Suamiku Mafia Berhati Lembut

Suamiku Mafia Berhati Lembut
BAB 35


__ADS_3

Di dalam mobil Jasmin yang lagi melihat ponsel barunya yang menurutnya sangat canggih dan yang pasti mahal menurutnya dia tidak sadar kalau Pak sopir memperhatikannya Pak sopir juga tersenyum melihat tingkahnya Jasmin yang seperti anak kecil saat menerima sesuatu barang .


" Nyonya kita sebenarnya mau kemana Nyonya ? tanya pak supir memulai percakapan yang sebenarnya sudah tau tujuannya karena sudah di beritahu sama Bram tadi .


" Ke desa xxxxx " ucap Jasmin yang masih melihat ponselnya .


" Baik Nyonya " ucap Pak Mamat namanya .


Setelah merasa puas melihat ponselnya dan sudah juga memeriksanya yang dilihatnya sudah ada kontak suaminya , Jasmin menghela napasnya kenapa harus ada sih nomor dia kalau aku mau kemana mana pasti selalu ribet dan tidak bisa menikmati waktu bebas ku mungkin tiap kali ditelpon melulu karena dia pikir aku akan kabur batin Jasmin Jasminmh ponselnya di dalam tasnya lalu melihat ke sekeliling perjalanan yang masih di alun alun kota dan merebahkan tubuhnya bersandar di kursi mobil .


Jasmin sudah sangat rindu pulang menjenguk keluarganya apalagi sudah diizinkan sama Kelvin .


Jasmin merasa deg degan dan berkeringat dia membayangkan bagaimana kalau dia pulang nanti dan bagaimana wajah kedua ayah ibunya .


" Oya nama bapak siapa ya ? kita kan belum kenalan pak " ucap Jasmin .


" Pak Mamat Nyonya " ucapnya dengan tersenyum .


" Pak Mamat tinggal dimana , apa udah lama bapak bekerja jadi sopir seperti ini Pak? tanya Jasmin .


" Iya sudah lama Nyonya , semenjak saya belum menikah dan sampai sekarang Nyonya !" ucap Pak Mamat dengan tersenyum .


" Oe jadi udah lama ya Pak , Pak jangan panggil Nyonya dong pak saya merasa tidak nyaman mendengarnya Pak , semua orang di rumah itu selalu memanggil saya dengan sebutan Nyonya padahal saya sangat risih dengan panggilan itu !" ucap Jasmin .


" Oe maaf Nyonya eh eh.. terus saya panggil siapa dong bu atau nona ? tanya pak Mamat .


" Ibu saja pak lagian kalau bapak panggil nona kan ada non Claudia di rumah jadi kalau panggilan ibu kan belum ada disana Pak " ucap Jasmin .


" Tapi Nyonya eh Bu nanti kalau saya panggil ibu saya bisa di pecat sama Tuan Nyonya " ucap Pak Mamat .

__ADS_1


" Jangan di depan Tuan nanti bapak yang terkena masalah , kalau lagi seperti ini dan kalau sampai di rumah saya nanti oke Pak " ucap jasmin mengacungkan jempolnya .


" Baik bu " ucap Pak Mamat .


Mobil berjalan dengan kecepatan sedang Jasmin duduk sambil sesekali menguap karena merasa ngantuk tetapi dia masih bertahan melawan kantuknya .


" Pak mampir dulu ke tempat menjual kue kue dan buah saya ingin membeli buat oleh oleh nantinya " ucap Jasmin .


" Oh , baik bu , tidak jauh dari sini ada mol di depan bu " ucap Pak Mamat .


Jasmin mengangguk dan tersenyum lalu tidak lama kemudian mobil memasuki mol dan Jasmin pun turun tidak menunggu di bukakan pintu sama Pak Mamat .


" Eh eh, buk kok tidak tunggu saya buka sih bu nanti Kalau ada yang lihat bagaimana bu bisa bisa saya yang di pecat sama Pak Bram buk " ucap Pak Mamat merasa agak takut sambil melihat ke sekeliling .


" Enggak apa apa Pak Mamat nanti biar saya yang mengatakan sama Pak Bram kalau saya yang keluar dengan sendiri dan juga kemauan sendiri .


