
Jasmin melihat dirinya di cermin sesudah di salon rambut nya dengan gaya rambut baru , Jasmin seperti tidak suka dengan gaya rambut ini karena menurutnya sangat tidak cocok dengan dirinya saat dipandang.
flashback
" Tuan Nyonya Jasmin sudah berangkat ke tempat yang anda suruh " ujar Bram yang berdiri jauh di samping meja kerja nya Kelvin .
Kelvin masih menatap layar laptop nya dia masih tidak bergeming saat Bram mengatakan itu .
Lima menit kemudian
" Pak Mamat membawa nya ke tempat yang mana ? tanya Kelvin masih melihat ke laptopnya .
" Ke tempat salon di samping Mall kita Tuan " ujar Bram.
" Jadi buat apa kamu beritahu aku kalau dia ke salon ? tanya Kelvin lagi .
" Ya bukannya tadi Tuan sendiri yang memintanya untuk mengawasi Nyonya hari ini Tuan ??? tanya Bram balik bertanya, Bram merasa bingung dengan sikap Tuannya hari ini tadinya tenang tidak lama kemudian ombak aneh!! batin Bram.
" Iya terus sudah kamu katakan sama mereka? " tanya Kelvin .
" Sudah Tuan " sahut Bram.
" Apa gaya rambut yang kamu pilih , bawa sini biar aku lihat bagus apa enggak " .
Bram mengambil ponselnya yang di suruh pegang sama Kelvin . Bram mempunyai 3 ponsel satu ponsel yang di pribadi kedua ponsel Tuannya ke tiga ponsel umum .
" Ini Tuan " ujar Bram dengan menyodorkan ponsel kepada Kelvin .
" Kalau Tuan tidak berkenan dengan pilihan saya tuan tinggal katakan yang Tuan suka buar saya buat perjanjian dengan mereka .
Kelvin mengambil ponsel itu dan melihat apa yang membuat nya penasaran. Wajah Kelvin berkerut saat melihat beberapa gambar di ponsel itu .
" yang kamu tandai ini bagus juga , tapi aku lebih suka yang ini dan sepertinya yang ini cocok dengan dia , jadi aku milih yang ini " ujar Kelvin dengan tersenyum.
" Kamu pesan yang ini aja kalau dia sudah sampai " ujar Kelvin dengan tersenyum lalu meletakkan ponsel di atas meja .
Bram mengambil ponsel dan melihatnya dengan kening berkerut
" Yang ini Tuan , apa tidak terlalu berlebihan buat Nyonya " ujar Bram .
Packk .....
Sebuah kaleng minuman mendarat tepat pada Bram dan mengenai kepala Bram .
Bram tidak terkejut dia masih berdiri dengan menunduk .
" Maaf Tuan " kata Bram dengan mundur ke belakang .
" Keluar Bram!!! " Kelvin mengusir Bram .
__ADS_1
Bram keluar dari ruangan Tuannya , Bram masuk ke dalam ruangnya .
Bram menelpon pemilik salon .
" Sudah saya kirim gambarnya , apa Nyonya muda sudah sampai ? tanya Bram pada seberang telpon .
" Sudah Pak " sahut di seberang telpon.
" Baiklah, saya harap kamu sendiri yang harus melakukannya " ujar Bram setelah itu menutup telponnya .
" Selamat datang Bu , silahkan mau di buat gaya rambut apa ? , tanya salah satu karyawan di salon itu .
Jasmin melihat gambar ada beberapa gaya rambut , beberapa model dan cool .
Jasmin meneliti satu persatu dengan beberapa gambar yang sudah ada .
" Saya pilih yang ini saja " ujar Jasmin setelah menemukan rambut yang di sukainya .
" Baik bu " ujar karyawan itu .
" Yang ini biar saya yang tangani sendiri kamu tangani yang lain oke" ujar seorang wanita dia pemilik salon di situ ibu Rania .
" Bagaimana Nyonya apa bisa kita lakukan sekarang ? tanya Bu Rania .
Jasmin mengangguk dan Bu Rania mulai melakukannya .
**
Jasmin yang tadinya sibuk dengan ponselnya dan melihat dirinya di cermin .
" Mbak , kenapa beda dengan yang saya tunjukkan tadi ya ? tanya Jasmin bingung .
" Memangnya Nyonya pilih yang mana tadi ? tanya Bu Rania .
" Jadi Mbak tidak melihat yang saya katakan tadi sama mbak yang tadi ? tanya Jasmin lagi.
