Suamiku Mafia Berhati Lembut

Suamiku Mafia Berhati Lembut
BAB 27


__ADS_3

Brian di depan pintu toilet wanita tapi tidak ada siapa pun yg keluar lalu dia mau membuka pintu dan tiba tiba keluar seseorang dan tatapan mereka bertemu . Bu Susan lalu memalingkan wajahnya dan pergi dari situ tapi tangannya di tarik sama Brian dan terpaksa bu Susan berdiri di situ .


" Aku pengen ngomong sama kamu " ucap Brian . Bu Susan merasa gelisah apa yang diinginkan Brian .


" apa , jangan lama lama " ucap bu Susan ketus .


" Baik , aku hanya mau nanyak kenapa waktu itu kamu menolak aku , kamu tidak memberi alasan waktu itu "? tanya brian . Bu susan membalikkan tubuhnya menatap Brian " kamu pengen tau kenapa aku menolak kamu "! tanya balik bu Susan Brian mengangguk .


" Baik kalau begitu aku akan menjelaskannya kenapa aku menolak kamu waktu itu "! ucap bu Susan .


" Kamu tau aku hanya menganggab kamu sebagai teman tidak lebih dan lagi aku juga sudah punya pacar sudah kan "!? bu susan berbohong . Brian terdiam menatap bu Susan dia sudah menemukan jawaban yang selama ini dipikirkannya bertahun tahun bahkan Brian belum menikah karena tidak bisa membuang cintanya kepada Susan .


" Sudah kan , kalau begitu aku permisi dulu "! ucap bu Susan lalu pergi meninggalkan Brian yang terdiam di situ .


" Lama amat kamu ke toiletnya san enggak ada apa apa kan "? tanya bu Mira .


" Iya itu aku hanya kebelet ra , makanya lama dan sekarang perut aku juga sakit aku pulang aja ya kalian lanjut makan aja aku sepertinya pengen istirahat " ucap bu Susan .


" Iya sudah kamu hati hati ya , jangan lupa minum obat sakit perut ya san "? ucap bu Mira .

__ADS_1


Susan mengangguk lalu pergi keluar dari restoran itu dia meringis dalam hatinya kenapa dia harus bertemu dengan orang yang dihindarinya beberapa tahun ini , sekarang bu Susan merasa cintanya kembali tumbuh kepada Brian saat dia melihatnya .


*****


Di dapur Jasmin tidak menemui siapa pun cuman pak Mus yang lagi melakukan sesuatu


Jasmin melihat pak Mus yang lagi membuat kue buatan pak mus , Jasmin kagum sama pak mus dia melihat pak Mus sorang pahlawan di rumah ini . pak Mus yang melihat Jasmin ada di situ dan lagi memperhatikannya menyapanya " Selamat sore Nyonya " ucap pak Mus . Jasmin tersenyum dan lalu dia duduk di atas kursi .


" Pak mus bikin ceck buat apa pak "? tanya Jasmin .


" Ceck ini tuan yang suruh Nyonya katanya tuan ingin makan nanti waktu pulang "! ucap pak Mus .


Jasmin mengangguk lalu dia mengambil beberapa lauk untuk makan siangnya .


Sambil makan jasmin menanyakan yang tidak di mengerti di rumah suaminya itu .


" Pak , tuan Kelvin sebenarnya udah punya pacar ya ?" tanya jasmin pak Mus tertegun karena pertanyaan yang di lontarkan wanita yang sedang makan itu .


" Saya kurang tau Nyonya karena saya hanya menjalani tugas saya saja di sini nyonya .. ucap pak Mus .

__ADS_1


Jasmin mengangguk mengerti tapi Jasmin melihat ke sekeliling dia dari tadi turun tapi tidak menemui mertuanya padahal dia ingin sekali melihat mertuanya itu karena Jasmin melihat kalau bu Susan sangat membencinya Jasmin ingin melihat saat dia bersama Anaknya apa reaksinya lagi .


" Pak mus mertua saya kemana pak "? apa beliau sudah makan.. tanya Jasmin lagi .


" Sepertinya pergi keluar Nyonya , tadi nunggu Nyonya turun buat makan , karena Nyonya juga tidak turun Nyonya besar lalu keluar dan sepertinya makan di luar siang tadi Nyonya" ucap pak Mus . Jasmin mengerutkan dahinya dia bingung kenapa harus menunggunya makan padahalkan dia bukan siapa siapa di rumah ini cuma berstatus istrinya Kelvin saja tapi bukan berarti harus di tunggu juga bisa bisa orang di rumah ini kelaparan menunggunya dia tidak mau itu terjadi karena untuk apa mereka menunggunya .


" Kenapa harus menunggu saya sih pak , kan bisa nyonya besar makan duluan lagian kasian Nyonya besar nunggu saya sampe kelaparan begitu..


Pak Mus tidak mengatakan apapun lagi dia sibuk dengan tangannya karena dia juga tidak mau mengatakan kalau ini sebenarnya perintah tuan Kelvin juga . Jasmin menyelesaikan makanannya lalu keluar dari ruang makan dan pergi ke taman dia duduk di taman , Jasmin menghirup udara sore yang membuatnya merasa tenang , biasanya Jasmin kalau di rumahnya dulu bebas mau kemana pergi bekerja setiap hari dan pulang ke rumah ibunya juga bebas tidak terkurung seperti di sini Jasmin membuang rasa suntuknya dengan melihat bunga bunga di taman yang warna warni karena di rawat dengan baik Jasmin bangun dari duduknya dan berjalan menyusuri taman sambil melihat bunga dan menciumnya Jasmin membayangkan dia seperti tinggal di taman bunga beserta para peri bunga yang di tontonnya waktu masa kecil dulu saat Jasmin membayangkannya .


Jasmin berputar mengelilingi taman dia melihat wanita yang di sudut taman lagi melakukan sesuatu Jasmin menghampirinya .


" Hay mbak , lagi apa di situ ? tanya Jasmin yang menghampirinya . Wanita itu terkejut saat seseorang bertanya kepadanya yang ternyata istri tuannya lalu dia meletakkan peralatannya dan menghadap Jasmin .


" Saya lagi membereskan tanaman tanaman ini Nyonya supaya terlihat tetap indah " ucap wanita itu yang tersenyum adalah Karin dia bekerja sebagai pengurus taman bunga di rumahnya Kelvin . Rumah Kelvin terdapat banyak taman dan sangat luas di dalam taman ada tumbuhan yang berbeda beda semuanya terurus dengan rapi dan baik oleh pelayan rumah . Karin dia hanya di tugaskan mengurus taman bunga yang sangat jarang di datangi di datangi orang karena taman itu sedikit ke pojok rumahnya Kelvin jadi jarang ada yang datang .


" Iya , sangat indah saya baru pertama kali ke sini ternyata di rumah ini juga ada taman yg tersembunyi yang begitu indah sekali " ucap Jasmin sambil menghirup aroma segar dari taman itu .


Karin tersenyum saat melihat istri dari tuan Kelvin ternyata sangat menikmati taman yang di kelolanya Karin lalu membereskan peralatannya dan meletakkan di tempat gudang setelah itu menghampiri Jasmin .

__ADS_1


" Nyonya suka dengan taman ini ? tanya Karin . Jasmin mengangguk sambil melihat ke arah Karin yang ada di belakangnya Jasmin menatap Karin lalu melihat lagi ke tanaman bunga " bagaimana kamu mengelola ini sendirian padahal ini kan sangat luas sekali " tanya Jasmin sambil melihat ke arah Karin .


" Sangat mudah Nyonya , sebenarnya saya tidak sendirian mengurus ini ada teman saya satu lagi tapi dia sudah pulang ke kampungnya karena orang tuanya sakit "ucap Karin . Jasmin mengangguk mengerti dia jadi teringat keluarganya juga mendengar yang di katakan barusan oleh Karin .


__ADS_2