" Tapi bu ? ucap Pak Mamat lagi .


Jasmin masuk ke mol dan membeli oleh oleh buat di bawakan ke keluarganya dan Pak Mamat mengikuti Jasmin dari belakang nanti kalau butuh bantuan dari Pak Mamat langsung membawanya .


Saat Jasmin lagi memilih kue dan menanyakan pada Pak Mamat seorang wanita menghampiri Jasmin dan melihat Jasmin dari atas sampai bawah dengan tersenyum sinis saat melihat wajah Jasmin .


Jasmin tidak tau kalau wanita itu sedang memperhatikan dia lalu Pak Mamat membisik


" Bu , sepertinya ada yang sedang memperhatikan ibu dari tadi itu di samping ibu dia berdiri " ucap Pak Mamat me unjuk dengan bibirnya ke samping Jasmin .


Jasmin mengerutkan dahinya saat mendengar Pak Mamat mengatakan kalau ada yang memperhatikannya lalu Jasmin menoleh ke arah yang di tunjuk sama Pak Mamat , Jasmin mengerutkan dahinya lagi saat melihat wanita itu Jasmin seperti pernah mengenalnya dan wajah wanita itu seperti tidak asing baginya .


Wanita itu tersenyum kepada Jasmin dia menatap Jasmin dengan ingin mengejeknya Jasmin seperti saat di waktu sma dulu dia adalah alona teman Jasmin waktu sma dulu .

__ADS_1


Jasmin mengingat ingat wanita di depannya sambil tersenyum kepada wanita yang belum dia tau siapa dia tapi pernah kenal pikir Jasmin .


" Hay !" ucap Jasmin sambil melambaikan tangannya kepada wanita itu .


Alona membalas dengan tersenyum kepada Jasmin .


" Ternyata kamu belum berubah ubah juga ya apalagi sekarang papamu bangkrut kan , jadi tidak bisa dong hidup enak lagi dong , kasian deh kamu Jasmin " ucap Alona menyombongkan dirinya dengan tersenyum sinis ke arah Jasmin .


Jasmin seperti sudah mengingatnya wanita itu adalah teman semasa dia sma dulu yang sering mengejeknya dan bahkan membullinya .


" Iya emang papaku bangkrut dan dan aku juga tidak bisa hidup enak kayak kamu lagi , jadi berbahagialah kamu " ucap Jasmin dia tersenyum .


" Sudahkan aku mau belanja lagi , ayo Pak Mamat kita pergi dari sini kue kue juga udah kita suruh bungkus " ucap Jasmin dengan tersenyum kecut .


Lalu Jasmin pergi alona tidak berkata lagi dan dia merasa geram sendiri .


" Udah miskin masih belagu " lihat aja kamu nanti Jasmin aku bakal vidioin kamu dan aku kasih ke alumni sma supaya kamu di ejek " ucap Alona dengan tersenyum lalu dia pergi .


Ternyata alona dari tadi memvidioin Jasmin yang lagi bersama Pak Mamat .


Jasmin masuk ke mobil dengan berwajah cemberut dia merasa sakit apa yang tadi di ucapkan samaa alona kenapa sih dia harus bertemu alona , Jasmin duduk dengan menampakkan wajah sedihnya Pak Mamat memperhatikan .


" Udah bu gak usah dipikirin sama orang seperti itu , apa itu yg teman ibu ya ? tanya Pak Mamat .


" Bukan dia memang selalu begitu sama saya Pak dia teman satu satunya yang mengejek orang di dalam sampai kadang kadang di buat nangis sama dia .


" O begitu ceritanya bu , jadi dia tidak di keluarkan dari sekolah itu bu , kan dia sudah membuat orang tidak nyaman dengannya " ucap Pak Mamat .


" Ya gitu lah Pak bagaimana mau dikeluarkan rumah sekolah aja milik dia Pak , makanya guru guru di situ takut bertidak kepadanya dan malah nanti meraka yang kena masalah kalau sampai dia ngaduin ke orang tuanya " ucap Jasmin .

__ADS_1


" Oe , pantesan " ucap Pak Mamat .


Mobil melaju meninggalkan kota .


__ADS_2