" Yang saya lihat tadi gambar yang ini Nyonya " ujar Bu Rania .
" Ya ampun Mbak seenggaknya tanya dulu sama saya tadi " ujar Jasmin kesal karena Jasmin merasa kurang pede dengan gaya rambutnya yang sekarang , gaya rambut Jasmin yang sekarang memprioritaskan kalangan atas dan Jasmin hanya ingin sederhana saja .
" Ya ampun Nyonya, ini gaya rambut cocok dengan Nyonya , enggak salah Tuan milih rambut buat Nyonya " ujar Bu Rania .
" Apa Mbak katakan tadi? Tuan maksudnya apa suami saya yang memilih gaya rambut ini ? tanya Jasmin saking penasarannya.
" Iya Nyonya gaya rambut yang itu pilihan Tuan Kelvin sendiri , bukannya saya tidak melihat yang Nyonya inginkan , tapi itu pilihan suaminya Nyonya " ujar bu Rania dengan tersenyum .
Apa ? sampai gaya rambut ku aja dia sudah duluan menyimpan nya , pantas saja tadi tidak menanyakan ke salon mana aku pergi nyatanya salon yang sudah di perintahkan sama dia " batin Jasmin .
" Nyonya apa Nyonya baik baik saja ? tanya Bu Rania kerena melihat Jasmin termenung.
__ADS_1
" Iya saya baik baik saja , enggak apa apa terimakasih banyak " ujar Jasmin.
Setelah melakukan pembayaran nya Jasmin keluar dari salon itu dan dia melihat Pak Mamat sudah ada di situ berdiri di samping mobil menunggunya .
Jasmin berjalan ke mobil nya dan dengan sigap Pak Mamat membuka pintu mobil buat Majikannya.
di dalam perjalanan Jasmin hanya terdiam menatap keluar jendela mobil.
Pak Mamat melihat melalui kaca Jasmin yang duduk lesu begitu dan tatapan nya kosong keluar .
" Apa ada sesuatu Nyonya ? tanya Pak Mamat memulai percakapan.
" Tidak ada apa apa Pak Mamat , oya Pak Mamat bapak ke salon tadi sudah di beritahu sama Tuan Kelvin ya ? tanya Jasmin .
" Iya Nyonya tadi Bram yang memberi tau kalau saya di suruh mengantar Nyonya ke salon yang tadi " jelas Pak Mamat .
" Oe " Jawab Jasmin singkat .
" Ada apa Nyonya, apa ada masalah di salon tadi ? tanya Pak Mamat lagi .
" Oh tidak ada " jawab Jasmin .
" Pak Mamat kita mampir makan siang dulu ya , saya udah laper ini jam aja udah hampir pukul tiga sore " ujar Jasmin .
" Baik Nyonya , ke restoran yang mana Nyonya ?
" Ke tempat yang nyaman saja , dan nyaman saat makan " sahut Jasmin .
" Siap Nyonya " sahut Pak Mamat .
" Pak Mamat apa saya boleh menanyakan sesuatu " tanya Jasmin.
" Silahkan Nyonya, Nyonya tidak perlu canggung sama saya , tanyakan aja apa yang membuat Nyonya ingin bertanya.
" Hehehe , tidak seperti itu juga Pak Mamat" ujar Jasmin merasa sedikit malu .
" Apa tadi sebelum kita pergi suami saya menyuruh Pak Mamat ke salon itu ? tanya Jasmin .
" Kenapa Nyonya tanya seperti itu ? tanya balik Pak Mamat.
" Kalau memang suami saya yang nyuruh Pqk Mamat tinggal bilang aja " seloroh Jasmin.
" Iya memang tadi Bram menyuruh saya untuk membawa Nyonya ke tempat salon itu , kalau yang Bram katakan itu semua perintah Tuan Nyonya " jelas Pak Mamat.
" Pantesan , Pak Mamat tidak menanyakan dulu ke saya " ujar Jasmin .
" Apa ada yang aneh terjadi di sana Nyonya ? tanya Pak Mamat .
" Tidak ada , ngomong ngomong bagaimana dengan penampilan saya kali ini Pak Mamat ada yang kurang menurut Pak Mamat.
__ADS_1
" Tidak ada Nyonya , justru Nyonya sudah bertambah lebih bersinar dengan gaya rambut Nyonya " ujar Pak Mamat dengan tersenyum .
" Terimakasih " sahut Jasmin merasa aneh saat ada yang memuji.