
...🌷🌷🌷🌷 * Happy reading * 🌷🌷🌷🌷...
"ck bisakah kamu tidak mengganggu kegiatan orang dewasa ?? " ucap Kenzo dengan raut wajah kesal .
di lihatnya penampilan ayahnya yang hanya memakai handuk yang di lilitkan di pinggangnya dengan rambut yang masih acak-acakan , sudah bisa Ryu tebak kedua orang tua yang sudah berumur itu sedang bercocok tanam .
" bisa bisanya aku kalah dari daddy ...." batin Ryu sedih .
dirinya tidur satu ranjang dengan istrinya namun menyentuh saja dia tidak boleh , sudah lama sekali rasanya pusaka berharga milik Ryu itu di keramat kan CK CK CK.
" dad , ada apa ? " tanya Marika yang mendengar keributan kecil itu .
" mom tolong aku sebentar , Yuri sedang kesakitan " teriak Ryu dari luar kamar itu .
sementara Kenzo hanya mendengus kasar .
entahlah anak laki-laki nya itu bisa berubah menjadi sangat lembut dan manja saat dekat dengan ibunya sangat berbanding dengan sifat nya saat berada di luar .
Marika yang mendengar Yuri sedang kesakitan langsung menyambar dan memakai kimono lalu langsung keluar menemui Ryu .
Ryu yang melihat ibunya hanya memakai kimono dengan rambut yang masih acak-acakan hanya mendengus dengan kasar .
" CK apa kalian akan menemui menantu kalian dengan penampilan seperti ini ??? " tanya Ryu .
Kenzo dan Marika yang mendapati pertanyaan seperti itu lantas bergantian memandang satu sama lain .
" oh God " Marika menepuk jidatnya .
Marika langsung menarik Kenzo ke dalam kamar .
__ADS_1
" jika kalian melanjutkan bercocok tanam akan aku bakar kamar ini " teriak Ryu dari luar .
Kenzo yang awalnya tersenyum sumringah berharap dia bisa melanjutkan kegiatan panasnya seketika menjadi kesal saat mendengar teriakan putra sulungnya itu .
Marika hanya terkekeh kecil melihat ekspresi Kenzo yang terlihat kesal .
setelah selesai berganti pakaian mereka langsung melihat keadaan Yuri di kamar .
" ada apa sayang ? " tanya Marika dengan lembut .
".em....anu ... itu mom ... em payudara sangat sakit dan sangat keras " jawab Yuri dengan wajah yang sudah di penuhi peluh .
Marika mengecek suhu badan Yuri yang ternyata demam tinggi .
" gak papa sayang ini karna payudara mu terisi oleh ASI , keras dan sakit karna ASI gak di keluarin tapi nanti akan sembuh dengan sendirinya kalau anakmu sudah bisa minum susu dari kamu , nanti mommy kompres pake air hangat ya " ucap Marika dengan lembut .
" bolehkah aku yang meminumnya mom ? " ucap Ryu dengan wajah yang sumringah .
" kan yang penting ASI nya keluar kan , bukankah Daddy juga dulu seperti itu saat mommy melahirkan si kembar , aku melihat Daddy menyusu pada mommy ?" ucap Ryu tanpa dosa .
Marika dan Kenzo yang mendapati ucapan anaknya yang kurang ajar itu hanya bersikap kikuk menahan malu di depan Yuri .
teringat dulu waktu Marika melahirkan si kembar , dia juga merasakan hal yang sama dengan Yuri saat ini , saat itu Ryu masih berumur 5 tahun , dan dia tidak sengaja melihat ayahnya meminum ASI dari ibunya karna saat itu ibunya kesakitan , karna dia yang masih polos lantas bertanya kepada mereka , dan jawaban mereka adalah supaya ASI-nya cepat keluar dan si kembar tidak kelaparan lagi supaya bisa segera meminumnya .
Ryu yang memang masih tidak mengerti bersikap biasa saja sementara Yuri melongo mendengar penuturan Ryu tentang kelakuan orang tuanya .
" bukankah bagus kalau aku bisa seperti Daddy ?
lihatlah kenapa bisa gundukan itu terlihat sangat menggoda saat ini ...dan aku rasa ukuranya malah bertambah besar , aku bisa sangat kenyang kalau bisa mendapatkan nya " batin Ryu saat melihat dua gundukan itu sedikit menyembul keluar .
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
sabar ya bang elu harus puasa dulu kagak usah macem macem 😆