Suamiku Sang CEO .

Suamiku Sang CEO .
part 45


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷* Happy reading * 🌷🌷🌷🌷🌷


" woyyy pake mata dong kalo nyetir !! gila ya ! " ucap Dita kesal ,


dirinya berhasil menghindar dari mobil itu hanya saja kaki dan siku tangannya sedikit lecet .


Yuri terjatuh setelah Dita mendorongnya , beruntungnya dia menahan perutnya agar tidak terbentur langsung ke jalanan .


" s**t siapa perempuan itu ? tinggal sedikit lagi gue bisa nyingkirin wanita j***Ng itu !! akkhhh ....." emosi wanita itu dan segera berlalu meninggalkan mereka .


Dita segera berlari menghampiri Yuri karna khawatir dengan kondisi Yuri .


Dita memutuskan untuk membawa Yuri ke rumah sakit karna tidak mau menanggung resiko nantinya mengingat siapa suami dari sahabatnya itu.


Yuri awalnya menolak namun karna bujukan Dita Yuri akhirnya mau di bawa ke rumah sakit untuk memastikan bayi dalam kandungannya baik baik saja .


" gue beneran gak papa dit , udah deh gak usah lebay gitu ...." ucap Yuri .


" oh may lu gak tau disini hidup gue di pertaruhkan Yuri ....kalau suami Lo tau bisa tamat riwayat gue " ucap dita sembari tetap melajukan mobilnya .


sementara itu David mengikuti dari belakang , untuk memastikan keadaan Yuri baik baik saja .


setelah sampai di rumah sakit Yuri segera mendapatkan pemeriksaan fisik dari dokter disana .


" keadaan ibu yuri baik baik saja ,hanya saja sedikit shock .


nanti saya resepkan vitamin dan istirahat cukup untuk memulihkan kondisi tubuh ibu Yuri dan juga janin nya . " ucap salah satu dokter menjelaskan.


" terima kasih banyak dok . " ucap Dita .


" hufffttt akhirnya aman hidup gue " ucap Dita lega .


David yang mendengarnya pun merasa lega dan juga penasaran siapa sosok suami Yuri sampai dita sahabatnya begitu takut akan bermasalah denganya .


David akhirnya pamit untuk kembali ke kantornya , sebelum sempat David menaiki mobilnya , dia melihat ada mobil sahabatnya yaitu Ryu .


benar saja terlihat Leon turun dari mobil itu tak selang berapa lama Ryu turun mengikuti.


mereka tampak berlari menuju ke dalam rumah sakit itu .

__ADS_1


David yang tadinya mau menyapa akhirnya di urungkan karena sekertarisnya berpesan untuk segera ke kantor karna ada meeting .


' siapa yang sakit ya ? kenapa Leon dan Ryu terlihat begitu terburu-buru ? ahhh sudahlah nanti saja aku tanyakan .' batin David .


bbrraakkk ......


Ryu membuka pintu dengan cepat .


seketika Yuri dan juga Dita yang terkejut langsung menoleh dari sumber suara .


" oh may jantungku " ucap Dita memegangi bagian jantungnya melihat kedatangan dari Ryu dan juga Leon .


wajah yang rupawan , postur tubuh yang atletis , membuat Dita secara spontan mengucapkan kekagumanya , apalagi di jejerkan dengan Leon yang tak kalah rupawan membuat perpaduan keduanya bak pinang di belah dua .


" eheemmm ...." deheman Leon mencoba menyadarkan Dita .


dita yang melihat Leon pun akhirnya mendekati Leon .


" halo ganteng " ucap dita dengan memasang wajah genitnya .


Leon yang mendapatkan reaksi dari dita hanya memasang wajah datarnya saja .


Ryu memastikan keadaan Yuri , mendengar Dita yang sedang menggoda Leon lantas Ryu segera menatap Dita menunggu penjelasan dari dita .


' jantung gue tolong tetap pada tempatnya ....' batin Yuri .


Dita yang mengerti maksud dari tatapan itu akhirnya menjelaskan dengan detail rentetan peristiwa itu.


" Leon cepat lacak siapa yang berani mencelakai istri dan anakku " pinta Ryu tegas .


sejenak Yuri terbuai akan perhatian yang Ryu berikan saat ini andaikan ini tidak bersifat sementara , andaikan Ryu adalah orang yang mencintai Yuri dan juga sebaliknya , mungkin Yuri akan menjadi wanita yang sangat beruntung .


namun segera Yuri menepis jauh jauh pemikirannya , ini hanyalah pernikahan kontrak , setelah anaknya lahir dia akan bercerai dengan Ryu , sebisa mungkin Yuri membatasi dirinya agar tidak terlalu jauh berharap .


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. TBC....😊


__ADS_2