
halo reader kesayangan author ....β€οΈ
maaf ya author sedang kurang bersemangat untuk update beberapa hari iniπ
maka dari itu kasih semangat author biar bisa update setiap harinya ya , jangan lupa tetap setia menjadi pembaca novel karya dari author π karna kalian lah penyemangat ku β€οΈ
....π·π·π·π·π·π·π·π·....
* Happy reading *
" oh God aku harus mendapatkan bonus bulan ini , bisa bisa wajah tampanku ini keriput karna terlalu stres dengan pekerjaan " ucap Leon sembari bercermin di salah satu kaca RS itu setelah mengakhiri panggilan teleponnya.
Yuri mulai tersadar , dia mengedarkan pandanganya ,
" uuhhh ...." keluh Yuri saat mencoba bangkit dari tempat tidurnya.
Ryu yang memang sedang terlelap di sofa ruangan itu mendengar ricauan Yuri dia pun akhirnya terbangun .
" hei hei berbaringlah dahulu , " ucap Ryu mendekat ke arah Yuri .
saat hendak menyentuh tangan Yuri seketika Yuri menepisnya , mengingat bagaimana Ryu memperlakukan dirinya Yuri sedikit ragu terkadang dia begitu lembut namun terkadang dia juga sangatlah arogan dan semena mena terhadapnya .
" kau mau apa ?
jangan sentuh aku ! " ucap Yuri .
" kenapa kau menyembunyikan dia dariku ?? " tanya Ryu .
" hah ....apa perdulimu terhadap ku ?
ini adalah anakku , dan ini hanyalah sebuah kesalahan " jawab Yuri sembari tersenyum sinis.
" aku minta maaf " satu kata yang terlontar dari bibir Ryu .
dirinya tidak tau harus bagaimana menghadapi kerasnya wanita yang berada di hadapannya itu , pasalnya biasanya jika dengan regina , maka regina akan selalu manja dan menuruti segala omongan dan kata kata Ryu , berbeda dengan yuri yang sangat keras kepala .
" berhenti melakukan hal menggelikan seperti itu " ucap Yuri .
" jika tidak ada keperluan lain silahkan keluar " ucap Yuri datar .
Ryu yang merasa kalau Yuri masih membutuhkan waktu untuk sendiri itu akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruangan itu .
__ADS_1
Ryu menatap kosong ke arah depan dia masih tidak percaya kalau sekarang Yuri sedang mengandung buah hati darinya .
ingatannya kembali pada malam di saat Yuri di jebak oleh ibu dan adik tiri Yuri dimana itu malah membuat Ryu dan Yuri melakukan cinta satu malam yang ternyata kini membuahkan hasil yaitu seorang bayi .
Ryu lantas senyum senyum sendiri mengingat kejadian itu dimana Yuri yang memaksanya untuk melakukanya .
Leon Alex dan juga boy yang masih berada di ruangan itu merasa sedikit takut pasalnya baru kali ini Ryu menampilkan senyum di wajahnya .
" kau mungkin perlu membawa bos mu ke rumah sakit jiwa Leon " ucap Alex
seketika Leon pun bergidik ngeri jika saja benar Ryu mengalami gangguan mental akibat transfusi darah itu pasti akan menjadi berita hot di jagat Maya , pasalnya seorang CEO muda gila akibat transfusi darah ....
" apa sekarang gue kerja sama orang gila ? " ucap Leon sembari menatap Ryu .
Ryu yang melihat tatapan aneh dari ketiga sahabatnya itu kembali memasang wajah seriusnya .
" ekhheeemm ...." Ryu mencoba menetralisir suasana yang canggung itu .
mereka bertiga akhirnya tersadar .
Alex yang melihat Ryu sudah keluar dari ruangan Yuri memutuskan untuk masuk dan melihat keadaan Yuri .
" ya mau masuk lah , pake nanya " ucap Alex kesal .
dirinya masih saja kesal dengan Ryu yang semena-mena terhadap Yuri .
" jangan coba-coba Lo sentuh istri gue " ucap Ryu tajam sembari mencengkram lengan Alex .
" hei Lo tu harusnya terimakasih sama gue , sebulan gue jadi kacung istri sama anak lo " ucap Alex sembari melepaskan cengkraman tangan Ryu .
" udahlah lagian Alex cuman mau lihat keadaan Yuri aja , Alex yang udah bantu Lo jagain anak sama istri Lo , " ucap boy .
Ryu pun akhirnya mengizinkan Alex untuk masuk ke dalam .
tidak di pungkiri disini Alex sangat berjasa untuk Yuri , Alex yang selalu penuhi keinginan aneh dari Yuri selama dia hamil dari mulai harus cari makanan , memetik buah mangga muda , bahkan memegang kepala botak Dari salah satu pengunjung di mall saat itu .
tentunya tanpa sepengetahuan dari Ryu ,karna Alex yang memang genius di bidang hacker , dia bisa dengan mudah menyabotase rekaman cctv agar setiap gerak geriknya bersama Yuri tidak di ketahui Ryu .
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.TBC. . . .
__ADS_1