan mencekam batin Jasmin


" kamu anak yang baik , semoga hari kamu beruntung Yuni " ujar Jasmin .


" Ya , aku harus siap siap dulu batin Jasmin lalu beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya .

__ADS_1


" Anak itu berani juga , tapi enggak apa apalah enggak ada yang melihat mereka tadi , yang penting Nyonya sudah kembali tersenyum berkat anak itu " ujar Pak Mus yang dari tadi berdiri memperhatikan Jasmin dan Pelayan baru di rumah Kelvin .


Pak Mus mendekati Yuni dan memperhatikan si gadis itu yang masih belia tapi harus bekerja demi bisa menghidupi diri nya sendiri yang tidak mempunyai keluarganya , Pak Mus mendengar ceritanya saat pertama melamar kerja di sini .


Yuni tanpa sadar kalau dia sedang diperhatikan oleh Pak mus saat ingin membalikkan badannya setelah selesai mencuci piring , Yuni hampir terjatuh karena terkejut melihat Pak Mus di depannya .


" Kamu hati hati kalau sedang bekerja jangan ceroboh " Pak Mus menasehatinya.


" Baik Pak " sahut Yuni yang menunduk ke bawah.


Pak Mus pergi dari situ dan mengerjakan tugasnya .


" Yuni kamu ke sini sebentar" ujar Pak Mus .


" Baik Pak " yuni langsung mendekati Pak Mus .


" Kamu cuci wortel ini dan tolong kamu parut bersama beberapa buah lainnya kamu ambil itu di kantong kresek di sana " ujar Pak Mus menunjukkan kantong itu .


" Baik Pak " Yuni mengambil beberapa bahan yang dikatakan Pak Mus tadi dan mencucinya.


" Jasmin ini dirimu yang sebenarnya , entah bagaimana setelah kamu ke salon nanti entah bagaimana penampilan kamu , yang jelas semoga bisa membuat Tuan suami mau menerima kamu " ujar Jasmin menyemangati dirinya .


Jasmin keluar dari kamarnya .


Di halaman rumah , Pak Mamat dari tadi menunggu majikan nya keluar tapi belum juga terlihat . Akhirnya dia bergabung dengan Satpam di rumah posnya satpam .


Tidak lama kemudian Pak Mamat melihat Jasmin keluar dan dia langsung berlari ke mobil membuka mobil buat Majikannya.


" Terimakasih" ucap Jasmin yang masuk ke mobil .


Setelah itu Pak Mamat masuk ke mobil dan mulai menyetir mobil , mobil keluar dari halaman rumah .


Beberapa pelayang tadi yang sempat melihat Jasmin keluar mencibir tidak suka terhadap Jasmin .

__ADS_1


" Dasar wanita ****** setelah dia bisa menguasai Tuan mungkin dia juga bisa menguasai rumah ini , setelah ini kita kan dipecat Ver " ujar Ola .


" Ya mau bagaimana lagi Ola kita semua kan tau ujung ujungnya kita yang harus mencari kerja di tempat lain , kita harus bertahan di sini dulu sampai dia benar benar menjadi penguasa di rumah ini , aku enggak tau di luar sana ada enggak gajinya yang seperti kita kita ini ? tanya Vera pada temannya .


" Entahlah, aku juga tidak tau aku berharap ada tapi toh kita liat juga nanti ke depannya" sahut Ola .


mereka terdiam sebentar dan setelah itu berpura-pura menangis .


" Enggak usah aneh aneh deh , kalau sampai ke denger sama Pak mus kita visa berurusan sama itu wanita , gue sih ogah , yok kita kerja lagi semoga cepat selesai mau hampir siang ini " ujar Vera menarik temennya.


" Pengumuman semuanya saya harapkan semua para pekerja di harapkan berkumpul di tempat biasaaa..... terimakasih "


" Ada apa lagi Ver ? tanya Ola .


" Ya mana aku tau , ayok kita kumpul dulu nanti di sana baru kita tau apa yang terjadi , ayok" ajak Vera .


Semua para pelayan di rumah itu sudah berkumpul di tempat yang di perintahkan sama Pak Mus di sana juga sudah ada Bram yang berdiri dengan gagah melihat ke pelayan yang sudah berkumpul.


Tak luput juga Pak Mus beliau juga berada di situ .


Setelah semuanya berkumpul Pak Mus maju ke depan mereka semua dan tepat berdiri di depan beberapa pelayan .


" Semuanya apa sudah berkumpul atau masih ada orang di rumah susun ? tanya Pak Mus pada seseorang yang di tugaskan melihat orang yang masih di rumah susun .


" Sudah tidak ada Pak , semuanya sudah berkumpul " ujar pelayan itu yang bergabung dengan teman-temannya .


" Ya sudah , sekarang kita ke pembahasan kenapa kita semuanya di kumpulkan di sini " ujar Pak Mus .


" Saya ingin mengatakan ke pokoknya saja , begitu kan Bram " ujar Pak Mus dengan melihat ke arah Bram yang berdiri di belakangnya .


Bram mengangguk mengiyakan , Pak Mus kembali melihat para pembantu .


" Baik , mulai sekarang dan seterusnya saya berharap kepada para pembantu semua di rumah ini harap mematuhi aturan yang sudah di tetapkan kalau kalian masih ingin bekerja di sini "

__ADS_1


" Sudah beberapa kali saya lihat para pembantu sudah tidak mempunyai sopan santun lagi dengan Nyonya Jasmin , mulai sekarang siapa diantara kalian yang melihat Nyonya Jasmin dan menatapnya dengan tidak suka kalian akan di hukum dan setelah itu kalian juga akan di pecat oleh saya sendiri dan saya juga tidak memilih atau mengasihani kalian lagi "


Bersambung


__ADS_2