
...🌷🌷🌷🌷* Happy reading * 🌷🌷🌷🌷...
2 bulan lebih Yuri menjalani perannya sebagai istri bagi Ryu .
benih-benih cinta mulai tumbuh di dalam benaknya , mengingat Ryu benar benar memberikan seluruh kasih sayangnya untuk Yuri dan juga anak yang masih berada dalam kandungan Yuri.
jam dinding sudah menunjukan pukul 11 malam , dering telepon dari hp Ryu berbunyi , Ryu yang memang belum terlelap melihat layar hp,nya tertera nama regina di layar hp,nya.
Ryu menatap wajah Yuri yang kini terlelap dalam pangkuannya ada perasaan ragu untuk mengangkat telepon itu , pasalnya dirinya telah bertekad untuk mengakhiri hubunganya dengan regina sampai semua bukti kebusukan regina terkumpul .
namun akhirnya dia mengangkat telepon itu dengan sedikit menjauh dari Yuri .
" sayang kenapa kamu lama sekali baru mengangkat nya " rengek regina .
" ada apa ? " tanya Ryu .
" lampu apartemen ku mati aku takut sendirian temani aku sebentar . " kata regina .
" kau bisa panggil tukang servis untuk memperbaikinya " jawab Ryu .
" aku sudah menghubungi tapi mereka masih ada perbaikan di kota dan akan membutuhkan waktu untuk bisa memperbaiki lampu apartemen ku " kata regina
" aku sedang menemani istriku " kata Ryu.
" apa sekarang sudah tidak ada waktu lagi untukku ?hiks....hiks...
bahkan sudah beberapa bulan ini kamu selalu mengacuhkan aku hiks...hiks..." tanya regina dengan menangis .
" ok baiklah hanya malam ini " jawab Ryu .
Ryu mengambil jaket dan kunci mobilnya meninggalkan Yuri yang tengah terlelap pergi ke apartemen regina .
yang tidak di sadari Ryu ternyata Yuri hanya pura pura terlelap .
Yuri mendengar percakapan suaminya dengan salah seorang dari seberang telfonnya .
ada rasa penasaran siapa yang menghubungi suaminya malam malam dan apa orang itu begitu penting sampai Ryu langsung pergi meninggalkannya .
Yuri melihat mobil Ryu keluar dari rumah , ada perasaan tidak enak dalam benaknya namun segera dia tepis jauh jauh .
🌷🌷🌷🌷
sementara itu regina yang telah mengatur strategi nya segera mengganti pakaiannya dengan lingerie yang sangat tipis dan seksi sehingga menampilkan lekuk tubuhnya .
" malam ini jangan harap kamu bakal lolos Ryu . " ucapnya sembari memperbaiki penampilannya .
__ADS_1
tak lama setelah itu terdengar suara mobil dari bawah .
regina segera mematikan lampu yang tersisa ,dan turun ke bawah untuk menghampiri Ryu .
dengan lemah gemulai dia berakting ketakutan dan segera memeluk Ryu .
Ryu tidak membalas pelukan regina sama sekali ,
entah sejak kapan pikirannya hanya berfokus kepada Yuri dan juga calon anaknya .
mereka duduk di ruang tengah , Regina bergelanyut manja di lengan Ryu dengan sesekali menggosokkan gundukkan miliknya ke lengan Ryu .
namun bukannya tergoda Ryu justru merasa risih dengan kelakuan regina.
berbeda dengan dulu saat belum menetapkan hati nya kepada Yuri dia selalu terbuai dengan tingkah manja regina .
" apa kamu tidak dingin dengan pakaian terbuka seperti itu .? " tanya Ryu .
" em ... tidak ... bukan kah kamu selalu suka aku berpakaian seperti ini ? " tanya regina kembali .
" tapi ini sudah malam gantilah pakaiannya kau akan sakit kalau terus memakainya di cuaca yang dingin seperti ini. " pinta Ryu dengan sesekali menghisap sebatang rokoknya .
Regina lantas meminta di temani untuk ke kamarnya mengambil baju gantinya .
Regina mengganti lingerie nya dengan gaun malam yang tidak begitu tipis namun masih tetap mini.
dia sebenarnya merasa kegerahan karna AC,nya memang sengaja dia matikan .
mereka menyalakan lilin dan regina menuangkan secangkir teh untuk Ryu .
Ryu menyeruput teh hangat itu , setelah beberapa menit Ryu merasakan dirinya mengantuk teramat sangat .
berulang kali dia menguap dan mencoba membuat dirinya agar tetap terjaga .
" kamu kenapa sayang ? " tanya regina dengan seringai di wajahnya .
belum sempat menjawab pertanyaan Regina Ryu sudah tidak sadarkan diri .
tanpa Ryu sadari teh yang di sajikan oleh Regina telah di beri obat tidur dengan dosis tinggi supaya Regina bisa dengan mudah melancarkan rencananya .
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.TBC.....😊
__ADS_1