
" ada apa kau teriak di pagi buta begini ! menggangu saja " ucap Ryu yang terbangun karna kaget akan teriakan Yuri .
" apa yang kau lakukan di kamarku !? " ucap Yuri .
" apa ??? kamarmu ??
ini kamarku ! bukalah matamu itu " ucap Ryu dengan kesal .
sejenak Yuri mengedarkan pandangannya menyusuri setiap sudut ruangan , kamar yang begitu luas dengan dekorasi yang cukup simpel namun tetap terlihat mewah dan elegan, bahkan kamarnya sendiri luasnya hanya setengah luas kamar Ryu .
'ya Tuhan kenapa aku sampai lupa kalau kemaren sudah menikah dengan pria gila ini ' batin Yuri.
pandangan mata yuri berhenti saat menyadari bahwa Ryu bertelanjang dada sehingga menampakkan dadanya yang bidang dan tampak pula perutnya yang kotak kotak itu .
" apa kau ingin menyentuhnya " ucap Ryu menggoda Yuri.
" a..a..a..apa maksudmu ? kenapa kau bertelanjang dada seperti itu dasar mesum, dan lagi....( Yuri yang memeriksa tubuhnya karna takut Ryu sudah mengambil kesempatan saat dia tidur, akhirnya bernafas lega saat semua pakaian yang dikenakan masih lengkap ) hufffttt untung saja masih lengkap , " ucap Yuri dengan suara lirihnya .
" tunggu .... kenapa kau memelukku ??! kau sudah berjanji tidak akan menyentuh ku " ucap Yuri dengan kesal
" tapi kau menikmati pelukanku " ucap Ryu masih menggoda Yuri.
Yuri pun yang kesal akan ucapan Ryu melemparkan bantal pada Ryu sembari berlalu menuju bathroom untuk membersihkan diri .
tidak di pungkiri dia memang menikmati pelukan Ryu begitu hangat dan nyaman .
setelah ibunya meninggal Yuri tidak lagi mendapatkan kasih sayang ataupun perhatian dari keluarganya lagi , ayahnya sibuk dengan pekerjaannya, sementara kakeknya jarang sekali berkunjung ke rumah .
Ryu pun menatap punggung Yuri yang berlalu meninggalkanya .
setelah selesai membersihkan diri dan berganti baju, Yuri melanjutkan aktifitasnya untuk memasak sarapan untuk Ryu.
setelah selesai memasak ,Yuri menyiapkan baju untuk Ryu bekerja , saat sedang memilih dasi yang warnanya cocok dengan jas kantornya, Yuri di kejutkan dengan suara berat laki-laki di sampingnya .
di kamar hotel milik Ryu memang tersedia lengkap semua kebutuhan Ryu layaknya di rumah .
sehingga memudahkan Ryu saat pulang pergi bekerja karena jarak hotel tersebut lebih dekat dengan kantor Ryu.
__ADS_1
"aku mau pakai dasi yang warna navy " ucap Ryu berdiri di belakang Yuri.
Yuri pun sontak terkejut ,
"astaga tuan ....kau sungguh mengancam nyawaku ! mengagetkan saja" ucap Yuri .
Yuri yang hendak berbalik terkejut karna melihat Ryu yang bertelanjang dada dan hanya memakai handuk di pinggangnya ,
" akkkhhhh ....dasar kau mesum ." ucap Yuri sembari berlari meninggalkan Ryu yang masih berdiri.
Ryu pun tersenyum melihat kelakuan Yuri .
Ryu yang sudah bersiap kini duduk di meja makan menunggu Yuri menyiapkan makanan untuknya .
Yuri menyajikan nasi dengan lauk pauknya tak lupa secangkir kopi untuk Ryu .
Yuri yang hendak melangkahkan kakinya untuk pergi ke dapur, tangannya di tarik oleh Ryu sehingga dia terduduk di pangkuan Ryu .
"a...a...a..apa yang kau lakukan ? " ucap Yuri dengan gugup .
" suapi aku " ucap Ryu sembari merangkul pinggang ramping Yuri.
" apa kau lupa ??
semua ya..." ucapan Ryu terpotong karna Yuri yang melanjutkannya .
" iya iya apa kau akan berbicara kalau semua yang kau katakan benar ??? aku sudah tau itu , dan tolong turunkan aku dari pangkuanmu aku bukan anak kecil " ucap Yuri memutar matanya malas berdebat dengan Ryu .
" jangan banyak bicara segera suapi aku "
ucap Ryu .
Yuri yang malas berdebat dengan Ryu pun akhirnya menyuapi Ryu suap demi suap .
" apakah enak ? " tanya Yuri .
" emmm lumayan, tidak begitu buruk " balas Ryu dengan makanan yang masih ada pada mulutnya .
__ADS_1
Ryu yang telah selesai sarapan dan menikmati secangkir kopi buatan Yuri kini melangkah keluar dari kamar hotel untuk segera ke kantor karna Leon sudah menunggunya di bawah .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC..